Beranda > Gaya Hidup > Jadi Turis yang Baik, Ketahui Etika Memberi Tip Saat Berlibur ke 5 Negara Asia Berikut Ini!

Jadi Turis yang Baik, Ketahui Etika Memberi Tip Saat Berlibur ke 5 Negara Asia Berikut Ini!

PAULUS RISANGPaulus Risang
Jadi Turis yang Baik, Ketahui Etika Memberi Tip Saat Berlibur ke 5 Negara Asia Berikut Ini!watermark

TUNAIKU.COM – Orang Indonesia umumnya nggak terlalu terbiasa dengan budaya memeberi tip kepada penyedia jasa saat traveling. Saya sendiri jarang sekali memberi tambahan uang ketika traveling di dalam negeri. Paling hanya memberi sisa kembalian untuk jasa taksi. Tapi, membanjirnya wisatawan mancanegara yang berkunjung ke Indonesia sepertinya sedikit mengubah ekpektasi dalam menerima tip bagi para penyedia jasa, terutama di daerah tujuan wisata.

 

Makin banyak penyedia jasa di tempa wisata di Indonesia, khususnya yang banyak dikunjungi turis asing, mulai mengharapkan turis lokal juga memberi tip. Dan tentu saja, saat traveling ke luar negeri, budaya meberi tip ini nggak bisa kamu abaikan begitu saja. Bisa-bisa nanti kamu diomeli atau si pemberi jasanya mendadak jutek. He-he-he.

 

Untuk itu, saya pun tertarik mencari tahu lebih jauh tentang budaya memberi tip serta bagaimana etika memberi tip saat berlibur di luar negeri, khususnya di negara-negara Asia yang sering jadi tujuan wisata orang-orag Indonesia.

 

Nah, agar jadi turis yang baik, ketahuilah etika memberi tip saat berlibur ke 5 negara Asia berikut ini.

 

1. Singapura

Singapura merupakan salah satu destinasi favorit orang Indonesia untuk berlibur ke luar negeri, terutama untuk belanja. Soal memberi tip, di Singapura sebenarnya nggak ada budaya memberi persenan. Pemerintahnya bahkan cenderung melarang hal semacam ini.

 

Restoran dan bar: Biaya servis sebesar 10% biasanya sudah termasuk ke dalam tagihan. Jadi, kamu tinggal membayar sesuai tagihan dan nggak perlu memberi tip tambahan.

Hotel: Tarif hotel kelas menengah ke atas juga sudah termasuk 10% biaya servis. Sementara, penginapan murah biasanya belum memasukkan biaya ini ke dalam tarif. Kebanyakan orang akan memberi tip beberapa dolar untuk porter dan housekeeper.

Sopir taksi: Cukup dengan membulatkan pembayaran jasanya dalam satuan dolar Singapura.

 

Catatan: Dilarang memberi tip kepada staf di bandara, baik itu pelayan, penjaga toko, dan porter.

 

Artikel terkait: Biar traveling nggak cuma jadi wacana

  1. Benarkah Masalah Finansial Jadi Penyebab Rencana Liburan Jadi Hanya Sekadar ‘Wacana’?
  2. Nambah Uang Saat Liburan? Coba Buka Usaha Sewa Mobil!
  3. Tunaiku Bisa Antar Kamu Liburan ke 3 Tempat Favorit Ini!

 

2. Thailand

Seperti halnya di Indonesia, memberi tip bukanlah suatu keharusan, melainkan pilihan. Karena banyaknya turis asing yang datang, beberapa penyedia jasa mungkin mengharapkan tip dari kamu.

 

Restoran dan bar: Makin bagus tampilan restonya, tip darimu juga makin diharapkan. Di resto kelas atas, memberi tip 10% adalah hal wajar.

Hotel: Porter biasanya menerima 20-50 baht, sementara petugas pembersih kamar menerima 20 baht.

Sopir taksi: Kamu nggak perlu memberi tip, tapi jika ia sangat membantu, beri sedikit tip. Untuk tuktuk, kendaraan umum khas Thailand, kamu cukup membayar sesuai tarif yang sudah disepakati.

 

Catatan: Hindari memberi tip dengan koin 1 baht. Karena nilainya sangat kecil, tip semacam ini bisa dianggap sebagai hinaan.

 

3. Tiongkok

Memberi tip di daerah Tiongkok Daratan bukan hal yang lazim, bahkan dilarang di beberapa tempat. Tapi, di daerah kawasan wisata seperti Macau dan Hong Kong, tip justru diterima dengan baik.

 

Restoran dan bar: Nggak perlu memberi tip, karena tagihan sudah mencakup 5-10% biaya servis. Namun di Hong Kong, kamu bisa memberi tip HKD 100 untuk restoran yang bagus.

Hotel: Beri sedikit uang sebagai tanda terima kasih. Di Hong Kong, porter yang membawakan tasmu layak diberi HK$20.

Sopir taksi: Biarkan mereka menyimpan kembalian berupa receh.

 

Catatan: Kamu bisa memberi hadiah dalam bentuk lain selain uang untuk jasa mereka. Bisa berupa sebotol minuman, kaos, atau cokelat.

 

4. Korea Selatan

Korea Selatan juga bukan negara yang menganut budaya memberi tip. Hotel dan restoran sudah memasukkan biaya servis 10% ke dalam tagihan. Tapi, kamu bisa memberi tip di restoran ala Barat, kepada pemandu wisata, sopir dan porter.

 

Restoran: Jangan memberi tip pada restoran lokal. Tapi, di restoran Barat, hal ini diterima.

Hotel: Tidak perlu memberi tip.

Sopir Taksi: Bayar tarifnya dengan pembulatan ke atas.

 

Artikel terkait: Berlibur ketika waktu dan uang terbatas

  1. Sisa Cuti Habis, Bisa Liburan Murah ala ‘One Day Trip’
  2. 5 Tips Mendapatkan Harga Kamar Hotel yang Paling Murah
  3. Tunaiku Bisa Antar Kamu Liburan ke 3 Tempat Favorit Ini!

 

5. Jepang

Di Negeri Sakura, memberi tip kepada pemberi jasa dianggap kurang sopan. Jika kamu meninggalkan tip, mereka akan mengembalikannya ke kamu. Jika kamu ingin memberi tip, berikan di dalam amplop tertutup sebagai hadiah.

 

Buat kamu yang hendak bepergian ke negara-negara Asia di atas, pengetahuan mungkin ini bisa membantumu biar nggak dicap sebagai wisatawan pelit atau nggak beretika. Semoga bermanfaat!

 

Selagi kamu di sini…

 

Kami punya informasi singkat yang sayang sekali dilewatkan. Sudahkah kamu tahu tentang Tunaiku? Tunaiku merupakan pinjaman cepat, mudah, tanpa agunan, tanpa kartu kredit. Tunaiku bisa jadi solusi finansial bagi kebutuhan-kebutuhanmu. Kebutuhan dadakan? Atau, butuh tambahan dana untuk kebutuhan tertentu? Kamu bisa ajukan Tunaiku!

 

Nggak mau ribet dan nggak pakai lama ajukan pinjaman? Klik di sini.

 


Populer

Butuh Pinjaman Tunai, Cepat, dan Mudah?

Estimasi cicilan per bulan Nett.
Tanpa biaya apapun

Rp.0,-Nett

Butuh Pinjaman Tunai, Cepat, dan Mudah?

Estimasi cicilan per bulan Nett.
Tanpa biaya apapun

Rp.0,-Nett