SWARA – Akhirnya, daftar menteri yang mengisi sejumlah posisi di kabinet terbaru Jokowi sudah dirilis. Kabinet periode dua yang diberi nama Kabinet Indonesia Maju ini masih diisi nama-nama yang bertugas di kabinet sebelumnya, namun beberapa ada yang baru. Misalnya, dua nama yang mencuri perhatian adalah Nadiem Makarim dan Wishnutama. Yuk kita kenali para menteri baru kita! Cek di bawah ini!

 

1. Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan: Mohammad Mahfud

Sempat diisukan menjadi pendamping Jokowi dalam Pemilu 2019, ahli hukum ini pernah menjabat menjadi Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Periode  2008-2013, Hakim Konstitusi Periode 2008-2013, anggota DPR, dan juga Menteri Pertahanan di Kabinet Persatuan Nasional. Sebelum diangkat menjadi menteri, Mahfud merupakan dosen dan Guru Besar di bidang Hukum Tata Negara di Universitas Islam Indonesia (UII), Yogyakarta. 

 

2. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian: Airlangga Hartarto

Politisi Golkar kelahiran Surabaya ini sebelumnya menjabat sebagai Menteri Perindustrian di kabinet Jokowi Jilid I. Airlangga menggantikan Darmin Nasution di posisi yang sama. Sebelumnya, Airlangga memulai karir politiknya di DPR pada tahun 2004. Di periode 2009-2014, dia menjadi Ketua Komisi VI DPR-RI yang membidangi perdagangan, perindustrian, koperasi, UKM, dan BUMN. Sedangkan di periode 2014-2019, Airlangga membidangi energi sumber daya mineral, lingkungan hidup dan riset, serta teknologi.

 

Artikel terkait:

  1. Yuk, Sontek Gaya Liburan ke Jogja A la Presiden RI Jokowi
  2. Sebelum Jadi Kepala Negara, Inilah Pekerjaan yang Dilakoni Presiden
  3. Pelantikan DPR Periode 2019-2024, Indonesia Punya Ketua DPR Perempuan Pertama

 

3. Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan: Muhajir Effendy

Muhajir Effendy pernah mengjabat sebagai Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia pada Kabinet Kerja, sejak 27 Juli 2016 menggantikan Anies Baswedan. Pada kabinet Jokowi Jilid II, Muhajir Effendy kembali ditugaskan menjadi Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan. Sebelumnya, Muhajir adalah mantan rektor Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Ia juga merupakan Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah Bidang Pendidikan dan Kebudayaan.

 

4. Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi: Luhut Binsar Panjaitan

Presiden Joko Widodo secara khusus meminta Luhut Binsar Panjaitan untuk mengawasi inefisiensi yang terjadi di Pertamina. Sebelumnya, Luhut Panjaitan juga menjabat sebagai Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi di Kabinet Jokowi Jilid I.

 

5. Menteri Pertahanan: Prabowo Subianto

Lawan Joko Widodo dalam Pemilu 2014 dan 2019 lalu juga memperoleh posisi dalam Kabinet Jokowi Jilid II sebagai Menteri Pertahanan. Prabowo mengungkapkan dirinya akan mempelajari situasi Indonesia supaya tidak mengambil langkah yang salah selama menjabat sebagai Menhan. Prabowo merupakan seorang politisi, pengusaha, dan perwira tinggi militer selama 28 tahun sebelum berkecimpung di dunia bisnis dan politik. 

 

6. Menteri Sekretaris Negara: Pratikno

Menteri Sekretaris Negara masih dijabat oleh Pratikno. Pratikno memperoleh gelar Profesor di bidang Ilmu Politik dari Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta di tahun 2008, gelar S3 di Flinders University, Australia dengan bidang Ilmu Politik, S2 di Administration University of Birmingham Inggris, serta S1 Ilmu Pemerintahan di FISIP UGM. Sebelumnya, Pratikno pernah menjabat sebagai Direktur dan Pengajar di Program Pascasarjana Prodi Ilmu Politik Konsentrasi Politik Lokal dan Otonom Daerah di Universitas Gadjah Mada, serta Rektor Universitas Gadjah Mada periode 2012-2014.

 

7. Menteri Dalam Negeri: Tito Karnavian

Selama ini, Tito Karnavian dikenal sebagai petinggi di Polri. Tito adalah calon tunggal yang diajukan Presiden Jokowi sebagai Kapolri untuk menggantikan Jenderal Pol Badrodin Haiti yang pensiun. Tito menjabat sebagai Kapolri sejak tahun 2016 hingga dipanggil ke istana oleh Presiden Jokowi. Setelah pemanggilan, Tito diberhentikan dari kepolisian. Jabatan diserahkan kepada Wakapolri Ari Dono Sukamto selaku Plt Kapolri.

 

8. Menteri Luar Negeri: Retno Lestari Marsudi

Retno Marsudi adalah perempuan pertama Indonesia yang menjabat sebagai Menteri Luar Negeri. Ia menjabat posisi yang sama di periode 2014-2019. Sebelumnya, Retno menjabat sebagai Duta Besar Indonesia untuk Kerajaan Belanda di Den Haag.

 

9. Menteri Agama: Fachrul Razi

Fachrul Razi merupakan salah satu tokoh militer Indonesia kelahiran Banda Aceh. Fachrul yang berbintang empat ini pernah menjabat sebagai Wakil Panglima TNI di tahun 1999-2000 di era Presiden Abdurrahman Wahid (Gus Dur). Lulusan Akademi Militer 1970 ini berpengalaman di bidang infanteri, Walaupun pengalamannya lebih banyak di bidang militer, Jusuf Kalla, mantan wakil presiden menilai bahwa Fachrul Razi adalah tokoh militer yang mengerti agama dengan baik. “Saya kenal baik waktu di Makassar, dia selalu salat magrib dengan saya di Masjid Al-Azhar, dan bisa khotbah, itu bisa khotbah. Jadi bukan hanya jenderal, bisa khotbah itu,” jelasnya.

 

10. Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia: Yasonna Laoly

Masih jelas di ingatan kita, Yasonna Laoly dengan segala kontroversi lainnya. Mulai dari menolak perombakan RKUHP, hingga menyebut Indonesian sweetheart yakni Dian Sastro sebagai orang bodoh adalah segelintir kontroversi yang dilakukannya. 

 

Namun, Jokowi kembali menunjuk Yasonna Laoly sebagai Menteri Hukum dan HAM dalam Kabinet Indonesia Maju Periode 2019-2024. Sebelumnya, Yasonna merupakan anggota DPR RI periode 204-2009. Yasonna adalah aktivis sejumlah organisasi, intelektual, dan pimpinan di perguruan tinggi.

 

11. Menteri Keuangan: Sri Mulyani Indrawati

Sri Mulyani adalah wanita sekaligus perempuan pertama yang pernah menjabat sebagai Direktur Pelaksana Bank Dunia. Ia mulai mengemban jabatan ini mulai 1 Juni 2010 hingga ia dipanggil oleh Joko Widodo untuk menjabat sebagai Menteri Keuangan menggantikan Bambang Brodjonegoro. Sebelumnya ia pernah menjabat sebagai Menteri keuangan Kabinet Indonesia Bersatu di era Susilo Bambang Yudhoyono. 

 

Sebelumnya, di Kabinet Indonesia Bersatu, ia adalah Menteri Negara Perencanaan pembangunan Nasional/Kepala Bappenas. Setelah perombakan kabinet di tahun 205, Sri Mulyani dipindahkan menjadi Menteri Keuangan menggantikan Jusuf Anwar. 

 

Ternyata, di tahun 2019, Sri Mulyani kembali ditunjuk menjadi Menteri Keuangan dan memperoleh izin untuk mengumumkan sendiri posisinya di Kabinet Indonesia Maju sebagai Menteri Keuangan. 

 

12. Menteri Pendidikan dan Kebudayaan: Nadiem Makarim

Entrepreneur di bidang teknologi kelahiran Singapura ini menjabat sebagai Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia pada Kabinet Indonesia Maju. Nadiem adalah pendiri Gojek, perusahaan transportasi dan penyedia jasa berbasis online yang beroperasi di Indonesia dan sejumlah negara Asia Tenggara seperti Singapura, Vietnam, dan Thailand. 

 

Nadiem merupakan lulusan jurusan Hubungan Internasional di Brown University, Amerika Serikat serta S2 Bisnis Administrasi di Harvard Business School.

 

13. Menteri Kesehatan: dokter Terawan

Mayjen TNI Dr. dr. Terawan Agus Putranto, Sp.Rad(K) adalah dokter militer lulusan Fakultas Kedokteran UGM yang masuk TNI AD. Dokter Terawan pernah menjabat sebagai Tim Dokter Kepresidenan tahun 2009 serta menjadi Kepala RSPAD 2015. Ia pernah merumuskan teori Terawan, yakni metode cuci otak pada penderita stroke. 

 

Hal ini membuatnya dipecat oleh Majelis Kehormatan Etik Kedokteran Ikatan Dokter Indonesia (MKEK IDI) karena melakukan metode yang belum melalui penelitian ilmiah kepada pasien .

 

14. Menteri Sosial: Juliari Batubara

Juliari adalah politikus PDIP yang menjabat sebagai anggota DPR selama dua periode untuk daerah pemilihan Jawa Tengah I. ia berada dalam Komisi VI yang menangani Perdagangan, Perindustrian, Investasi, Koperasi, UKM dan BUMN, serta Standardisasi Nasional. 

 

Ia juga menjadi Wakil Bendahara Umum PDI-P periode 2019-2024. Sebelumnya, Julia menempuh pendidikan di Riverside City College dan Chapman University di Amerika Serikat.

 

15. Menteri Ketenagakerjaan: Ida Fauziyah

Ida Fauziyah duduk sebagai anggota DPR-RI pada 1999-2018 dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) mewakili Jawa Timur untuk daerah Jombang, Kabupaten Madiun, Kabupaten Mojokerto, Nganjuk, Kota Madiun, dan Kota Mojokerto. Ida merupakan Ketua Komisi VIII yang menangani Departemen Agama, Departemen Sosial, Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Indonesia dan Zakat. 

 

Ida merupakan pendiri dan Ketua Kaukus Perempuan Parlemen dan Ketua Umum Pengurus Pusat Fatayat NU. Ida sempat mengikuti Pilkada sebagai Wakil dari Sudirman Said di Pilgub Jawa Tengah 2018. Kini ia merupakan Menteri Ketenagakerjaan di Kabinet Indonesia Maju.

 

16. Menteri Perindustrian: Agus Gumiwang Kartasasmita

Agus Gumiwang adalah anggota DPR periode 2009-2014. Sejak 24 Agustus 2014, Agus menjadi Menteri Sosial menggantikan Idrus Marham. Di Kabinet Indonesia Maju, Agus menjabat sebagai Menteri Perindustrian menggantikan Airlangga Hartarto. Agus sebelumnya pernah menjabat sebagai salah satu ketua DPP Golkar tahun 2004-2009. 

 

17. Menteri Perdagangan: Agus Suparmanto

Salah satu menteri yang memiliki latar belakang profesional adalah Agus Suparmanto. Agus sempat menjabat sebagai Ketua Umum (Ketum) Pengurus Besar Ikatan Anggar Seluruh Indonesia (PB IKASI). Agus juga merupakan Direktur Utama PT Galangan Manggar Biliton (GMB) sebelum menjadi Menteri Perdagangan Indonesia. 

 

18. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral: Arifin Tasrif

Arifin adalah seorang profesional yang menjabat sebagai Menteri ESDM Indonesia. Arifin pernah menjabat sebagai Direktur Utama PT Pupuk Indonesia hingga tahun 2015 sebelum digantikan oleh Aas Asikin Idat. Sebelumnya, ia pernah menjabat sebagai Direktur Utama PT Pupuk Sriwijaya dan PT Petrokimia Gresik, serta Duta Besar Indonesia untuk Jepang tahun 2017. 

 

19. Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat: Basuki Hadimuljono

Basuki kembali ditunjuk sebagai Menteri PUPR di Kabinet Indonesia Maju. Kinerja apik sepanjang Kabinet Kerja Jilid I adalah alasannya. Salah satu kinerja yang paling diingat adalah pembangunan Tol Trans Jawa yang menyambungkan Merak hingga Banyuwangi. Jokowi menjulukinya sebagai ‘Daendels’ baru. Daendels adalah Gubernur Jenderal Hindia Belanda yang memerintahkan pembangunan jalan dari Anyer, Banten sampai Panarukan, Jawa Timur. 

 

Basuki adalah lulusan S1 Teknik Geologi Universitas Gadjah Mada Yogyakarta, dan meniti karir sebagai PNS Kementerian PUPR. berbekal beasiswa, Basuki melanjutkan pendidikannya di jenjang Magister dan Doktoral di Universitas Colorado, Amerika Serikat. 

 

20. Menteri Perhubungan: Budi Karya

Budi Karya menjabat sebagai Menteri Perhubungan di kabinet sebelumnya menggantikan Ignasius Jonan. Ia sebelumnya memimpin Badan Usaha Milik Daerah di Ibukota yakni PT Pembangunan Jaya Ancol dan PT Jakarta Propertindo (Jakpro). Atas keberhasilannya, ia dipercaya untuk memimpin Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yakni, PT Angkasa Pura II. ia kembali dipilih menjadi Menteri Perhubungan pada kabinet Jokowi Jilid II. 

 

Artikel terkait:

  1. Deretan Spanduk Unik Ala Mahasiswa di Tengah Aksi Demo
  2. GOJEK Akhirnya Menjadi Start Up Decacorn
  3. Yuk, Kenalan dengan Pemilik Pendiri Bioskop, Sukses Berbisnis dan Berkarya

 

21. Menteri Komunikasi dan Informatika: Johnny G. Plate

Johnny Plate adalah lulusan Universitas Katolik Atma Jaya yang memulai bisnis alat-alat perkebunan pada awal 1980-an. Di tahun 2013, ia bergabung ke Partai Kesatuan Demokrasi Indonesia (PKDI) dan diangkat sebagai Ketua Mahkamah PKDI. Kemudian ia pindah ke Partai Nasional Demokrat (NasDem) dan diangkat sebagai Sekretaris Jenderal NasDem. Ia dilantik sebagai Menteri Komunikasi dan Informatika untuk Kabinet Indonesia Maju.

 

22. Menteri Pertanian: Syahrul Yasin Limpo

Syahrul menjabat sebagai Gubernur Sulawesi Selatan dua periode dari tahun 2008 hingga 2018 bersama dengan pasangannya Agus Arifin Nu’mang. Syahrul mendapatkan gelar Sarjana, Magister, dan Doktoral dari Universitas Hasanuddin. 

 

Sebelum menjabat sebagai Gubernur, Syahrul menjabat sebagai Bupati di Kabupaten Gowa dua periode mendampingi Amin Syam. Syahrul menggantikan Arman Sulaiman, Menteri Pertanian periode sebelumnya yang juga berasal dari Sulawesi Selatan. 

 

23. Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan: Siti Nurbaya Bakar

Siti Nurbaya pernah menduduki berbagai jabatan. Mulai dari Kasubid Analisis Statistik hinggal Wakil Ketua Bappeda di Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Provinsi Lampung. Ia juga merupakan pengajar di Kopertis. Siti Nurbaya juga pernah menjabat sebagai Sekretaris Jenderal DPD-RI dari tahun 2006 hingga 2013.

 

Setelah pensiun dari PNS (Sekjen DPD-RI), Siti Nurbaya masuk dunia politik dengan menjabat sebagai Ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai NasDem sebelum dipilih menjadi Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan untuk kedua kalinya,. 

24. Menteri Kelautan dan Perikanan: Edhy Prabowo

Politikus Indonesia yang berasal dari Partai Gerakan Indonesia Raya ini pernah menjabat sebagai Ketua Komisi IV DPR dan Ketua Fraksi Gerindra di MPR RI periode 2014-2019. Edhy menggantikan Susi Pudjiastuti sebagai Menteri Kelautan dan Perikanan di Kabinet Indonesia Maju. 

25. Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi: Abdul Halim Iskandar

Memulai karir politik sebagai Ketua DPC Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Jombang, dan kemudian menjadi Ketua DPW PKB Jatim, Abdul merupakan Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi. Abdul pernah menjadi guru BP di MAN Mambaul MAarif Denanyar, Jombang Kepala SMK Sultan Agung Tebuireng, serta dosen di Institut Keislaman Hasyim Asy’ari.

26. Menteri Agraria, Tata Ruang, dan Kehutanan: Sofyan Djalil

Sofyan Djalil pernah menjabat sebagai Menteri Negara Badan Usaha Milik Negara Indonesia pada Kabinet Indonesia Bersatu. Sebelumnya ia menjabat sebagai Menteri Komunikasi dan Informatika dalam kabinet yang sama pada Oktober 2004 hingga Mei 2007. Bulan Oktober 2014 hingga Agustus 2015, Sofyan adalah Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Indonesia di Kabinet Kerja Periode 2014-2019 oleh Presiden Joko Widodo. 

 

Pada masa perombakan kabinet, ia menjabat sebagai Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional Indonesia atau Kepala Bappenas mulai Juli 2015 hingga Juli 2016 dan digantikan oleh Bambang Brodjonegoro pada perombakan kabinet yang kedua. 

 

27. Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional dan Kepala Bappenas: Suharso Monoarfa

Suharso adalah pengusaha dan politikus berdarah Gorontalo yang merupakan anggota Partai Persatuan Pembangunan. Ia menjabat sebagai Dewan Perimbangan Presiden sejak Januari 2015. Suharso menjabat sebagai Menteri Perumahan Rakyat pada Kabinet Indonesia Bersatu II. 

 

28. Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi: Tjahjo Kumolo

Tjahjo sebelumnya menjabat sebagai Menteri Dalam Negeri Indonesia pada Kabinet Kerja. Ia juga pernah terpilih sebagai anggota DPR-RI dari PDIP periode 2009-2014 dengan wilayah pemilihan Jawa Tengah I dan merupakan Ketua Fraksi PDIP di DPR-RI. Tjahjo adalah anggota Komisi I yang membidangi pertahanan, luar negeri, dan informasi di DPR RI.

 

29. Menteri BUMN: Erick Thohir

Erick Thohir adalah pendiri Mahaka Group yang merupakan perusahaan induk dari perusahaan yang memiliki fokus pada bisnis media dan entertainment. Berbagai unit usaha Mahaka seperti Gen FM & Jak FM, stasiun televisi Jak tv, media luar ruang (out of home) Mahaka Advertising, penerbitan (publishing) yakni Harian Republika,Golf Digest, digital yakni Rajakarcis.com dan berbagai perusahaan lainnya yang bergerak di bisnis olahraga dan hiburan.

 

Erick adalah ketua tim pemenangan Jokowi-Ma’ruf Amin setelah namanya diumumkan pada 7 September 2018. Saat ini ia menjabat sebagai Menteri Badan Usaha Milik Negara ke-9 Kabinet Indonesia Maju.

 

30. Menteri Koperasi dan UKM: Teten Masduki

Aktivis Indonesia yang merupakan Kepala Staf Kepresidenan Indonesia sejak 2015-2018 ini merupakan pemimpin ICW (Indonesian Corruption Watch). Berkat kegigihannya mengungkapkan kasus kasus suap yang melibatkan Jaksa Agung saat itu (Andi M. Ghalib) saat masa pemerintahan B.J.Habibie, Teten dianugerahi Suardi Tasrif Award 1999. 

 

Pada September 2015, Teten dipilih menjadi Kepala Staf Kepresidenan menggantikan Luhut Panjaitan yang menjadi Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan. Tetan diangkat menjadi Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah. 

 

31. Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif: Wishnutama

Salah satu pendiri NET Mediatama Televisi ini, sebelumnya pernah menjabat sebagai Direktur Utama Trans 7, Trans TV, dan NET, serta Komisaris Utama NET. Ia memulai karir dari bawah sebagai Asisten Produksi di New England Cable News Amerika Serikat dan menjadi Asisten Direktur On Air Promotion di WHDH-TV, Boston.

 

32. Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Anak: Gusti Ayu Bintang Darmavati

BIntang menggantikan Yohana Yembise, menteri PPPA terdahulu. Sebelumnya, Bintang merupakan Penasihat Dharma Wanita Persatuan Kementerian Koperasi dan UKM. Melalui lelang, ia dilantik sebagai pejabat Eselon II Pemkot Denpasar, Asisten II Bidang Ekonomi da Pembangunan Setda Kota Denpasar.  

 

33. Menristek dan Kepala Badan Riset Inovasi Nasional: Bambang Brodjonegoro

Menjabat sebagai Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional sejak 2016, sebelumnya ia adalah Menteri Keuangan di kabinet yang sama. Ia menjabat sebagai Wakil Menteri Keuangan RI di Kabinet Indonesia Bersatu II. Saat ini, ia kembali menjabat sebagai Menristek dan Kepala Badan Riset Inovasi Nasional di Kabinet Indonesia Maju. 

 

34. Menteri Pemuda dan Olahraga: Zainudin Amali

Anggota Partai Golongan Karya yang menjabat sebagai Ketua DPP Partai Golkar 2014-2019 ini terpilih menjadi anggota DPR-RI empat kali, yakni mewakili Propinsi Gorontalo pada periode 2004-2009 serta 3 kali mewakili Propinsi Jawa Timur pada periode 2009-2014, periode 2014-2019, serta periode 2019-2024.

 

Ia pernah memperoleh Penghargaan Konservasi Danau Limboto (Limboto Lake Conservation Award) untuk Kategori Prakarsa Konservasi. Beliau kini ditunjuk menjadi Menteri Pemuda dan Olahraga pada kabinet Indonesia Maju oleh Presiden Joko Widodo dan Ma’ruf Amin.

 

35. Kepala Staf Kepresidenan: Moeldoko

Tokoh militer Indonesia ini kembali menjabat sebagai Kepala Staf Kepresidenan. Ia pernah menjabat sebagai Panglima TNI dan Kepala Staf TNI Angkatan Darat. Berbagai tanda jasa seperti Bintang Dharma, Bintang Bhayangkara Utama, Bintang Yudha Dharma Pratama, Bintang Kartika Eka Paksi Pratama, Bintang Yudha Dharma Nararya, Bintang Kartika Eka Paksi Nararya, Satya Lencana Dharma Santala, Satya Lencana Kesetiaan XXIV tahun, Satya Lencana Kesetiaan XIV tahun, Satya Lencana Kesetiaan VIII tahun, Satya Lencana Seroja, Satya Lencana Wira Dharma, dan Satya Widya Sista diperolehnya selama berkarir di dunia militer.

36. Sekretaris Kabinet: Pramono Anung

Mantan Wakil Ketua DPR-RI mewakili PDI-P periode 2009-2014 ini merupakan Sarjana Teknik Pertambangan ITB, Magister Manajemen UGM, dan Doktor Ilmu Komunikasi Politik Unpad. 

 

Ia pernah memangku berbagai posisi penting seperti direktur di PT. Tanito Harum (1988-1996) dan PT. Vietmindo Energitama (1979-1982), serta komisaris di PT. Yudhistira Haka Perkasa (1996-1999). Saat ini ia menjabat sebagai Sekretaris Kabinet Indonesia Maju. 

 

37. Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal: Bahlil Lahadalia

Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BPKM) Kabinet Indonesia Maju ini adalah Kepala BKPM ke-19. Sebelumnya, Bahlil adalah Ketua Umum BPP HIPMI periode 2015-2019.

38. Jaksa Agung: ST Burhanuddin

Burhanuddin bukanlah berasal dari Kader Parpol. Burhanuddin adalah pensiunan jaksa muda perdata di lingkungan Kejaksaan Agung sejak 2014. Burhanuddin mengawali karirnya sebagai staf Kejaksaan Tinggi Jambi sejak tahun 1989. Jabatannya naik sebagai Direktur Eksekusi dan Eksaminasi Kejaksaan Agung dan berlanjut sebagai Kejaksaan Tinggi Kejati Maluku Utara pada tahun 2008 hingga tahun 2009. 

 

Ia pernah menjadi Kepala Kejaksaan Tinggi Maluku Utara dan Kepala Kejaksaan Tinggi Sulawesi Selatan dan Barat. Saat menjabat sebagai Kepala Kejati Sulawesi Selatan dan Barat pada tahun 2010, Burhanuddin cukup fokus pada penanganan kasus korupsi.

 

Itulah profil ke-38 menteri dan juga staf khusus Kabinet Indonesia Maju. Terlepas dari pro dan kontra susunan menteri di jajaran Kabinet Indonesia Maju, pasti Presiden dan Wakil Presiden memiliki alasan sehingga memutuskan mengangkat mereka di kabinet terbarunya. Mari awasi dan kritisi jika kinerja mereka melenceng. Selamat bekerja, wahai pelayan rakyat!

 

CTABARU3

Mobile Site CTA


Anastasia Galuh Anastasia Galuh