SWARA – Dalam hubungan, ada banyak hal yang bisa menyebabkan konflik, salah satunya adalah financial stress. Sudah banyak sekali penelitian di dunia yang menunjukkan bahwa masalah keuangan merupakan masalah utama dalam hubungan, bahkan menjadi faktor utama pemicu perceraian. Jika kamu dan pasangan tidak bisa menyikapi tekanan masalah keuangan dengan baik, hubunganmu mungkin akan terancam. 

 

Di tengah masa pandemi seperti sekarang ini, konflik mengenai masalah keuangan sulit untuk dihindari. Banyak orang mengalami pemotongan gaji, pengurangan bonus, bahkan kehilangan pekerjaan. Akan tetapi, bila kamu dan pasangan bisa melewati masa sulit ini dengan baik, hubunganmu justru akan menjadi semakin erat. 

 

Bagaimana Financial Stress Memberi Dampak dalam Hubungan? 

 

Sebenarnya, financial stress tidak selalu terjadi saat kamu dan pasangan mengalami kesulitan keuangan. Pasangan dengan kondisi keuangan berlimpah pun tidak bisa terhindar dari kemungkinan mengalami financial stress.

 

Financial stress timbul sebagai dampak dari perilaku kita dalam menyikapi keuangan. Jika kamu memiliki pendapatan yang besar dan bersikap superior di hadapan pasangan, pasanganmu akan lebih mudah merasa tertekan. Selain itu, jika kamu memiliki pasangan yang gemar berfoya-foya dan tidak pandai dalam mengatur keuangan, kamu juga bisa mengalami tekanan yang menyebabkan stres. 

 

Topik finansial merupakan topik yang sensitif. Kamu dan pasangan mungkin memiliki perbedaan sikap ketika berhadapan dengan masalah finansial. Tidak seperti perbedaan sikap dalam menghadapi masalah lainnya, kamu pasti sulit untuk berkompromi mengenai perbedaan pandangan keuangan. Hal inilah yang memicu pertengkaran dan mengacaukan hubunganmu. 

 

Cara Mempertahankan Hubungan Saat Mengalami Financial Stress

 

Saat berada di bawah pengaruh financial stress, kamu pasti akan sulit menggunakan logika dalam menyikapi pasangan. Akan tetapi, kamu dan pasangan perlu sama-sama menyadari pentingnya melalui masa sulit bersama-sama. Supaya hubunganmu dengan pasangan dapat bertahan, berikut ini beberapa tips yang bisa diikuti untuk mengatasi financial stress

 

  • Bersikap terbuka satu sama lain

 

Masalah keuangan tidak akan pernah bisa terselesaikan jika kamu menghadapinya sendirian. Sebaiknya, bersikaplah terbuka dengan pasangan dan upayakan untuk selalu berkomunikasi mengenai kondisi keuangan bersama. 

 

Sikap terbuka merupakan salah satu bukti kepercayaanmu pada pasangan. Tentunya, pasangan akan merasa lebih dihargai ketika kamu bisa percaya padanya dalam mengatasi krisis keuangan. 

 

  • Menentukan tujuan keuangan bersama

 

Supaya kamu dan pasangan bisa menemui titik tengah dalam konflik finansial, kamu bisa mencoba untuk menetapkan tujuan keuangan bersama dengan pasangan. Ketahui apa yang ingin dicapai oleh pasanganmu dalam hal keuangan. Sampaikan juga kepada pasangan apa harapanmu pada kondisi keuangan bersama. 

 

Dengan menentukan tujuan keuangan bersama, kamu dan pasangan bisa lebih memiliki rasa kepemilikan terhadap uang yang akan dikeluarkan. Nominal yang perlu disisihkan untuk tabungan dan dana darurat pun menjadi lebih jelas. 

 

  • Membuat daftar pengeluaran

 

Baik kamu atau pasangan sama-sama perlu memiliki daftar pengeluaran yang jelas setiap bulannya. Dengan begitu, kamu bisa mengetahui apa saja kebutuhan bulananmu dan kebutuhan bulanan pasanganmu. Setelah itu, kamu dan pasangan bisa melakukan pembagian tugas dengan menetapkan siapa yang bertanggung jawab dalam membayar listrik, tagihan internet, dan lain sebagainya. 

 

Pastikan bahwa pembagian tagihan telah kamu buat seadil mungkin. Jangan sampai, ketidakadilan dalam kewajiban membayar tagihan menjadi masalah baru yang menyebabkan financial stress bagi kamu dan pasangan di kemudian hari. 

 

  • Jangan saling menyalahkan

 

Seringkali, pasangan yang bertengkar saling melempar kesalahan satu sama lain. Padahal, segala konflik pasti bisa timbul karena adanya kesalahan pada kedua belah pihak. Jangan meninggikan ego pribadimu dan menyalahkan pasangan ketika kamu berhadapan dengan situasi keuangan yang sulit. 

 

Sebaiknya, akuilah jika kamu memerlukan bantuan atau telah melakukan kesalahan. Apabila pasangan melakukan kesalahan, kamu juga harus bersedia untuk memaafkannya dan mencari solusi baru yang lebih menguntungkan. 

 

  • Belajar untuk berkompromi

 

Bagi kamu yang sudah menikah, kamu mungkin mengalami financial stress karena kamu dan pasangan punya cara yang berbeda dalam mengontrol keuangan. Perbedaan tersebut tidak bisa dihindari, sehingga satu-satunya cara untuk menghadapinya hanyalah berkompromi. 

 

Tidak ada gunanya bersikap keras kepala dan mengutamakan keinginan pribadi. Sebaiknya, cobalah untuk berkompromi dan menerima keinginan pasanganmu. Jika kamu bisa merendahkan egomu, secara perlahan pasanganmu juga bisa belajar untuk berkompromi denganmu. 

 

Tanda-Tanda Hubungan Sebaiknya Diakhiri

 

Kamu mungkin sudah melakukan segala upaya untuk mempertahankan hubunganmu dengan pasangan. Tapi, upayamu tidak berhasil. Financial stress tetap menjadi sumber utama konflik sehari-harimu dengan pasangan. 

 

Jika hal itu terjadi, kamu mungkin merasa dilema untuk tetap mempertahankan hubungan atau mengakhirinya. Kamu bisa mengenali tanda-tanda ini untuk memastikan hubunganmu sebaiknya diakhiri: 

 

  • Kehilangan rasa percaya

 

Setelah konflik finansial yang bertubi-tubi, kamu dan pasangan mulai kehilangan kepercayaan terhadap satu sama lain. Jika hal ini sudah terjadi, maka hubunganmu dan pasangan sudah mencapai tahap yang sangat buruk. 

 

Pada dasarnya, rasa percaya adalah fondasi dalam hubungan. Sekali saja kamu kehilangan rasa percaya terhadap pasangan, maka rasa percaya itu akan sulit untuk ditumbuhkan kembali. 

 

 

  • Hubunganmu tidak membuatmu bahagia

 

Tanda lainnya adalah tidak ada rasa bahagia saat kamu berusaha mempertahankan hubunganmu dengan pasangan. Padahal, hubungan yang baik seharusnya dijalani dengan bahagia dan sambil bersenang-senang. 

 

Masalah keuangan mungkin telah memicu terlalu banyak pertengkaran di antara kamu dan pasangan, sampai-sampai hubunganmu tidak lagi terasa menyenangkan. Inilah tanda bahwa kamu harus segera mengakhiri hubunganmu dengan pasangan. 

 

  • Tidak bisa melihat masa depan bersamanya

 

Kebanyakan pasangan ingin menjalin hubungan yang bisa dipertahankan dalam jangka panjang, bahkan sampai ke pernikahan. Akan tetapi, jika kamu merasa ragu dan tidak bisa membayangkan masa depanmu bersama dengan pasangan, artinya kamu perlu segera mengakhiri hubunganmu. 

 

Bayangan untuk bisa berhubungan dalam jangka panjang menjadi faktor utama yang berkontribusi dalam mempertahankan hubungan. Karena itu, saat kamu tidak lagi merasa pasanganmu sebagai sosok yang tepat, kamu sudah tidak lagi memiliki faktor dalam dirimu yang mendorong hubunganmu dengan pasangan. 

 

Setiap pasangan tidak terlepas dari masalah, termasuk financial stress. Jika kamu dan pasangan bisa saling menerapkan hal yang tepat dan melalui masa-masa sulit bersama, kamu mungkin akan memiliki hubungan yang semakin erat dengan pasanganmu.