SWARA – Semakin hari, popularitas pinjaman online semakin meningkat. Pinjaman online dipercaya memiliki syarat yang lebih mudah, sehingga proses pencairannya pun cepat. Tapi, benarkah pinjaman online lebih mudah dibanding pinjaman bank? 

 

Syarat Mengajukan Pinjaman Online

 

Sebenarnya, setiap fintech pinjaman online punya kebijakan masing-masing terkait syarat dan ketentuan pengajuan pinjaman. Tapi, umumnya syarat itu meliputi: 

 

  • Warga Negara Indonesia (WNI)

 

Rata-rata pemberi pinjaman tidak membuka peluang untuk peminjam yang bukan WNI. Pinjaman hanya dibatasi untuk WNI saja. Peminjam harus membuktikan hal ini dengan menunjukkan kartu identitas seperti KTP. 

 

  • Usia minimal 21 tahun

 

Sebagian besar pinjaman online membatasi usia minimal peminjam 21 tahun. Usia ini ditetapkan karena dianggap sebagai usia yang sudah cukup matang untuk bisa melunasi cicilan pinjaman nantinya. 

 

Walaupun, terkadang ada juga pinjaman online yang membatasi usia minimalnya 18 tahun. 

 

  • Punya rekening bank

 

Ini juga menjadi salah satu syarat utama untuk mengajukan pinjaman online. Karena, dana pinjaman nantinya akan diberikan melalui transfer bank. Jadi, sebagai peminjam tentunya kamu harus sudah memiliki rekening di bank. 

 

  • Memiliki pekerjaan

 

Untuk memastikan peminjam mampu melunasi cicilan pinjaman, penyedia pinjaman online mensyaratkan peminjam harus memiliki pekerjaan. Ada juga fintech pinjaman online yang menetapkan penghasilan calon peminjam setidaknya setara dengan UMR. 

 

Syarat Mengajukan Pinjaman Bank

 

Prosedur pengajuan pinjaman di bank tentunya berbeda dengan di pinjaman online. Secara garis besar, berikut ini syarat pengajuan pinjaman bank: 

 

  • Kartu identitas

 

Pihak bank perlu mengetahui identitas peminjam dengan jelas. Ketika mengajukan pinjaman, kamu harus melampirkan bukti identitas berupa KTP dan Kartu Keluarga (KK).

 

Nantinya, pihak bank akan melakukan pengecekan untuk memastikan data yang ada di KTP benar-benar valid. Misalnya dengan memeriksa kesesuaian alamat tempat tinggal dengan alamat yang tertera di KTP. 

 

  • Buku tabungan dan NPWP

 

Buku tabungan dan NPWP menjadi dokumen yang diperlukan oleh bank untuk memastikan kemampuanmu dalam melunasi pinjaman. Dari buku tabungan, bank bisa melihat kondisi keuanganmu. 

 

Selain itu, NPWP juga dijadikan pertimbangan untuk memastikan bahwa kamu memiliki penghasilan. 

 

  • Akta nikah

 

Syarat yang satu ini ditujukan bagi kamu yang sudah menikah. Pihak bank akan meminta kamu untuk melampirkan akta nikah sebagai syarat pengajuan pinjaman.

 

Dokumen akta nikah digunakan sebagai bukti kepemilikan harta bersama. Selain itu, kalau terjadi hambatan dalam melunasi pinjaman di kemudian hari, dokumen ini juga bisa digunakan untuk membantu proses pengurusannya.

 

  • Surat keterangan penghasilan

 

Selain buku tabungan dan NPWP, pihak bank juga akan meminta kamu untuk mencantumkan dokumen surat keterangan penghasilan (SKP). Dokumen ini digunakan sebagai pelengkap informasi seputar penghasilanmu.

 

Dari SKP, pihak bank bisa mengetahui berapa besar penghasilanmu. Jadi, bank bisa mempertimbangkan nominal pinjaman yang layak untuk diberikan padamu.  

 

  • Bukti tidak memiliki tanggungan

 

Dalam hal ini, tanggungan yang dipertimbangkan oleh bank bisa berupa tanggungan apapun, termasuk cicilan pinjaman di tempat lain. Misalnya cicilan rumah, tagihan kartu kredit, dan lain sebagainya. 

 

Biasanya, kalau kamu masih memiliki tanggungan, bank akan berpikir dua kali untuk menyetujui pengajuanmu. Karena, bank tidak ingin mengambil risiko. Bukti ini juga bisa didapatkan oleh bank melalui BI Checking.

 

  • Menyiapkan jaminan

 

Tidak seperti pinjaman online, beberapa bank mengharuskan calon peminjam untuk menyertakan jaminan ketika mengajukan pinjaman. Barang jaminan itu harus memiliki nilai jual yang tinggi, atau setidaknya senilai dengan nominal pinjaman.

 

Kalau kamu tidak sanggup melunasi pinjaman, nantinya bank akan menggunakan barang jaminan itu untuk dilelang. Jadi, kamu juga tidak bisa sembarangan memilih jaminan, karena pihak bank akan memeriksa kondisi jaminan tersebut. 

 

Membandingkan Syarat Pinjaman Online vs Pinjaman Bank

 

Dari syarat-syarat yang telah disebutkan di atas, kamu tentu bisa melihat bahwa pinjaman online memiliki syarat yang cenderung lebih mudah. Hal inilah yang membuat proses pencairan pinjaman online lebih cepat daripada pinjaman bank. 

 

Syarat yang ditetapkan oleh pinjaman online sudah jauh lebih ringan daripada pinjaman bank. Jadi, sebagai calon peminjam, harusnya kamu tidak lagi diberatkan oleh syarat tersebut. 

 

Karena pinjaman online tidak memerlukan syarat yang kompleks, kamu bisa mempersiapkan dokumen persyaratan dalam waktu yang singkat. Hal ini berbeda dengan persiapan dokumen pinjaman bank yang cenderung lebih rumit. 

 

Salah satu pinjaman online yang bisa kamu andalkan adalah Tunaiku. Untuk bisa mengajukan pinjaman di Tunaiku, kamu hanya perlu memenuhi syarat berikut ini: 

 

  • Berusia antara 21-55 tahun
  • Merupakan Warga Negara Indonesia (WNI)
  • Mempunyai pekerjaan atau penghasilan
  • Memiliki rekening bank
  • Alamat KTP sesuai dengan area layanan Tunaiku

Setelah memenuhi syarat di atas, kamu bisa langsung mendapatkan dana pinjaman online dari Tunaiku dengan proses pencairan yang cepat. Selain itu, bunga cicilannya pun cukup ringan, yaitu hanya sebesar 3-4 persen per bulannya.