SWARA – Saat ingin mengajukan pinjaman ke bank atau fintech, kamu pasti sering dengar istilah BI checking. Sayangnya, masih banyak yang belum paham pinjaman apa saja yang masuk BI checking dan dampaknya ke pengajuan kredit. Padahal, memahami hal ini penting supaya kamu bisa mengelola keuangan dengan lebih bijak dan peluang pinjaman disetujui lebih besar.
Apa Itu BI Checking?
BI checking adalah istilah yang digunakan untuk mengecek riwayat kredit seseorang berdasarkan catatan pembayaran pinjaman sebelumnya. Saat ini, sistem BI checking sudah beralih menjadi SLIK OJK (Sistem Layanan Informasi Keuangan) dan dikelola langsung oleh Otoritas Jasa Keuangan.
Melalui BI checking, lembaga keuangan bisa melihat apakah kamu pernah menunggak cicilan, telat bayar, atau justru selalu disiplin membayar kewajiban kredit. Riwayat ini kemudian dirangkum dalam skor kolektibilitas, mulai dari lancar hingga macet.
Singkatnya, BI checking berfungsi sebagai rekam jejak keuangan yang membantu pihak pemberi pinjaman menilai kemampuan dan tanggung jawab finansial calon peminjam.
Baca juga: 4 Cara Mengatur Keuangan Usaha, Pisahkan dengan Kas Pribadi!
Jenis-Jenis Pinjaman Apa Saja yang Masuk BI Checking?
Sebelum kamu benar-benar mulai mengajukan pinjaman, ketahui dulu pinjaman apa saja yang masuk BI checking, seperti di bawah ini.
1. Kredit Pemilikan Rumah (KPR)
KPR termasuk pinjaman jangka panjang dengan nilai besar, sehingga seluruh riwayat cicilannya tercatat di BI checking. Jika kamu pernah menunggak cicilan KPR, dampaknya bisa terasa hingga bertahun-tahun ke depan saat mengajukan kredit lain.
2. Kredit Kendaraan Bermotor
Baik kredit motor maupun mobil, keduanya termasuk pinjaman yang masuk BI checking. Telat bayar satu atau dua kali mungkin terlihat sepele, tapi tetap tercatat dan bisa memengaruhi skor kredit kamu.
3. Kredit Tanpa Agunan (KTA) Bank
KTA dari bank konvensional atau digital juga dilaporkan ke SLIK OJK. Karena tidak menggunakan jaminan, bank akan sangat bergantung pada hasil BI checking sebelum menyetujui pengajuan pinjaman.
4. Kartu Kredit
Penggunaan kartu kredit, termasuk limit, tagihan, dan kedisiplinan pembayaran, semuanya masuk BI checking. Sering membayar minimum payment atau telat bayar bisa menurunkan penilaian kredit kamu.
5. Kredit Modal Usaha / Kredit Usaha Rakyat (KUR)
Pinjaman modal usaha dari bank atau lembaga pembiayaan resmi juga tercatat di BI checking. Riwayat cicilan yang lancar akan membantu menjaga skor kredit, sedangkan keterlambatan pembayaran bisa berdampak pada pengajuan pinjaman berikutnya.
6. Pinjaman Online Resmi Terdaftar OJK
Kalau kamu bertanya, apakah pinjol masuk BI checking? Jawabannya ya. Pinjaman online yang legal dan terdaftar di OJK wajib melaporkan data debitur ke SLIK. Jadi, pinjaman online resmi tetap masuk BI checking dan harus dikelola dengan tanggung jawab.
Baca juga: 5 Sektor Bisnis Potensial untuk Investor dan Strategi Memilihnya
Pinjaman yang Tidak Masuk BI Checking
Tidak semua pinjaman akan tercatat di BI checking. Biasanya, jenis pinjaman ini bersifat informal atau tidak berada di bawah pengawasan OJK. Beberapa contohnya antara lain:
- Pinjaman dari keluarga atau teman, karena tidak melalui lembaga keuangan resmi.
- Arisan atau simpan pinjam informal, baik offline maupun online.
- Pinjaman dari pinjol ilegal, yang tidak terdaftar dan tidak melapor ke SLIK OJK.
Meski tidak tercatat di BI checking, kamu tetap perlu berhati-hati. Pinjaman di luar sistem resmi sering kali memiliki risiko tinggi, mulai dari bunga tidak wajar hingga penagihan yang tidak beretika.
Mengapa BI Checking Penting?
BI checking penting karena jadi acuan utama lembaga keuangan dalam menilai kelayakan kredit seseorang. Riwayat kredit yang baik akan meningkatkan peluang pengajuan pinjaman disetujui.
Selain itu, BI checking membantu mencegah kamu mengambil pinjaman di luar kemampuan finansial. Dengan melihat catatan kredit, lembaga keuangan bisa menyesuaikan plafon dan tenor pinjaman secara lebih realistis.
Bagi kamu sendiri, BI checking berfungsi sebagai pengingat untuk selalu disiplin membayar cicilan dan menjaga kesehatan keuangan jangka panjang.
Baca juga: Ciri-Ciri Pinjaman Online yang Aman Menurut OJK dan Contohnya
Cara Cek BI Checking Sendiri
Kalau kamu penasaran dengan status BI checking-mu, sekarang pengecekannya bisa dilakukan dengan mudah dan gratis secara online. Berikut langkah-langkah umumnya:
- Kunjungi situs resmi SLIK OJK dan lakukan pendaftaran antrean online.
- Isi data diri sesuai KTP, termasuk NIK dan informasi pendukung.
- Unggah dokumen yang diminta, seperti KTP dan foto diri.
- Tunggu hasil pengecekan, yang biasanya dikirim melalui email.
Dengan rutin mengecek BI checking, kamu bisa mengetahui kondisi kredit lebih awal dan segera mengambil langkah perbaikan jika diperlukan.
Memahami pinjaman apa saja yang masuk BI checking bisa membantu kamu lebih bijak dalam mengambil keputusan finansial. Dengan riwayat kredit yang terjaga, peluang mendapatkan pinjaman dengan bunga dan tenor yang sesuai tentu akan semakin besar.
Kalau kamu sedang mencari pinjaman online yang aman, transparan, dan terdaftar di OJK, Tunaiku by Amar Bank bisa jadi solusi. Proses pengajuannya mudah, tanpa agunan, dan diawasi langsung oleh OJK, sehingga lebih aman untuk kebutuhan finansialmu.
Yuk, ajukan pinjaman di Tunaiku dan kelola keuanganmu dengan lebih tenang dan terencana.