Di era modern ini, ada banyak pilihan investasi yang dapat dipilih oleh kaum milenial dan investor pemula. Salah satu yang saat ini cukup populer adalah investasi valuta asing (valas). 

 

Kamu mungkin mengalami sendiri, kini banyak perusahaan investasi menawarkan berbagai jenis investasi secara langsung. Nah, bagi yang bertanya-tanya seperti apa sih peluang investasi valas, yuk kita bahas. 

 

Apa sih investasi valuta asing itu?

 

Valuta asing adalah mata uang asing. Di seluruh dunia, tentu ada ratusan jenis mata uang yang dapat dibeli oleh siapapun. 

 

Masyarakat mungkin lebih mengenal investasi valas dalam bentuk dolar Amerika Serikat (AS). Mata uang dolar AS ini dipercaya nilainya akan terus meningkat, apalagi bila dibandingkan dengan rupiah. 

 

Itulah mengapa banyak masyarakat yang menyimpan dolar AS sebagai salah satu bentuk investasi valuta asing. 

 

Selain dolar AS, tentunya masih ada banyak valuta asing lainnya yang layak dijadikan sebagai bentuk investasi. Misalnya euro, pound sterling, yen Jepang, dolar Australia, hingga mata uang negara-negara kecil atau negara eksotis. 

 

Cara memulai investasi valuta asing 

 

Ada dua pilihan cara yang bisa dicoba ketika kamu ingin mencoba investasi valas. Berikut ini pilihan cara tersebut. 

 

Valuta asing fisik 

 

Cara pertama adalah membeli mata uang asing secara fisik. Misalnya dengan menyimpan uang dolar secara fisik, bukan dengan penyimpanan di bank. 

 

Caranya cukup mudah, kamu tinggal mendatangi bank atau ke money changer untuk menukarkan uang rupiah dengan mata uang asing yang diinginkan. 

 

Ketika ingin dijual, kamu bisa langsung melakukan penjualan ke bank ataupun money changer kembali. Biasanya, akan ada selisih harga jual dan beli yang ditetapkan oleh pihak bank atau money changer tersebut. 

 

Futures or Contract for Difference (CFD)

 

Nah, bagi yang suka dengan trading dan spekulasi, membeli mata uang asing dapat dilakukan dengan instrumen futures atau contract for Difference (CFD).

 

Dalam CFD, kita tidak benar-benar membeli sebuah mata uang, melainkan kita membuat sebuah kontrak dengan pihak kedua untuk “menebak” arah pasar. 

 

Cara investasi valas dengan instrumen futures sudah banyak digunakan di Indonesia. Broker futures atau CFD juga banyak dan sudah menjamur di Indonesia.

 

Jika ingin mulai berinvestasi, kamu tinggal memilih broker mana yang kira-kira kredibel dan sudah teregulasi oleh Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi atau Bappebti. 

 

Keuntungan berinvestasi dengan valuta asing

 

Bagi kamu yang berencana untuk melakukan investasi valas, ketahuilah bahwa ada beberapa keuntungan yang dirasakan, yaitu: 

 

1. Pasar buka 24 jam

 

Pasar valuta asing terbuka 24 jam setiap hari. Ini sangat menguntungkan bagi kamu yang ingin melakukan investasi saham secara jangka pendek. 

 

Jika di pagi hari kamu bekerja dan tidak ada waktu untuk melakukan trading valuta asing, maka kamu dapat melakukannya di malam hari. 

 

Investasi valuta asing tentu menyediakan jam trading yang paling fleksibel dibanding investasi lainnya.

 

2. Banyak tools yang bisa dimanfaatkan untuk melakukan analisa

 

Jika kamu trading dengan instrumen futures, ada banyak broker futures valuta asing di Indonesia yang siap membantumu. 

 

Tentu saja, sebaiknya hanya pilih broker resmi yang sudah teregulasi oleh Bappebti. Broker valuta asing di Indonesia yang legal sudah banyak, kok.

 

Broker cukup membantu dengan memberikan edukasi pasar, jadi kamu tidak perlu menggunakan broker ilegal. 

 

Selain itu, tools analisa dan platform yang disediakan untuk investasi valuta asing lebih lengkap daripada tools dari platform investasi lain. 

 

3. Hanya perlu modal kecil

 

Dengan instrumen futures, kamu akan mendapat leverage. Leverage adalah pinjaman uang untuk investasi valuta asing yang disediakan broker.

 

Leverage ini memungkinkan kamu mendapatkan keuntungan besar dengan modal kecil. Semakin besar leverage-nya, semakin besar pula potensi keuntungannya.

 

Tapi hati-hati, hal yang sama juga berlaku dengan potensi kerugiannya. Leverage dapat menjadi pedang bermata dua. Jika dimanfaatkan dengan baik, akan sangat menguntungkan bagi investasi valuta asing kalian.

 

Risiko investasi valuta asing

 

Layaknya instrumen investasi kebanyakan, investasi valas tentu memiliki risikonya tersendiri. Apa saja risiko tersebut? Mari kita simak. 

 

1. Fluktuasi harga

 

Risiko fluktuasi harga memang tidak dapat terelakkan dalam investasi valuta asing. Setiap detik, nilai tukar di pasar terus bergerak naik dan turun. 

 

Karena ketidakpastian ini, maka investasi valas tidak bisa diandalkan untuk mengambil keuntungan jangka pendek. Selain itu, investasi ini juga akan menjadi ajang kita berspekulasi terus-menerus. 

 

Artikel Terkait: Serba-serbi Investasi Valas

  1. Untung Rugi dan Cara Mulai Investasi Dollar
  2. Rekomendasi 5 Mata Uang Asing untuk Investasi

 

2. Valuta asing bukanlah aset yang produktif

 

Banyak orang melakukan pertukaran valuta asing secara jangka pendek, entah itu secara fisik maupun futures, untuk mengambil keuntungan jangka pendek saja.

 

Tapi, perlu diketahui bahwa valuta asing bukanlah aset yang produktif. Membeli valuta asing sama seperti menukar kertas dengan kertas lain. Valas itu tidak dapat menghasilkan sesuatu jika dibiarkan saja. 

 

Ada baiknya ketika melakukan investasi valuta asing, valuta asing tersebut dimasukkan ke dalam deposito valas agar dapat menghasilkan bunga.

 

3. Valas tidak dirancang untuk kenaikan maupun penurunan nilai

 

Sebuah mata uang diciptakan oleh pemerintah bukan untuk mengalami kenaikan maupun penurunan nilai. Tujuan dibuatnya mata uang adalah sebagai alat tukar yang stabil. 

 

Pemerintah tidak akan membiarkan mata uangnya menguat terlalu tinggi, karena akan melukai ekonomi dalam negeri. 

 

Setiap negara pasti akan berusaha menstabilkan mata uangnya masing-masing, meskipun secara jangka pendek tentu ada fluktuasi-fluktuasi pasar yang tidak dapat dihindarkan. 

 

Itulah beberapa hal yang perlu diperhatikan ketika mencoba investasi valuta asing. Tentunya, ada sisi positif dan negatif dari setiap instrumen investasi. Jadi, pertimbangkan dengan baik sebelum memulai investasi apapun, ya.