Sejak terjadi pemutusan hubungan kerja massal akibat pandemi, banyak orang semakin sadar akan pentingnya dana darurat. Dana ini merupakan dana yang dipakai sewaktu-waktu dalam situasi mendesak. 

 

Banyak karyawan yang tidak siap ketika dirumahkan, karena tidak memiliki pegangan dana. Itulah mengapa penting memiliki dana darurat untuk mengantisipasi situasi tak terduga. 

 

Cara Mengelola Dana Darurat di Saat Mendesak

 

Penggunaan dan pengumpulan dana darurat ini sendiri tidak sembarangan. Jika kamu sudah mengumpulkan dana darurat, tentunya kamu perlu mengelola dana darurat sehingga penggunaannya tepat sasaran.

 

Apabila kamu terjebak dalam situasi mendesak dan terpaksa menggunakan dana darurat, berikut ini tips untuk mengelola dana darurat kamu sehingga penggunaannya tepat:

 

1. Lakukan budgeting untuk mengetahui kebutuhan per bulan

 

Saat kamu harus menggunakan dana darurat kamu, terlebih karena pemutusan hubungan kerja, kamu perlu melakukan budgeting ulang. 

 

Kurangi budget untuk hal-hal yang diinginkan dan berfokus memenuhi kebutuhan. Dengan begitu, kamu akan mengetahui berapa dana darurat yang harus kamu gunakan.

 

Jika kamu sudah tahu berapa kebutuhan kamu tiap bulan, kamu akan punya angka jelas, berapa dana darurat yang bisa kamu gunakan per bulannya.

 

Saran saya, kamu boleh mengambil dana darurat tersebut per bulan atau per minggu jika ingin lebih ketat. Tentunya kamu hanya mengambil sejumlah kebutuhan kamu dan harus menahan diri untuk memenuhi keinginan kamu.

 

2. Bedakan mana kebutuhan dan mana keinginan

 

Tips mengelola dana darurat yang selanjutnya adalah membedakan mana yang menjadi kebutuhan dan mana keinginan dengan tepat. 

 

Memang klise, namun kita harus mengetahui hal ini sehingga kita tidak menghabiskan uang kita ke hal-hal yang tidak diperlukan.

 

Sebagai contoh, jika handphone kita rusak dan perlu diganti, ada baiknya kita membeli handphone pengganti secepatnya, namun dengan budget yang secukupnya. 

 

Kurang tepat jika kamu menggunakan dana darurat untuk membeli handphone impian kamu dengan alasan yang lama sudah rusak.

 

Contoh lain, untuk kebutuhan makan disaat kamu harus memenuhinya dengan dana darurat, kamu bisa membeli bahan makanan sendiri dan memasak di rumah. 

 

Dibandingkan dengan kamu membeli makanan dari restoran, tentu akan lebih hemat jika memasak sendiri bukan?

 

3. Selain untuk kebutuhan, gunakan dana darurat jika ada situasi yang darurat

 

Tentunya situasi yang darurat bagi setiap orang sangatlah subjektif dan berbeda-beda. Namun, dalam mengelola dana darurat, ada beberapa ciri-ciri darurat yang bisa dikenali:

 

  • Alat transportasi mogok dan perlu diservis
  • Rumah atau perabotan rumah rusak dan perlu direnovasi atau segera diganti
  • Handphone mati total dan tidak bisa digunakan, tentunya kamu membeli handphone dengan budget yang tidak berlebihan
  • Perlu memeriksa kondisi kesehatan ke dokter dan tidak di-cover oleh asuransi pribadi kamu (karena asuransi pribadi biasanya hanya cover rawat inap)

 

Itulah situasi darurat yang dimaksudkan. Jadi, jika ada merek sepatu kesukaan kamu yang sedang diskon 70 persen namun kamu tidak ada budget untuk berbelanja di bulan itu, hal tersebut bukanlah hal darurat.

 

Artikel Terkait: Cara Mudah Kumpulkan Dana Darurat

  1. Alasan Orang Sulit Menabung untuk Dana Darurat
  2. Beda Tabungan dengan Dana Darurat

 

4. Isi kembali dana darurat kamu jika kamu sudah mulai mendapatkan pemasukan kembali

 

Jika kamu sudah kembali mendapatkan pekerjaan dan memiliki pemasukan, kamu perlu mengisi dana darurat kamu kembali sampai nominal yang telah kamu tentukan.

 

Kembali sisihkan 5 persen sampai 10 persen dari pendapatan kamu, atau langsung isikan dana darurat kamu ketika kamu mendapat bonus atau tunjangan hari raya.

 

5. Mengelola dana darurat di rekening yang berbeda dari rekening sehari-hari kamu

 

Beberapa orang mengumpulkan dana darurat di rekening bank yang berbeda dari tabungan sehari-hari mereka.

 

Hal ini perlu kamu lakukan agar mengurangi resiko dana darurat terpakai secara tidak sengaja jika disimpan di rekening sehari-hari kamu.

 

 

Kamu juga bisa menggunakan instrumen investasi rendah resiko yang tetap memberikan return cukup untuk mengatasi inflasi. 

 

Selain itu, pastikan instrumen ini cukup liquid dan bisa dengan mudah kamu cairkan sewaktu-waktu kamu membutuhkannya.

 

Beberapa instrumen yang bisa kamu coba gunakan adalah reksadana pasar uang dan tabungan berbunga tinggi dari deposito bank-bank digital yang sedang marak. 

 

Kedua instrumen ini memenuhi kriteria yang saya sebutkan, yaitu rendah resiko, memberi return yang melawan inflasi, serta liquid dan mudah dicairkan.

 

Demikian tips dan trik mengelola dana darurat di saat kondisi yang mendesak. Perlu diingat bahwa nominal dana darurat ini tidak boleh terlalu kecil. 

 

Karena, jika terlalu kecil, berpotensi tidak cukup saat hal darurat terjadi. Tapi dana darurat juga tidak perlu terlalu besar agar dana kamu bisa diinvestasikan dengan lebih tepat. 

 

Tentu kita tidak berharap untuk menggunakan dana darurat, karena biasanya digunakan untuk hal-hal tidak terduga. Namun, pahami bahwa hal ini mungkin terjadi dan kamu perlu menggunakan dana darurat dengan bijaksana dan disiplin.