SWARA – Berapa lama uang pesangon cair? Pertanyaan ini sering muncul setelah karyawan resmi terkena PHK. Menunggu kepastian pesangon tentu bisa menambah rasa cemas. Apalagi bagi sebagian orang, pesangon menjadi penopang hidup sembari mencari pekerjaan baru.

 

Ada perusahaan yang membayarkan langsung setelah proses PHK selesai, tetapi ada juga yang mencicil atau menunda karena alasan tertentu. Lalu sebenarnya, berapa lama uang pesangon cair menurut hukum ketenagakerjaan? Simak penjelasan lengkapnya berikut ini.

 

Berapa Lama Uang Pesangon Cair Sesuai Aturan? 

 

Dalam regulasi mengenai uang pesangon yang diatur dalam Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja dan Peraturan Pemerintah Nomor 35 Tahun 2021, tidak disebutkan secara spesifik batas waktu dalam hitungan hari dan berapa lama pesangon cair. 

 

Hal yang diatur adalah kewajiban perusahaan untuk membayar hak pekerja ketika terjadi PHK. Secara praktik, pesangon umumnya dibayarkan setelah hubungan kerja resmi berakhir.

Waktu Pencairan Uang Pesangon 

 

Di lapangan, waktu pencairan pesangon bisa berbeda-beda tergantung kondisi perusahaan. Berikut gambaran umumnya.

1. Dibayarkan di Hari Terakhir Kerja

 

Beberapa perusahaan membayarkan pesangon bersamaan dengan gaji terakhir, tepat di hari efektif PHK. Ini biasanya terjadi jika proses administrasi sudah selesai, kondisi keuangan perusahaan stabil, serta perhitungan hak sudah disepakati. 

2. Dibayarkan Beberapa Hari hingga 30 Hari Setelah PHK

 

Dalam banyak kasus, pesangon cair dalam rentang waktu beberapa hari hingga paling lambat 30 hari setelah tanggal efektif PHK.

 

Biasanya, jika hal ini terjadi, perusahaan perlu menyelesaikan perhitungan final hak karyawan, mengurus administrasi internal, hingga menyusun dokumen pelepasan hak. 

 

Jika proses tersebut berjalan lancar, seharusnya pencairan tidak akan memakan waktu terlalu lama.

3. Dibayarkan Bertahap atau Dicicil

 

Dalam kondisi tertentu, terutama jika perusahaan sedang mengalami kesulitan keuangan, pesangon bisa dibayarkan secara bertahap berdasarkan kesepakatan antara perusahaan dan karyawan.

 

Namun, skema ini biasanya wajib dituangkan dalam perjanjian tertulis agar jelas dan mengikat secara hukum.

4. Mengikuti Aturan Hukum Perusahaan Pailit

 

Perusahaan yang pailit bisa masuk dalam kategori PHK yang tidak dapat pesangon penuh. 

 

Pembayaran pesangon akan mengikuti proses hukum kepailitan. Dalam kondisi ini, waktu pencairan bisa lebih lama karena harus melalui kurator dan pembagian aset.

 

Namun, kamu tidak perlu khawatir karena hak pesangon tetap ada walau mungkin tidak akan penuh. Hanya saja prosesnya tidak secepat perusahaan yang masih beroperasi normal.

 

Faktor yang Memengaruhi Lamanya Pesangon Cair

 

Berikut ini beberapa hal yang bisa memengaruhi berapa lama uang pesangon cair:

 

  • Proses Administrasi Internal: Semakin cepat perusahaan menyelesaikan dokumen dan perhitungan, semakin cepat pesangon cair.
  • Kondisi Keuangan Perusahaan: Jika perusahaan sehat secara finansial, pembayaran biasanya lebih cepat.
  • Kesepakatan Bersama: Jika ada negosiasi atau perundingan, proses bisa sedikit lebih lama.
  • Sengketa Hubungan Industrial: Jika terjadi perselisihan soal perhitungan, pembayaran bisa tertunda sampai ada kesepakatan atau putusan hukum.

 

Baca Juga: 6 Langkah Mengatur Keuangan Saat Kehilangan Pekerjaan

 

Apa yang Harus Dilakukan Jika Pesangon Belum Cair?

 

Menghadapi PHK tentu cukup berat, apalagi jika uang pesangon yang dijanjikan belum juga cair. Dalam situasi seperti ini, kamu perlu tetap tenang dan mengambil langkah yang tepat secara bertahap. Berikut hal-hal yang bisa kamu lakukan:

 

1. Pastikan Ada Kesepakatan Tertulis

 

Langkah pertama adalah memastikan bahwa kamu memiliki dokumen resmi, seperti surat keputusan PHK, perjanjian bersama bahwa pesangon akan dibayarkan, rincian perhitungan pesangon, serta jadwal yang disepakati. 

 

Dokumen ini sangat penting sebagai dasar jika nantinya terjadi perselisihan. Jika belum ada jadwal tertulis, kamu bisa minta konfirmasi resmi dari HRD atau manajemen.

2. Tanyakan Jadwal Pembayaran Secara Profesional

Jika tanggal pembayaran sudah lewat dan dana belum cair, hubungi HRD secara formal dan profesional. Kamu bisa mengirim via email, hingga meminta klarifikasi tertulis untuk menanyakan alasan keterlambatan. 

 

Hindari menyampaikan protes secara emosional. Pendekatan yang profesional sering kali justru lebih efektif.

3. Ajukan Mediasi ke Dinas Ketenagakerjaan

 

Jika perusahaan tidak memberikan kejelasan atau terus menunda tanpa alasan yang wajar, kamu bisa mengajukan pengaduan ke Dinas Ketenagakerjaan setempat. Tujuan mediasi adalah mencari solusi tanpa harus langsung ke pengadilan.

Tips Mengatur Keuangan Sambil Menunggu Pesangon Cair

 

Karena waktu pencairan tidak selalu instan, ada baiknya kamu menggunakan dana darurat untuk bertahan hidup. Supaya kondisi keuangan tetap aman dan kebutuhan tetap terpenuhi, kamu perlu strategi yang tepat. Berikut ini penjelasannya. 

1. Prioritaskan Kebutuhan Pokok Terlebih Dahulu

 

Saat menunggu pesangon cair, langkah pertama yang harus dilakukan adalah memprioritaskan kebutuhan pokok. 

 

Untuk sementara waktu, tunda pengeluaran yang bersifat hiburan atau keinginan. Dengan mengutamakan kebutuhan dasar, kondisi keuangan bisa tetap stabil meski belum ada pemasukan baru.

2. Susun Anggaran Sementara yang Realistis

 

Cek kembali total dana yang masih tersedia, baik dari tabungan maupun dana darurat. Setelah itu, hitung kebutuhan minimum per bulan disesuaikan dengan kemampuan yang ada. 

 

Cara ini membantu kamu mengetahui berapa lama bisa bertahan tanpa penghasilan tetap. Anggaran sementara ini juga mencegah pengeluaran impulsif yang bisa mempercepat habisnya dana.

3. Komunikasikan Cicilan Sejak Dini

 

Jika memiliki cicilan seperti KPR, kendaraan, atau pinjaman lainnya, segera hubungi pihak bank atau lembaga pembiayaan untuk menanyakan kemungkinan keringanan. 

 

Banyak lembaga yang menyediakan opsi restrukturisasi seperti penundaan pembayaran atau perpanjangan tenor. Mengambil langkah lebih awal jauh lebih baik daripada menunggu hingga terjadi tunggakan.

4. Manfaatkan Dana JHT Jika Memenuhi Syarat

 

Selain pesangon, kamu juga bisa mempertimbangkan pencairan Jaminan Hari Tua (JHT) melalui BPJS Ketenagakerjaan, jika sudah memenuhi ketentuan. 

 

Dana ini dapat membantu menutup kebutuhan sementara sambil menunggu proses pencairan pesangon selesai. Pastikan dokumen dan persyaratan sudah lengkap agar prosesnya berjalan lancar.

5. Cari Sumber Penghasilan Sementara

 

Sambil menunggu, tidak ada salahnya mencari pemasukan tambahan. Kamu bisa mengambil pekerjaan freelance, proyek harian, berjualan online, atau memanfaatkan keterampilan yang dimiliki. 

 

Meski nominalnya tidak sebesar gaji tetap, penghasilan tambahan ini dapat membantu menjaga arus kas tetap aman.

 

Baca Juga: Cara Tepat Mengelola Pesangon Saat Kamu Kehilangan Pekerjaan

Ajukan Pinjaman di Tunaiku by Amar Bank

 

Menunggu berapa lama uang pesangon cair bisa jadi situasi yang cukup menekan, apalagi jika kamu memiliki cicilan, kebutuhan rumah tangga, atau biaya hidup yang tetap berjalan. 

 

Sembari mencari pekerjaan baru, kamu perlu tetap menjaga arus kas agar kondisi finansial tidak terganggu. Di masa transisi, kamu juga bisa mencoba untuk pengembangan diri atau berbisnis sebagai peluang baru.  

 

Jika kamu membutuhkan dana untuk menunjang pengembangan skill atau bisnis, kamu bisa coba ajukan pinjaman di Tunaiku by Amar Bank.

 

Tunaiku merupakan penyedia pinjaman online tanpa agunan hingga Rp30 juta, cicilan tetap setiap bulan, hingga tenor panjang hingga 30 bulan. Tunaiku bisa jadi solusi praktis dana cepat untuk mendukung produktivitas finansial.Â