Mengatur budget liburan merupakan salah satu hal yang paling menantang dalam proses merencanakan kegiatan liburan. Mengapa? Karena banyak orang yang mengira bahwa aktivitas liburan itu sendiri menguras kocek terlalu dalam.

 

Dikutip dari pemberitaan Kompas, ada survei yang dilakukan oleh tim penelitian dan pengembangan Kompas. Berdasarkan survei tersebut, ditemukan bahwa 38,5% dari seluruh responden masih memiliki minat untuk berwisata di tengah pandemi Covid-19. 

 

Survei itu dilakukan terhadap 1.200 responden dalam rentang usia 17-59 tahun yang ada di seluruh provinsi Indonesia, mulai dari kategori kelas ekonomi bawah, menengah, dan atas.

 

Kebanyakan dari responden yang berkeinginan untuk berlibur mengatakan bahwa mereka paling ingin berwisata ke daerah alam terbuka seperti laut, wisata bahari, wisata alam atau ekowisata. 

 

Adapun beberapa tujuan masyarakat berlibur bahkan di tengah pandemi adalah menghabiskan waktu dengan teman dan keluarga hingga mencari nilai-nilai hidup.

 

Realitanya, kegiatan berlibur nyatanya memang lekat dengan stigma biaya yang cukup mahal. Pengeluaran untuk pos ini berpotensi membuat arus kas terganggu jika tidak bisa mengatur budget liburan dengan baik.

 

Perubahan Perilaku Wisatawan dalam Mengatur Budget Liburan

 

Apakah kamu pernah mengenal istilah staycation? Bagi beberapa orang yang belum familier dengan istilah ini, staycation diartikan sebagai liburan dilakukan tidak jauh dari daerah sekitar rumah. 

 

Tidak ada yang menyangkal bahwa industri pariwisata memang sangat terpuruk sejak pandemi melanda. Setelah lebih dari satu tahun lamanya, pemerintah di seluruh dunia masih menyarankan masyarakat untuk membatasi kegiatan fisik di luar rumah.

 

Artikel Terkait: Tips Merencanakan Liburan

  1. 7 Tips Agar Liburan Bersama Anak Nggak Pakai Ribet
  2. Begini Mengatur Anggaran Saat Liburan, Hemat dan Jauh dari Over Budget
  3. Mahasiswa Bisa Kok Traveling, Ini 10 Tips Traveling Hemat ala Mahasiswa

 

Tetapi, staycation menjadi salah satu opsi yang paling banyak diambil oleh masyarakat yang sedang ingin mencari suasana baru sambil tetap bisa menjaga protokol kesehatan. Bagi kelompok masyarakat ini, staycation umumnya dilakukan dengan memesan kamar hotel di kawasan dekat dengan tempat domisili.

 

Bagi mereka, staycation di hotel bisa menghemat waktu sembari tetap merasakan suasana baru dan memajukan kehidupan ekonomi dari sektor pariwisata. Apalagi, tipe liburan seperti ini relatif tidak akan memakan banyak biaya karena tidak perlu mengeluarkan ongkos transportasi tambahan atau kegiatan rekreasi di luar rumah.

 

Meskipun demikian, mengatur budget liburan tetaplah penting terlepas dari gaya liburan seperti apa yang kamu pilih. Tidak sedikit juga orang yang rela menggunakan pinjaman atau berutang demi bisa berlibur dan mendapatkan ketenangan. Pertanyaannya, apakah hal ini cukup bijak untuk dilakukan?

 

Pinjaman Mudah Cicilan Ringan Modal KTP

 

Cara Cerdas Mengatur Budget Liburan

 

Ragam perubahan perilaku wisatawan di kala pandemi Covid-19 memang tidak dapat dibendung. Hal ini berhubungan psikologis manusia yang selalu berkeinginan untuk berpergian keluar rumah. Sehingga, pembukaan kembali daerah wisata memang menjadi momentum yang paling ditunggu masyarakat di seluruh dunia.

 

Nah, jika kamu bersikeras untuk tetap melakukan perjalanan di tengah pandemi seperti ini pun, kemungkinan besar akan banyak biaya yang harus kamu keluarkan. Hal ini terutama berkaitan dengan biaya tes untuk mendeteksi paparan virus corona.

 

Belum lagi ditambah dengan biaya karantina selama dua minggu di akomodasi yang telah ditentukan oleh pemerintah setempat.

 

Di sisi lain, mengatur budget liburan juga bukan sekedar menekan biaya seminim-minimnya, tetapi juga menahan hasrat untuk tidak menggunakan fasilitas utang. Lantas, bagaimana caranya mengatur budget liburan agar bisa lebih murah di masa pandemi seperti ini?

 

1. Berlibur bersama teman dan keluarga

 

Berlibur dengan memboyong teman dan keluarga merupakan salah satu cara cerdas untuk mengatur budget liburan. Usahakan untuk memilih lokasi tujuan yang dekat dengan rumah, agar kamu bisa menggunakan transportasi sendiri untuk pergi ke destinasi wisata. 

 

Kamu juga bisa mempertimbangkan opsi staycation bersama orang-orang terdekat dengan jadwal menginap di salah satu hotel boutique yang low budget di tempat wisata tujuan. Dengan demikian, budget liburan yang kamu keluarkan bisa jadi sangat minim dan tidak membuat kantong jebol nantinya.

 

2. Merencanakan liburan sejak awal

 

Dikutip dari Kumparan, sebuah survei yang dilakukan oleh website penyedia jasa hotel Agoda menunjukkan bahwa banyak wisatawan yang melakukan perjalanan spontan di kala pandemi.

 

Sebenarnya, hal ini sah-sah saja dilakukan. Namun, kegiatan yang dilakukan secara tiba-tiba umumnya akan membuat kamu impulsif pula dalam mengeluarkan uang.

 

Karenanya, kamu disarankan untuk merencanakan liburan, yang bahkan hanya untuk sekedar staycation, jauh-jauh hari. Waktu ideal untuk merencanakan liburan adalah satu bulan. Waktu tersebut bisa kamu pakai untuk melakukan riset terlebih dahulu terkait tujuan liburan kamu nantinya. 

 

3. Berkunjung ke tempat wisata anti-mainstream

 

Berlibur ke tempat wisata anti-mainstream juga merupakan salah satu cara cerdas untuk mengatur budget liburan kamu. Liburan tidak perlu harus menggunakan pesawat. Pun, liburan juga tidak perlu dihabiskan di sebuah hotel mewah.

 

Kamu bisa berkunjung ke kota kecil di pinggiran kota atau desa yang keindahan alamnya belum banyak diketahui orang. Biasanya, kota atau desa seperti ini masih menawarkan biaya akomodasi, transportasi dan makan yang masih sangat murah dibandingkan dengan daerah wisata populer.

 

Intinya, keinginan liburan di masa pandemi umumnya didorong oleh hasrat untuk mencari suasana baru saja. Jadi, usahakan untuk mengatur budget liburan dengan bijak, ya.