SWARA – In this economy, rasanya kita semua wajib memiliki literasi keuangan dengan baik. Tanpa pengetahuan yang cukup, kamu bisa mudah terjebak utang, salah berinvestasi, atau kesulitan mencapai tujuan finansial lainnya. Untuk itu kamu perlu mengetahui apa itu literasi keuangan.Â
Terlebih lagi, biaya hidup yang meningkat, serta kondisi ekonomi dunia yang tidak menentu memaksa kamu untuk lebih melek finansial. Yuk, simak lebih lengkap apa yang dimaksud dengan literasi keuangan, serta mengapa literasi keuangan diperlukan secara detail di artikel ini.
Apa itu Literasi Keuangan?
Literasi keuangan adalah kemampuan seseorang untuk memahami, mengelola, dan mengambil keputusan yang tepat terkait keuangan pribadi maupun keluarga.
Menurut Otoritas Jasa Keuangan (OJK), literasi keuangan mencakup pengetahuan, keterampilan, serta keyakinan yang memengaruhi sikap dan perilaku dalam meningkatkan kualitas pengambilan keputusan serta pengelolaan keuangan demi mencapai kesejahteraan.
Artinya, literasi keuangan bukan hanya soal tahu istilah keuangan, tetapi juga bagaimana menerapkannya dalam kehidupan nyata.Â
Beberapa contoh keputusan finansial yang memerlukan pemahaman soal literasi keuangan adalah cara membuat anggaran (budgeting), cara menabung dan berinvestasi, juga pengelolaan utang.
Baca Juga: Pensiun di Usia 59 Tahun? Ini 10 Cara Mempersiapkan Dana Pensiun!
Mengapa Literasi Keuangan Itu Penting?Â
Setelah memahami apa itu literasi keuangan, penting juga untuk mengetahui alasan mengapa literasi keuangan diperlukan saat ini. Berikut ini penjelasannya.
1. Membantu Mengelola Penghasilan dengan Lebih Terarah
Tanpa literasi keuangan, seseorang cenderung menggunakan uang berdasarkan keinginan sesaat. Akibatnya, penghasilan sering kali habis tanpa perencanaan yang jelas.Dengan pemahaman keuangan yang baik kamu bisa mengelola penghasilan untuk:
- Membuat anggaran bulanan yang realistis
- Mengalokasikan dana untuk kebutuhan pokok, tabungan, dan investasi
- Mengontrol pengeluaran agar tidak melebihi pemasukan
Hasilnya, kondisi finansial menjadi lebih stabil dan terencana.
2. Menghindari Jerat Utang yang Tidak Sehat
Di era digital, akses terhadap pinjaman sangat mudah. Namun tanpa pemahaman tentang adanya bunga, denda, dan kemampuan bayar, kamu bisa terjebak dalam siklus utang.
Dengan literasi keuangan, kamu bisa memahami perbedaan utang produktif dan konsumtif. Kamu juga bisa menghitung kemampuan mencicil sebelum mengambil kredit, dan memahami risiko bunga berbunga (compound interest).Â
Jadi, keputusan pengambilan utang menjadi lebih rasional dan terkontrol.
3. Membantu Mempersiapkan Dana Darurat
Banyak orang baru menyadari pentingnya dana darurat saat menghadapi situasi tak terduga, seperti kehilangan pekerjaan, sakit, atau kebutuhan mendesak lainnya.
Dengan melek literasi keuangan, kamu bisa mulai menyisihkan sebagian penghasilan secara rutin untuk dana darurat. Kamu perlu menargetkan dana darurat minimal 3-6 kali pengeluaran bulanan.Â
Untuk lebih aman, penyimpanan dana tersebut bisa diletakkan pada instrumen yang likuid dan aman seperti rekening bank, obligasi, atau reksadana pasar uang yang mini risiko.Â
4. Meningkatkan Kemampuan Berinvestasi Secara Bijak
Minimnya literasi keuangan sering menjadi penyebab seseorang terjebak investasi bodong. Kamu bisa saja tergiur jenis investasi dengan iming-iming keuntungan besar tanpa memahami risikonya.Â
Dengan mengerti literasi keuangan, kamu bisa memahami konsep risiko dan imbal hasil investasi serta tidak mudah tergoda janji keuntungan yang terdengar kurang masuk akal. Kamu juga bisa menjaga aset dan mengembangkan kekayaan secara sehat.
5. Mendukung Perencanaan Keuangan Jangka Panjang
Kamu tentu berencana untuk menikah, membeli rumah, liburan, membiayai pendidikan anak, hingga pensiun nyaman. Semua tujuan tersebut membutuhkan perencanaan finansial yang matang.
Nah, literasi keuangan ini memungkinkan kamu untuk menentukan tujuan keuangan yang jelas, menghitung kebutuhan dana di masa depan, hingga membuat strategi investasi yang tepat. Jadi, perencanaan finansial kamui lebih realistis untuk dicapai.
Baca Juga: Cara Ampuh Hilangkan Kebiasaan Belanja Impulsif di 2026
Tingkatan Literasi Keuangan
Jika kamu telah memahami apa yang dimaksud literasi keuangan, ada tingkatan khusus untuk menandakan kemampuan literasi seseorang. Menurut klasifikasi yang sering digunakan dalam survei keuangan, literasi keuangan biasanya dibagi menjadi beberapa tingkat sebagai berikut.
- Well Literate: Memahami produk dan jasa keuangan serta mampu menggunakannya dengan baik.
- Sufficient Literate: Memahami produk dan jasa keuangan, tetapi belum tentu rutin menggunakannya.
- Less Literate: Memiliki sedikit pengetahuan tentang lembaga dan produk keuangan.
- Not Literate: Tidak memiliki pengetahuan maupun keyakinan terhadap lembaga jasa keuangan.
Semakin tinggi tingkat literasi keuangan seseorang, semakin baik kualitas keputusan finansial yang diambil.
Di mana Mendapatkan Pemahaman Literasi Keuangan?
Saat ini, sudah banyak materi literasi keuangan yang bisa diakses secara luas, mulai dari yang gratis hingga berbayar. kamu bisa belajar soal literasi keuangan dari berbagai sumber, di antaranya:
1. Buku, artikel, blog, dan podcast keuanganÂ
Lewat buku, YouTube, media sosial, media online, dan berbagai platform online lainnya, kamu bisa menemukan informasi, tips, dan sharing terkait cara mengelola keuangan.Â
Kamu bahkan bisa menemukan financial advisor, ahli ekonomi dunia, hingga warganet yang membagikan pengalaman dan ilmunya secara gratis.
2. Seminar dan Kelas Finansial dari Lembaga Keuangan Kredibel
Beberapa bank juga kerap kali melakukan acara seminar dan kelas finansial online maupun offline yang disediakan secara gratis untuk nasabah.Â
Kamu bisa follow akun sosial media bank di mana kamu menjadi nasabah untuk mendapatkan info terkait seminar dan kelas finansial.
Baca Juga: Harga Emas Hari Ini Turun, Cek Strategi Investasi Emas untuk Pemula
Ajukan Pinjaman Aman di Tunaiku by Amar BankÂ
Setelah paham apa itu literasi keuangan serta pentingnya pemahaman tersebut, maka kamu bisa mulai dengan belajar soal pengelolaan keuangan dan perencanaan keputusan finansial yang paling sesuai dengan kebutuhan, tujuan, dan kemampuanmu. Salah satu sumber bacaan untuk melek literasi finansial bisa kamu dapatkan di sini.
Nah, bila memerlukan pinjaman, kamu bisa memilih penyedia yang kredibel seperti Tunaiku by Amar Bank. Tunaiku adalah layanan pinjaman online resmi, terdaftar, dan diawasi oleh OJK, sehingga memiliki regulasi yang terjamin dan aman.Â
Prosesnya mudah dan transparan, bisa dilakukan secara online. Kamu cukup menyiapkan KTP, NPWP, dan mengisi formulir, untuk mendapatkan pinjaman tanpa agunan hingga Rp30 juta dengan tenor panjang hingga 30 bulan.Â
Ajukan pinjaman aman dan terdaftar OJK di Tunaiku by Amar Bank untuk berbagai kebutuhan keuanganmu.