SWARA – Mungkin kamu sudah tahu, awal minggu ini perusahaan penerbangan pelat merah Garuda Indonesia telah secara resmi menghentikan operasional pesawat Boeing 747-400. Konon, pesawat yang sudah digunakan selama lebih dari 20 tahun tersebut terlalu boros bahan bakar sehingga harus dipensiunkan.
Saya pun bertanya-tanya, apa sih yang kira-kira terjadi setelah pesawat Boeing 747-400 pensiun? Nah, kalau kamu juga mempertanyakan hal serupa, mudah-mudahan artikel ini bisa menjawab semua kebingunganmu.
1. Masuk pasar
Salah satu tindakan perusahaan penerbangan setelah menghentikan operasional sebuah pesawat adalah menjualnya ke perusahaan penerbangan di negara lain. Sebelum ada kesepakatan di antara penjual dan calon pembeli, pesawat yang pensiun akan disimpan dahulu di lokasi khusus. Rupanya, memperdagangkan pesawat tua adalah bisnis yang cukup menguntungkan, lho.
Artikel Terkait: Tips dan trik tentang liburan asik.
- 7 Benda Wajib Dibawa Saat Liburan Daripada Beli Mahal di Tempat Tujuan
- Ini Dia Caranya Bisa Nginap Gratis Selama Traveling
- Sisa Cuti Habis, Bisa Liburan Murah ala ‘One Day Trip’
2. Dibongkar
Selain dijual, terkadang pesawat juga dibongkar agar komponen-komponennya bisa dijual secara terpisah. Aneka komponen pesawat seperti mesin jet, avionik, unit penambah daya (auxiliary power units), atau bahkan bangku pesawat bisa dijual secara terpisah, lho. Di Arizona, bahkan terdapat tempat penyimpan pesawat terbesar di dunia yang menampung sekitar 4500 unit pesawat.
Nah, beberapa unit mengalami pembongkaran dan komponen-komponennya dijual ke institusi militer asing. Konon, hasil penjualan komponen pesawat sangat besar dan lebih menguntungkan dari hasil operasional pesawat selama bertahun-tahun!
3. Masuk gudang
Ada beberapa pesawat yang setelah pensiun yang nggak langsung dijual ataupun didaur ulang. Beberapa perusahaan atau institusi militer sengaja menyimpan pesawat mereka di tempat khusus untuk berjaga-jaga seandainya pesawat tersebut dibutuhkan kembali untuk kepentingan strategis. Institusi Amerika Serikat sering melakukan ini.
4. Dimodifikasi
Saat ini, sering terjadi pengalihan fungsi pesawat yang sudah berhenti beroperasi. Di Malibu, Amerika Serikat, misalnya, sebuah pesawat tua tipe Boeing 727 diubah menjadi mansion mewah. Sementara itu, di Costa Rica bahkan ada pesawat besar yang disulap menjadi kamar bertemakan hutan hujan.
Di Stockholm pun terdapat hostel bekas pesawat yang bisa ditempati oleh para pelancong saat berkunjung ke sana. Beberapa orang bahkan mengalihfungsikan pesawat menjadi restoran atau rumah pribadi.
Artikel Terkait: Jalan-jalan keliling Asia.
- Jadi Turis yang Baik, Ketahui Etika Memberi Tip Saat Berlibur ke 5 Negara Asia Berikut Ini!
- Liburan ke Thailand dengan Bujet Minim Tahun Depan? Simak Tips dari 3 Orang Ini!
- Pinjaman Tunaiku Bisa Wujudkan Liburanmu ke Jepang!
5. Terbang kembali
Bila sebuah pesawat tua terjual, ada kemungkinan pesawat tersebut akan direnovasi atau diperbaiki oleh maskapai penerbangan yang membelinya. Setelah memastikan seluruh komponennya berfungsi dengan baik, pesawat tersebut pun akan kembali diterbangkan. Wah, benar-benar dedikasi tanpa akhir, ya. He-he.
6. Didaur ulang
Setelah komponen-komponen penting dibongkar, bagian yang tersisa di tubuh pesawat bisa didaur ulang untuk kegunaan lain. Misalnya, kepingan-kepingan metal bisa diubah menjadi bahan kaleng minuman atau komponen pendukung pembuatan kulkas. Siapa tahu, kaleng soda kesukaanmu ternyata berasal dari badan pesawat yang pernah mengelilingi dunia!
Sekarang kamu  tahu kan, kalau nggak semua pesawat yang berhenti beroperasi akan berakhir di gudang?