Beranda > Finansial > 5 Cara Meraih Kekayaan Berdasarkan Tradisi Tionghoa

5 Cara Meraih Kekayaan Berdasarkan Tradisi Tionghoa

5 Cara Meraih Kekayaan Berdasarkan Tradisi Tionghoawatermark

TUNAIKU.COM – Masyarakat Indonesia kembali diresahkan oleh isu SARA yang dilatarbelakangi aksi pembakaran sejumlah vihara di Tanjung Balai, Sumatera Utara. Peristiwa ini makin menimbulkan kontroversi lantaran banyak konten-konten provokatif yang tersebar di media sosial. Hm, padahal ‘kan negara kita punya semboyan “Bhineka Tunggal Ika”,  yang menghargai keragaman latar belakang penduduknya.

Meski bukan etnis asli nusantara, namun keberadaan warga keturunan Tionghoa telah ada sejak zaman dahulu, lho. Mereka melebur dengan budaya asli dan ikut memberikan sumbangsih dalam membangun negara ini. Bahkan, masyarakat keturunan Tionghoa dikenal pandai mendirikan lapangan usaha yang berhasil mendatangkan kekayaan.

Ternyata rahasia kesuksesan mereka bukan cuma karena berdagang aja, lho. Budaya etnis Tionghoa mengajarkan bagaimana cara mengelola keuangan dan melakukan pengorbanan demi keberhasilan. Nah, daripada kamu terpancing emosi oleh konten-konten provokatif yang memecah belah kita, mending intip 5 cara meraih kekayaan berdasarkan tradisi Tionghoa berikut.

 

1. Nggak ada kekayaan tanpa kerja keras dan semangat pantang menyerah

Bagi keturunan Tionghoa, kekayaan bukanlah hal yang turun dari langit seketika. Meski memiliki orang tua yang berkecukupan, mereka tetap harus belajar mencari uang dari hasil jerih payah sendiri. Ketika kekayaan telah menjadi tujuan hidup mereka, mereka akan bekerja keras dan pantang menyerah untuk mendapatkannya.  Karena sudah merasakan jatuh bangun meraih kesuksesan, mereka cenderung akan menghargai kekayaan yang didapatkan. Mereka nggak lantas menghamburkannya untuk kesenangan sesaat.

 

2. Menyisihkan 50% pendapatan untuk ditabung. Berani coba?

Keturunan Tionghoa benar-benar menghargai pendapatan yang didapat dari kerja keras yang sudah dilakukan. Mereka nggak mau pengorbanannya selama ini sia-sia. Makanya, mereka biasanya menyisihkan 50% dari pendapatan untuk ditabung. Nggak sampai di situ, mereka juga jeli dalam memilih bank. Mereka akan membandingkan jumlah suku bunga hingga biaya administrasi antarbank.

Konsekuensi dari prinsip menabung ini, mereka harus bisa menjalani hari-hari dengan tetap  berhemat. Mereka percaya bahwa tabungannya itulah yang akan menyelamatkan kondisi mereka di saat-saat mendesak. Jadi, penghematan yang mereka lakukan bukan berarti pelit, lho.

 

3. Nggak berhenti di tabungan, keturunan Tionghoa juga mengalokasikan pendapatannya untuk investasi

Menabung doang, sih belum cukup. Keturunan Tionghoa juga akan mengalokasikan kelebihan uangnya untuk berinvestasi. Bukannya menambah jumlah mobil yang nilai asetnya menurun seiring berjalannya waktu, mereka biasanya melirik properti, saham, hingga obligasi. Dengan melirik investasi yang menjanjikan kenaikan tingkat keuntungan, mereka percaya hal tersebut dapat menambah total kekayaannya di masa depan.

 

4. Menjalin hubungan baik dengan orang lain yang memiliki pengaruh positif

Bukan berarti keturunan Tionghoa pilih-pilih kawan, lho. Hanya saja, mereka cermat dalam memperkirakan mana saja relasi yang bisa mendatangkan keuntungan bagi mereka. Mereka nggak segan untuk mengeluarkan uang demi menjamu pihak-pihak tersebut. Anggapannya, perlakuan baik yang mereka tunjukkan pada orang lain merupakan salah satu wujud investasi. Mereka percaya bahwa orang-orang yang mengingat kebaikan mereka akan menolongnya ketika mereka membutuhkan.

 

5. Konsisten dalam menerapkan manajemen keuangan seperti keempat cara sebelumnya

Nggak berhenti sampai bekerja keras, menabung, berinvestasi, dan menjalin relasi saja. Keturunan Tionghoa biasanya gigih mengejar tujuan dan mengelola keuangannya. Meski mereka telah memiliki kekayaan dalam tahapan tertentu, mereka tetap konsisten menjalani hidup hemat. Mereka percaya bahwa kekayaan yang sudah didapat secara jangka panjang, bukan untuk dihambur-hamburkan dalam sekejap saja.

 

Mungkin, kamu telah menerapkan salah satu dari keempat cara di atas meskipun kamu bukan keturunan Tionghoa. Bahkan, bisa saja kamu telah bekerja keras dan menabung namun belum mampu konsisten menjalankannya. Kalaupun belum sama sekali, kamu bisa mencontoh kelima cara memperoleh kekayaan berdasarkan tradisi Tionghoa di atas. Yang pasti, kesuksesan nggak datang dengan sendirinya kecuali kamu mau berusaha.Tentu, tiap budaya mengajarkan kebaikan-kebaikan dengan caranya masing-masing. Yuk, ceritakan ke Tunaiku gimana cara mengelola uang dan meraih keberhasilan yang diajarkan budayamu! Tulis di kolom komentar, ya.

Populer

Butuh Pinjaman Tunai, Cepat, dan Mudah?

Estimasi cicilan per bulan Nett.
Tanpa biaya apapun

Rp.0,-Nett

Butuh Pinjaman Tunai, Cepat, dan Mudah?

Estimasi cicilan per bulan Nett.
Tanpa biaya apapun

Rp.0,-Nett