Ramadan selalu jadi bulan yang paling ditunggu-tunggu oleh umat Muslim. Selain karena suasana spiritualnya yang lebih terasa, bulan suci ini juga identik dengan momen kebersamaan, refleksi diri, dan memperbaiki kebiasaan hidup. Selama kurang lebih satu bulan, umat Muslim menjalankan ibadah puasa dari terbit fajar hingga terbenam matahari, menahan lapar, haus, dan berbagai hawa nafsu lainnya.

 

Secara ideal, Ramadan seharusnya menjadi momen untuk hidup lebih sederhana, lebih sadar, dan lebih terkendali, termasuk dalam hal keuangan. Namun, di tengah realitanya, muncul anggapan yang cukup populer di masyarakat: pengeluaran justru membengkak selama bulan Ramadan. Mulai dari belanja makanan, takjil, agenda buka puasa bersama, sampai persiapan Lebaran, semuanya terasa menambah daftar pengeluaran.

 

Pertanyaannya: Ramadan benar-benar bikin boros atau cuma mitos semata? Jawabannya tergantung cara kita menyikapinya. Supaya lebih jelas, yuk bahas faktor-faktor apa saja yang sering membuat pengeluaran terasa meningkat selama bulan suci ini.

 

 

Faktor yang Menyebabkan Pengeluaran Meningkat 

 

Kenaikan Harga Pangan

Walaupun frekuensi makan berkurang saat puasa, kebutuhan pangan justru terasa meningkat. Sahur dan buka puasa sering kali diperlakukan sebagai “momen spesial”, sehingga menu yang disiapkan cenderung lebih beragam. Ditambah lagi, permintaan bahan pangan yang melonjak selama Ramadan kerap berdampak pada kenaikan harga sembako dan makanan segar.

 

Belum lagi godaan jajanan takjil yang bermunculan di mana-mana. Kalau tidak dikontrol, belanja harian bisa jadi jauh lebih besar dibanding bulan biasa. Untuk menyiasatinya, kamu bisa mulai dengan merencanakan menu mingguan dan memasak sendiri di rumah agar pengeluaran tetap terjaga.

 

 

Lapar Mata Saat Ngabuburit

Ngabuburit sambil cari takjil memang terasa seru, tapi kondisi lapar seringkali membuat kita membeli makanan berlebihan. Semua terlihat menggiurkan, padahal ujung-ujungnya tidak habis dan berakhir mubazir.

 

Menahan lapar mata jadi kunci penting selama Ramadan. Coba alihkan kegiatan ngabuburit dengan aktivitas yang lebih produktif dan minim biaya, seperti beres-beres rumah, membaca, atau sekadar istirahat agar lebih fokus beribadah.

 

 

Tergoda Promo dan Diskon 

Ramadan juga identik dengan banjir promo. Mulai dari paket buka puasa, diskon baju Lebaran, hingga flash sale tengah malam. Sekilas terlihat hemat, tapi kalau semua promo diambil tanpa perhitungan, total pengeluaran tetap membengkak.

 

Di sini, mindful spending sangat dibutuhkan. Biasakan bertanya ke diri sendiri sebelum membeli: “Ini kebutuhan atau cuma keinginan sesaat?” Dengan begitu, promo tetap bisa dimanfaatkan tanpa bikin dompet menipis.

 

 

Baca juga: Mindful Spending: Definisi dan Cara Mencapainya 

 

 

Persiapan Lebaran yang Berlebihan

Buka puasa bersama memang jadi tradisi yang menyenangkan. Namun, kalau frekuensinya terlalu sering dan selalu di restoran, pengeluaran bisa melonjak drastis. Apalagi kalau undangannya datang dari berbagai circle sekaligus.

 

Solusinya, kamu tetap bisa menjaga silaturahmi dengan cara yang lebih hemat, misalnya buka puasa di rumah dengan konsep BYOF (Bring Your Own Food). Lebih fleksibel, lebih hemat, dan tetap seru.

 

 

Ramadan Tanpa Beban bareng Amar Bank

Meski pengeluaran berpotensi meningkat, semua faktor di atas sebenarnya bisa dikelola dengan strategi yang tepat. Salah satunya dengan mengatur keuangan secara lebih terencana. Amar Bank hadir untuk membantu kamu menjalani Ramadan dengan lebih tenang melalui fitur Celengan di Amar Bank Digital.

 

Dengan membuka rekening, kamu bisa memiliki hingga 10 Celengan aktif untuk berbagai kebutuhan Ramadan. Mulai dari anggaran buka puasa bersama, persiapan Lebaran, kirim hampers, hingga kebutuhan sehari-hari. Setiap Celengan bisa diatur sesuai tujuan dan dicairkan kapan saja, sehingga pengelolaan keuangan jadi lebih rapi dan terkendali.

 

Cek selengkapnya di https://amarbank.co.id/retail 

 

Selain itu, Tunaiku by Amar Bank juga bisa menjadi solusi ketika kamu membutuhkan dana tambahan selama Ramadan. Baik untuk memenuhi kebutuhan mendesak, persiapan Lebaran, atau bahkan modal usaha musiman seperti jualan takjil dan hampers. Cukup dengan KTP, kamu bisa mengajukan pinjaman tanpa agunan hingga Rp30.000.000 dengan tenor hingga 30 bulan. Prosesnya cepat, transparan, dan aman karena berizin serta diawasi OJK.

 

Cek selengkapnya di sini: https://tunaiku.com/ 

 

Jadi, apakah Ramadan bikin lebih boros? Jawabannya: bisa iya, bisa juga tidak. Ramadan memang membuka banyak peluang pengeluaran, tapi semuanya kembali ke cara kita mengontrol diri, menahan hal-hal berlebihan, dan menyusun strategi keuangan yang tepat. Dengan perencanaan yang matang serta dukungan dari Amar Bank, Ramadan nggak harus jadi bulan penuh beban, justru bisa jadi momen yang lebih tenang, bermakna, dan berkah.