SWARA – Mengenal apa itu biaya overhead sangat penting saat menjalankan bisnis agar tidak merugi. Biaya overhead adalah komponen biaya keluar yang tidak berhubungan langsung dengan proses produksi barang atau jasa. Dengan mengetahui biaya ini, kamu bisa menentukan harga jual yang akurat.Â
Supaya lebih jelas, di artikel ini, kami akan mengupas tuntas apa sebenarnya biaya overhead itu dan beberapa contohnya agar kamu bisa mengelola operasional bisnis dengan lebih cermat.Â
Mengenal Apa itu Biaya Overhead dan Apa Saja Contohnya?
Biaya overhead adalah pengeluaran bisnis yang tidak berkaitan langsung dengan proses produksi barang atau jasa.Â
Misalnya kamu memiliki usaha kedai kopi, biaya kopi dan susunya disebut biaya langsung, sedangkan biaya yang tidak berhubungan langsung seperti listrik untuk lampu dan musik di kedai disebut biaya overhead.Â
Meskipun tidak “terlihat” di dalam produk akhir, biaya ini wajib ada supaya bisnismu tetap bisa beroperasi setiap hari.
Jenis-Jenis Biaya Overhead Berdasarkan Sifatnya
Untuk memudahkan kamu memahaminya, biaya overhead biasanya dibagi menjadi tiga jenis utama berdasarkan sifatnya:
1. Biaya Overhead Tetap (Fixed Overhead)
Biaya ini jumlahnya akan selalu sama setiap bulannya, tidak peduli bisnismu lagi ramai pembeli atau sepi pelanggan. Kamu harus tetap membayarnya secara rutin.
Contohnya: Biaya sewa gedung atau ruko, pajak properti, gaji karyawan tetap (bukan buruh produksi), dan biaya asuransi bisnis.
2. Biaya Overhead Variabel (Variable Overhead)
Berbeda dengan yang overhead tetap, biaya ini sifatnya fluktuatif. Jumlahnya sangat tergantung pada seberapa besar aktivitas bisnismu di bulan tersebut. Selain itu, overhead variabel merupakan bagian dari biaya variabel dalam memproduksi barang atau jasa.Â
Contohnya: Biaya listrik dan air (semakin sering mesin bekerja, semakin mahal), biaya pengiriman barang, serta biaya perlengkapan kantor seperti kertas dan tinta printer.
3. Biaya Overhead Semi-Variabel
Biaya ini punya komponen dasar yang tetap, tapi bisa bertambah seiring meningkatnya aktivitas bisnis.
Contohnya: Tagihan internet dengan kuota tambahan, atau biaya pemeliharaan mesin yang punya biaya servis rutin tapi bisa membengkak jika mesin digunakan terus-menerus.
Baca juga: Pentingnya Personal Branding di Usia 30-an, Ini Tipsnya!
Kenapa Dalam Bisnis Harus Menghitung Biaya Overhead?
Sering mengabaikan biaya overhead bisa jadi bom waktu bagi bisnismu. Berikut adalah alasan kuat kenapa kamu wajib memantau biaya overhead dengan teliti:
1. Menentukan Harga Jual yang Akurat
Kamu tidak bisa hanya menghitung modal bahan baku (HPP) saja untuk menentukan harga jual.Â
Kamu juga harus memasukkan unsur biaya listrik, sewa, dan gaji admin ke dalam harga jual, agar kamu tidak mengalami kerugian.Â
2. Menjaga Arus Kas (Cash Flow)
Dengan mengetahui secara cermat berapa biaya operasional setiap bulannya, kamu jadi lebih siap menyiapkan dana cadangan. Kamu juga tidak akan kaget saat tagihan sewa gedung datang di saat penjualan sedang fluktuatif.
3. Mengukur Efisiensi Operasional
Menghitung overhead juga membantu kamu melihat area mana yang terlalu boros. Misalnya, jika biaya langganan software meningkat tapi tidak dibarengi kenaikan produktivitas, kamu bisa segera mengambil tindakan untuk memangkasnya.
4. Merapihkan Laporan Keuangan
Laporan keuangan yang mencantumkan biaya overhead secara detail akan terlihat lebih profesional. Ini penting banget kalau kamu ingin mengajukan kerja sama dengan investor atau sekadar tertib administrasi pajak.
5. Meningkatkan Profitabilitas
Semakin kecil persentase biaya overhead yang bisa kamu tekan (tanpa mengurangi kualitas), semakin besar keuntungan bersih yang bisa kamu kantongi.
Perusahaan yang sukses bukan hanya yang penjualannya paling banyak, tapi yang paling cerdas dalam mengelola tiap biaya produksi yang keluar untuk operasionalnya.
Baca juga: 8 Tips Sukses dalam Berkarir yang Wajib Kamu Coba
Rumus Menghitung Persentase Biaya Overhead
Berikut ini Rumus menghitung biaya overheadÂ
Persentase overhead= Total biaya overhead / Total pendapatan x 100%Â
Contoh Menghitung Persentase Biaya Overhead:
Misalnya kamu menjalankan bisnis konveksi rumahan dengan data keuangan sebagai berikut:
- Total Pendapatan (Omzet) sebulan: Rp50.000.000
- Total Biaya Overhead: Rp10.000.000 (Sewa ruko, listrik, internet, gaji admin).
Cara menghiitungnya:
Persentase overhead= (10.000.00050.000.000)x 100%=20%
Artinya, dari setiap Rp1.000.000 yang masuk ke kantong bisnismu, sebesar Rp200.000 digunakan hanya untuk membayar biaya operasional kantor. Semakin rendah angka persentasenya, berarti bisnismu semakin efisien dalam mengelola biaya di luar produksi.
Tips Mengoptimalkan Biaya Overhead agar Lebih Efisien
Berikut beberapa cara efektif untuk mengoptimalkan biaya overhead agar bisnis lebih efisien dan tetap menguntungkan:
- Evaluasi pengeluaran secara rutin: Lakukan audit biaya secara berkala untuk mengetahui pos pengeluaran yang tidak efisien atau bisa dikurangi.
- Gunakan energi secara hemat: Kurangi penggunaan listrik dan air yang tidak perlu, misalnya dengan mematikan peralatan saat tidak digunakan.
- Pilih supplier dengan harga kompetitif: Bandingkan beberapa vendor untuk mendapatkan harga terbaik tanpa mengorbankan kualitas.
- Optimalkan penggunaan teknologi: Kamu bisa gunakan software akuntansi atau sistem otomatisasi untuk mengurangi biaya operasional manual.
- Kurangi biaya sewa atau ruang kerja: Jika memungkinkan, gunakan ruang kerja yang lebih efisien atau sistem kerja hybrid untuk menekan biaya sewa.
Baca juga: 10 Pengusaha Sukses di Indonesia dan Kisah Inspirasinya
Kesimpulan: Optimalkan Biaya Overhead agar Bisnis Lebih Menguntungkan
Biaya overhead merupakan biaya yang keluar secara tidak langsung dalam proses produksi, tetapi berperan dalam berlangsungnya operasional bisnis. Misalnya tagihan listrik, wifi, dan air toko dan lainnya.Â
Jadi, jangan lagi anggap remeh biaya “kecil” seperti listrik, internet, atau perlengkapan kantor. Sebab, jika dikelola dengan baik, penghematan pada sektor overhead bisa menjadi modal tambahan untuk ekspansi bisnismu di masa depan.
Tambahan Modal Usaha dengan Tunaiku
Jika kamu membutuhkan tambahan dana untuk menjaga arus kas bisnis tetap stabil, Tunaiku by Amar Bank bisa jadi solusi untuk bisnis kamu.Â
Tunaiku yang menawarkan pinjaman tanpa agunan dengan proses pengajuan yang mudah dan praktis hanya dengan KTP. Kamu bisa mendapatkan pinjaman hingga Rp30 juta dengan tenor hingga 30 bulan.Â
Jika ada yang ingin kamu tanyakan mengenai layanan mereka, silakan hubungi CS Tunaiku melalui:
- WhatsApp: 081132266859
- Phone Number: (021) 40005859
- Email: tanya@amarbank.co.id