SWARA– Saat mengajukan pinjaman ke bank atau fintech, kamu pasti akan diminta memilih tenor. Meski sering muncul, masih banyak yang belum benar-benar paham apa itu tenor pinjaman dan bagaimana pengaruhnya terhadap cicilan. Padahal, pilihan tenor bisa berdampak besar pada kondisi keuangan kamu ke depannya.

Apa Itu Tenor Pinjaman?
Tenor pinjaman adalah jangka waktu yang diberikan oleh bank atau lembaga keuangan kepada nasabah untuk melunasi pinjaman, termasuk pokok dan bunga.
Tenor biasanya dinyatakan dalam satuan bulan atau tahun. Misalnya kamu mengajukan pinjaman dengan tenor 12 bulan, artinya kamu harus melunasi utang dalam kurun 12 bulan.
Dalam perhitungan kredit, tenor berperan langsung dalam menentukan besar cicilan bulanan. Semakin panjang tenor, cicilan per bulan cenderung lebih ringan, tetapi total bunga yang dibayarkan bisa lebih besar.
Perlu diketahui juga, tenor bank tidak hanya berlaku untuk pinjaman. Produk jasa keuangan lain seperti deposito juga memiliki tenor, yaitu jangka waktu penempatan dana sebelum bisa dicairkan, misalnya 1, 3, 6, atau 12 bulan.
Baca juga: Berapa Bunga Pinjaman Online dan Cara Menghitungnya Sesuai OJK
Mengapa Tenor Pinjaman Penting?
Tenor bukan sekadar soal durasi, tapi juga menyangkut kemampuan finansial kamu. Berikut beberapa alasan mengapa tenor pinjaman bank penting untuk diperhatikan:
- Menentukan besar cicilan bulanan. Tenor memengaruhi apakah cicilan terasa ringan atau justru membebani keuangan.
- Memengaruhi total bunga pinjaman. Tenor lebih panjang biasanya membuat total bunga yang dibayar menjadi lebih besar.
- Membantu perencanaan keuangan. Dengan tenor yang tepat, kamu bisa mengatur arus kas bulanan dengan lebih aman.
Sama dengan bank, tenor pinjaman online juga berperan penting karena menentukan besar cicilan dan kenyamanan pembayaran.
Jenis-Jenis Tenor Pinjaman
Tenor terbagi ke dalam beberapa kategori. Hal ini didasarkan pada lamanya jangka waktu yang dibutuhkan dalam membuat perjanjian. Kategori tenor terbagi atas:
1. Tenor Pendek
Tenor pendek biasanya berkisar antara 3 hingga 12 bulan. Jenis ini sering digunakan untuk pinjaman konsumtif jangka pendek atau kebutuhan mendesak.
Keunggulannya, total bunga relatif lebih kecil. Namun, cicilan per bulan bisa lebih besar sehingga perlu kesiapan dana.
2. Tenor Menengah
Tenor menengah umumnya berada di rentang 1 hingga 3 tahun. Jenis tenor ini cukup umum pada pinjaman tanpa agunan atau kredit multiguna.
Cicilan bulanan terasa lebih seimbang, tidak terlalu besar, dan waktu pelunasan juga tidak terlalu lama.
3. Tenor Panjang
Tenor panjang bisa mencapai 5 hingga 30 tahun, biasanya diterapkan pada produk seperti Kredit Pemilikan Rumah (KPR).
Tenor ini membuat cicilan lebih ringan, tetapi total bunga yang harus dibayarkan jauh lebih besar dibanding tenor pendek.
Baca juga: Butuh Pinjaman Tenor Panjang? Tunaiku Tenor Hingga 20 Bulan
Faktor yang Memengaruhi Tenor Pinjaman
Selain mengetahui apa itu tenor pinjaman, penting bagi kamu untuk tahu faktor-faktor yang memengaruhi lamanya tenor yang disepakati, yaitu:
1. Jenis Produk Pinjaman
Setiap produk memiliki ketentuan tenor berbeda. Pada tenor bank, misalnya, KPR umumnya punya tenor lebih panjang dibanding pinjaman konsumtif atau tanpa agunan.
Bank menyesuaikan tenor dengan tujuan penggunaan dana dan tingkat risiko produk tersebut.
2. Besarnya pinjaman
Jumlah dana yang diajukan juga memengaruhi tenor pinjaman. Pinjaman dengan nominal besar biasanya disertai pilihan tenor lebih panjang agar cicilan tetap terjangkau.
Sebaliknya, pinjaman dengan nilai lebih kecil umumnya memiliki tenor lebih singkat karena risiko dan beban cicilannya lebih ringan.
3. Penghasilan dan Kemampuan Finansial Nasabah
Penghasilan menjadi faktor utama dalam menentukan tenor pinjaman. Bank akan menilai apakah cicilan bulanan masih masuk akal dibandingkan pemasukan rutin kamu.
Nasabah dengan penghasilan stabil dan rasio utang yang sehat biasanya memiliki pilihan tenor yang lebih fleksibel.
4. Usia Nasabah
Usia menjadi pertimbangan karena berkaitan dengan masa produktif dan kemampuan membayar pinjaman hingga akhir tenor. Bank biasanya menyesuaikan tenor agar tidak melewati batas usia tertentu.
Semakin mendekati usia pensiun, pilihan tenor cenderung lebih pendek agar risiko kredit tetap terkendali.
5. Kebijakan Bank dan Regulasi OJK
Setiap bank memiliki kebijakan internal terkait tenor. Selain itu, semua penentuan tenor tetap harus sesuai dengan aturan OJK.
Regulasi ini bertujuan melindungi konsumen agar tidak terbebani pinjaman di luar kemampuan.
Berapa Lama Tenor Pinjaman di Bank?
Lama tenor pinjaman di bank bergantung pada jenis produk yang kamu ajukan. Untuk pinjaman tanpa agunan, tenor biasanya lebih pendek dibanding kredit dengan agunan.
Berikut contoh tenor pinjaman bank yang umum:
| Jenis Pinjaman | Contoh Tenor |
| Pinjaman tanpa agunan | 6–60 bulan |
| Kredit kendaraan | 12–60 bulan |
| Kredit Pemilikan Rumah | 5–30 tahun |
| Kredit Multiguna | 1–10 tahun |
Sedikit berbeda dengan bank, tenor pinjaman online biasanya lebih pendek, sehingga penting bagi kamu untuk memilih tenor yang sesuai agar tidak mengganggu arus kas bulanan.
Baca juga: Pinjaman Apa Saja yang Masuk BI Checking? Ini Daftarnya
Cara Menentukan Tenor Pinjaman yang Tepat
Tenor panjang atau pendek, mana yang kamu pilih? Menentukan tenor pinjaman sebaiknya tidak hanya melihat cicilan ringan, tetapi juga mempertimbangkan kondisi keuangan jangka panjang.Â
Tenor yang tepat akan membantu kamu tetap aman secara finansial. Berikut beberapa hal yang bisa kamu pertimbangkan soal mengajukan pinjaman dan menentukan tenornya:
- Pastikan kamu memilih lembaga keuangan yang terdaftar di OJK agar legalitasnya terjamin.
- Sesuaikan tenor dengan kemampuan bayar bulanan.
- Pertimbangkan stabilitas penghasilan kamu ke depan.
- Hitung total bunga, bukan hanya cicilan.
- Jika memungkinkan, ambil tenor pendek agar tidak terlalu berat karena bunga.
- Agar cashflow tetap terjaga, pastikan jumlah cicilan nggak lebih dari 30% total penghasilan setiap bulan.
Dengan perhitungan yang matang, tenor pinjaman bisa menjadi alat bantu, bukan sumber masalah keuangan.
Pilihan Tenor Fleksibel dari Tunaiku dan Deposito Amar Bank
Jika kamu mencari pinjaman dengan tenor yang jelas dan aman, Tunaiku by Amar Bank bisa menjadi pilihan.
Tunaiku adalah pinjaman online legal yang terdaftar dan diawasi OJK, dengan tenor hingga 30 bulan, limit sampai Rp30 juta, bunga cukup bersaing antara 3–5% flat per bulan, serta tanpa agunan.
Selain pinjaman, Amar Bank menyediakan produk deposito dengan pilihan tenor fleksibel untuk kamu yang ingin berinvestasi secara aman dan terencana. Tenor deposito Amar Bank bisa disesuaikan dengan tujuan keuangan jangka pendek maupun menengah.
Memahami apa itu tenor pinjaman dan cara menentukannya akan membantu kamu mengambil keputusan finansial yang lebih bijak, baik saat meminjam maupun berinvestasi.
