SWARA – Investasi yang bisa memberi keuntungan di masa depan ternyata belum bisa diterima oleh semua orang. Sebab, ada anggapan bahwa keuntungan yang didapat itu termasuk riba. Namun, saat ini investasi syariah datang untuk mengatasi hal itu. 

Orangtua saya tertarik dengan investasi syariah karena merasa lebih tenang dengan hasil keuntungannya daripada investasi konvensional. Nah, jika kamu juga mulai tertarik dengan investasi syariah, berikut serba serbi yang harus kamu tahu.

 

1. Keunggulan investasi syariah

Investasi syariah dianggap lebih berkah karena mengedapankan nilai-nilai islami daripada investasi konvensional. Investasi syariah tentu bisa menambah kekayaan seperti halnya investasi konvensional, tapi dengan sistem syariah kamu yang muslim tak perlu khawatir dengan riba karena pembagian keuntungannya sudah diatur sesuai dengan syariat, sehingga halal untuk diikuti. Dengan rutin berinvestasi syariah kamu akan mendapatkan keuntungannya dalam jangka panjang.

 

Artikel terkait: Mengenal lebih dalam tentang investasi syariah
1. Mengenal Investasi Syariah dan Produk yang Bisa Dicoba
2. Investasi Syariah Makin Disukai Milenial, Benarkah?
3. Tahukah Kamu? Kini, Investasi Saham Syariah Mulai Dilirik Banyak Peminat

 

2. Beda investasi syariah dengan konvensional

Lalu apa yang menyebabkan investasi syariah dianggap lebih baik dibandingkan investasi konvensional? Investasi syariah nggak hanya mencari keuntungan semata, tapi juga ada aspek sosial di dalam investasi yang dijalankan. Sebagian keuntungan yang didapat akan dipotong untuk sedekah, berbeda dengan investasi konvensional yang murni untuk mencari keuntungan. 

Selain itu investasi syariah juga menggunakan akad atau perjanjian yang ketat sesuai dengan ajaran Islam. Akadnya bisa berupa kerja sama antara investor dan manajer investasi, perjanjian sewa menyewa, dan perjanjian bagi hasil, sehingga semuanya jelas dari mana keuntungan yang didapat. 

Investor pun akan tahu bagaimana uang disalurkan oleh pihak bank dan berapa keuntungannya, selain itu investor juga sudah diberi tahu mengenai harga investasi yang harus dibayarkan sehingga nggak ada lagi penarikan biaya yang kurang jelas untuk kebutuhan lain di luar investasi.

 

3. Produk-produk investasi syariah

Ternyata nggak semua produk investasi konvensional bisa dijadikan syariah. Hanya beberapa produk investasi saja yang bisa dijadikan syariah karena proses penyaluran dananya. Reksadana menjadi salah satu produk investasi yang bisa dilakukan secara syariah dengan sedikit modifikasi pada proses cleansing

Beberapa pendapatan pada reksadana konvensional ada yang didapat bukan dari hasil pengelolaan uang oleh manajer investasi, melainkan dari proses pengendapan uang yang nggak sesuai syariah, sehingga proses cleansing ini dihilangkan dan dijadikan uang untuk beramal.

Saham pun kini ada versi syariah. Hal yang membedakan adalah perusahaan yang termasuk dalam saham syariah adalah perusahaan yang sesuai syariat Islam. Perusahaan seperti bank konvensional, minuman beralkohol, atau rokok tentu nggak bisa masuk ke dalam saham syariah.

Ada lagi investasi emas yang juga termasuk syariah karena berinvestasi emas nilai uangnya adalah mengikuti harga emas yang selalu berubah sehingga keuntungannya bukan dari bunga namun selisih nilai jual emas. Begitu juga dengan properti syariah yang keuntungannya didapat dari hasil penjualan setelah harganya naik. 

Sedangkan yang terakhir adalah deposito bagi hasil. Karena dengan sistem bagi hasil maka keuntungan yang didapat bergantung pada penghasilan dari pengelolaan uang yang diinvestasikan sehingga keuntungan yang didapat benar-benar berasal dari hasil untung dari bisnis yang dijalankan dengan uang modal, bukan bunga.

4. Ingat tujuan awal berinvestasi

Jika kamu sudah memilih investasi syariah yang paling cocok untukmu, maka nggak hanya demi menghindari riba saja, kamu juga harus mengingat kembali tujuan awal berinvestasi yaitu untuk mendapatkan keuntungan. Dengan tujuan ini kamu harus tertib menyetorkan uang untuk investasi karena meskipun syariah, pihak penyedia investasi akan tetap memberlakukan denda jika terlambat menyetorkan uang investasi.

 

Artikel terkait: Ragam produk syariah
1. SWARA KAMU: Bank Syariah vs Bank Konvensional, Sama Atau Berbeda?
2. Jangan Sampai Salah, Ini Sepuluh Cara Memilih Asuransi Syariah yang Tepat!
3. SWARA KAMU: Kerangka Penerapan Audit Syariah

 

5. Prioritaskan keuangan untuk investasi syariah

Jika kamu sudah berkomitmen untuk berinvestasi syariah, maka kamu harus bisa memrioritaskan dana untuk berinvestasi. Jangan sampai bujet untuk berinvestasi malah habis digunakan untuk membeli barang yang bersifat keinginan. Utamakan investasi dulu agar kamu lebih lega jika sudah menyisihkan uang untuk masa depan. Selain kantong aman, hati pun nyaman karena bisa berinvestasi dengan halal.

Itulah serba serbi investasi syariah yang menguntungkan tapi tetap halal. Sekarang sudah nggak ada keraguan lagi untuk berinvestasi karena sudah paham bagaimana investasi syariah bekerja dibandingkan investasi konvensional.