SWARA – Banyak pekerja berharap mendapatkan bantuan tunai untuk membantu kebutuhan harian, salah satunya dari BSU BPJS Ketenagakerjaan. Tapi sebenarnya, apa itu BSU BPJS Ketenagakerjaan? Apakah kamu salah satu penerimanya?

 

Kalau kamu adalah pekerja aktif dan terdaftar di BPJS Ketenagakerjaan, penting untuk memahami informasi ini agar terhindar dari informasi palsu dan penipuan. Yuk, kita bahas secara lengkap dan santai supaya mudah dipahami.

 

Apa Itu BSU BPJS Ketenagakerjaan?

 

BSU adalah singkatan dari Bantuan Subsidi Upah, yaitu program bantuan dari pemerintah yang diberikan kepada pekerja dengan kriteria tertentu. Data penerima biasanya mengacu pada kepesertaan aktif di BPJS Ketenagakerjaan.

 

Program ini pernah dijalankan pemerintah sebagai bentuk dukungan kepada pekerja yang terdampak kondisi ekonomi, seperti saat pandemi atau tekanan ekonomi lainnya.

 

Namun, perlu diingat bahwa, BSU bukan program dari BPJS Ketenagakerjaan, melainkan program pemerintah yang menggunakan data BPJS sebagai dasar verifikasi penerima.

 

Tujuan Bantuan Subsidi Upah BPJS Ketenagakerjaan

 

Program BSU ini dibuat dengan beberapa tujuan utama, di antaranya:

 

  • Membantu pekerja dengan penghasilan di bawah batas tertentu di tengah tekanan ekonomi
  • Menjaga stabilitas ekonomi dan daya beli masyarakat sehingga roda ekonomi berputar
  • Meringankan beban pekerja di tengah inflasi tinggi

 

BSU menjadi kebijakan sementara sesuai kondisi nasional. Biasanya program bersifat temporer dan pelaksanaannya mengikuti kebijakan pemerintah serta situasi ekonomi yang sedang berlangsung.

 

Baca Juga: Cairkan Saldo BPJS Ketenagakerjaan Anti-Ribet: Pakai Aplikasi JMO!

 

Syarat Umum Penerima BSU

 

Meskipun setiap periode kebijakan bisa berbeda, secara umum syarat penerima Bantuan subsidi BPJS Ketenagakerjaan biasanya meliputi:

 

  • Warga Negara Indonesia (WNI)
  • Memiliki NIK yang terdaftar
  • Terdaftar aktif sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan
  • Memiliki gaji maksimal Rp3.500.000 (dapat berubah sesuai kebijakan pemerintah)
  • Bukan PNS, TNI, atau Polri
  • Tidak sedang menerima bantuan sosial lainnya (tergantung kebijakan)

 

Karena menggunakan data BPJS, pastikan perusahaan telah melaporkan data kepesertaan dengan tepat. 

Cara Mengecek Status Penerima BSU BPJS Ketenagakerjaan

 

Saat program BSU aktif, biasanya pemerintah menyediakan beberapa kanal resmi untuk mengecek apakah kamu termasuk penerima atau tidak. 

 

Lalu, BSU BPJS Ketenagakerjaan 2026 kapan cair? Sampai saat ini pemerintah Indonesia belum mengumumkan jadwal resmi kapan BSU 2026 akan dicairkan. Kamu bisa mengecek statusnya dengan cara berikut. 

1. Cek Melalui Website Resmi Pemerintah

 

Saat program BSU berjalan, pemerintah biasanya menyediakan link daftar BSU BPJS Ketenagakerjaan 2025 dan untuk tahun berikutnya. 

 

Langkah-langkahnya:

 

  1. Buka laman website bsu.kemnaker.go.id
  2. Masukkan NIK (Nomor Induk Kependudukan)
  3. Isi data tambahan yang diminta (misalnya tanggal lahir atau kode verifikasi)
  4. Klik tombol cek
  5. Sistem akan menampilkan status penerimaan BSU

 

Pastikan kamu hanya mengakses halaman website yang resmi dari pemerintah untuk menghindari penipuan.

2. Cek Melalui Akun BPJS Ketenagakerjaan (JMO)

 

Kamu juga bisa mengecek notifikasi melalui aplikasi resmi seperti JMO (Jamsostek Mobile).

 

Langkah-langkahnya:

 

  1. Login ke aplikasi JMO
  2. Pastikan status kepesertaan kamu aktif
  3. Cek bagian notifikasi atau pengumuman
  4. Jika terdaftar sebagai penerima, biasanya akan muncul pemberitahuan

 

Meskipun BPJS bukan pemberi bantuan, data kepesertaan kamu di sistem sangat menentukan kelayakan.

3. Konfirmasi ke HRD Perusahaan

 

Kamu juga bisa melakukan konfirmasi ke HRD perusahaan kamu. Karena data BSU bersumber dari perusahaan, HRD biasanya mendapatkan informasi awal mengenai daftar karyawan yang masuk kriteria penerima.

 

Kamu bisa menanyakan apakah perusahaan menerima pemberitahuan terkait BSU dan apakah data kamu sudah dilaporkan dengan benar. 

 

Terkadang kegagalan menerima BSU bukan karena tidak memenuhi syarat, tetapi karena data kamu yang belum diperbarui. 

4. Cek Rekening Secara Berkala

 

Jika verifikasi BSU BPJS Ketenagakerjaan terhadap data diri kamu sudah benar, dana biasanya ditransfer langsung ke rekening. 

 

Karena itu pastikan rekeningmu masih aktif, nama di rekening sudah sesuai dengan data BPJS, serta tidak ada kesalahan nomor rekening. 

 

Beberapa kasus mungkin gagal transfer terjadi karena perbedaan nama atau rekening tidak aktif.

 

Baca Juga: Cara Cairin BPJS Ketenagakerjaan Anti Ribet: Pakai Aplikasi JMO

Kenapa Ada yang Tidak Mendapatkan BSU?

 

Kemungkinan ada pegawai yang tidak mendapatkan BSU. Beberapa alasan umum seseorang tidak menerima BSU antara lain:

 

  • Data kepesertaan BPJS tidak aktif
  • Upah yang dilaporkan melebihi batas
  • Data NIK tidak sinkron
  • Sudah menerima bantuan sosial lain

 

Oleh sebab itu, penting memastikan data kamu di perusahaan sudah benar dan aktif.

Waspada Penipuan Mengatasnamakan BSU

 

Setiap kali ada program bantuan, biasanya muncul oknum yang mencoba memanfaatkan situasi. Beberapa modus yang perlu diwaspadai seperti pesan WhatsApp meminta data pribadi, mengirimkan link palsu yang menyerupai website resmi, serta permintaan biaya transfer. 

 

Ingat, program resmi pemerintah ini tidak dipungut biaya apa pun. Jadi, kamu harus selalu waspada. 

 

Baca Juga: Yuk Daftar BPJS Online, Kenali Manfaatnya untuk Hidupmu!

Ajukan Pinjaman di Tunaiku by Amar Bank

 

BSU BPJS Ketenagakerjaan memang bisa menjadi angin segar saat kondisi ekonomi sedang sulit. Namun, karena program ini bersifat situasional, tidak semua pekerja bisa mendapatkannya.

 

Kamu bisa menggunakan dana BSU untuk kebutuhan mendesak seperti biaya sekolah anak, biaya berobat jika dibutuhkan, serta pengembangan diri supaya memiliki peluang karir lebih baik. 

 

Jika dibutuhkan, kamu juga bisa mengajukan dana pinjaman hingga Rp30 juta tanpa agunan dari Tunaiku by Amar Bank. Tunaiku memiliki cicilan tetap setiap bulan, serta tenor hingga 30 bulan, sehingga lebih mudah direncanakan dalam anggaran keuangan.

 

Meski begitu, pastikan kamu tetap bijak sebelum mengajukan pinjaman. Hitung kemampuan bayar secara realistis dan gunakan pinjaman sebagai solusi terencana, bukan keputusan terburu-buru.