SWARA – Mimpi punya rumah sendiri memang seru banget buat dibayangkan, tapi kadang proses administrasinya bikin kita maju-mundur. Salah satu kunci biar impianmu cepat terwujud adalah dengan memahami apa saja syarat KPR rumah yang diminta oleh bank.

 

Kalau kamu sudah tahu bocoran syaratnya, kamu bisa cicil persiapannya dari sekarang tanpa perlu panik saat menemukan rumah idaman. Yuk, kita kupas tuntas syarat-syaratnya biar langkahmu beli rumah makin mantap dan bebas dari rasa bingung!

 

Kalkulator Finansial Swara
Hitung segala kebutuhan harian kamu dengan Kalkulator Finansial dari Swara. Mulai dari modal bisnis, biaya pernikahan, renovasi rumah, traveling, hingga pendidikan. Klik Banner untuk Mencoba!

 

Berbagai Syarat Pengajuan KPR Rumah

 

Sebelum melangkah lebih jauh, kamu perlu tahu kalau syarat pengajuan KPR rumah biasanya terbagi menjadi dua bagian besar. Ada syarat umum yang berkaitan dengan profil pribadimu dan ada syarat dokumen administratif yang wajib dikumpulkan.

 

Memenuhi persyaratan ini berlaku baik untuk kamu yang mengincar rumah komersial maupun rumah subsidi dari pemerintah. Pastikan kamu masuk dalam kriteria agar bank lebih percaya untuk memberikan pinjaman kepadamu.

 

1. Kriteria Umum Calon Debitur

 

Secara umum, bank memiliki standar dasar bagi siapa saja yang ingin mengajukan kredit kepemilikan rumah (KPR). Kriteria ini bertujuan untuk memastikan bahwa calon pemohon memiliki kapasitas hukum dan finansial yang memadai. 

 

Berikut adalah poin-poin kriteria umum yang harus kamu penuhi:

  • Warga Negara Indonesia (WNI) dan berdomisili di Indonesia.
  • Usia minimal 21 tahun atau sudah menikah saat pengajuan.
  • Memiliki pekerjaan atau penghasilan tetap sebagai karyawan, wiraswasta, atau profesional.
  • Masa kerja atau usaha minimal sudah berjalan selama 1 hingga 2 tahun.
  • Usia maksimal saat kredit lunas adalah 55–65 tahun (tergantung kebijakan bank).

 

2. Dokumen Syarat Ambil Rumah KPR (Karyawan)

 

Bagi kamu yang bekerja sebagai karyawan tetap, bank biasanya meminta dokumen yang membuktikan stabilitas penghasilan. Kelengkapan dokumen ini menjadi syarat ambil rumah KPR yang paling menentukan proses persetujuan awal.

 

Siapkan berkas-berkas berikut ini:

  • Fotokopi KTP pemohon dan pasangan, Kartu Keluarga (KK), dan Surat Nikah.
  • Fotokopi NPWP pribadi.
  • Slip gaji asli atau surat keterangan penghasilan 3 bulan terakhir.
  • Fotokopi rekening koran/tabungan 3-6 bulan terakhir.
  • Surat keterangan kerja asli dari perusahaan.

 

Baca juga: Perkiraan Biaya Tambah Lantai Rumah dan Hal yang Perlu Diperhatikan

 

3. Dokumen Beli Rumah KPR (Wiraswasta & Profesional)

 

Jika kamu seorang pengusaha, bank akan lebih fokus pada bukti legalitas usaha dan aliran kas masuk di rekeningmu. Syarat beli rumah KPR untuk kategori ini sedikit lebih detail dibandingkan karyawan karena profil risikonya berbeda.

 

Dokumen tambahan yang biasanya diminta meliputi:

  • Bukti izin praktik untuk tenaga profesional (dokter, pengacara, dll).
  • SIUP/TDP atau Akta Pendirian Perusahaan.
  • Laporan keuangan usaha 2 tahun terakhir.
  • Rekening koran perusahaan atau rekening pribadi 6 bulan terakhir.

 

4. Skor Kredit dan BI Checking (SLIK OJK)

 

Ini adalah “filter” pertama yang digunakan bank untuk menilai kredibilitasmu sebagai calon debitur. Pihak bank akan melihat riwayat pembayaran cicilanmu di masa lalu, apakah kamu disiplin atau sering menunggak.

 

Pastikan skor kreditmu berada di kolektibilitas 1 (lancar) agar proses syarat pengajuan KPR rumah milikmu tidak terhenti di awal. Perlu diingat juga bahwa riwayat BI checking berdampak pada keluarga jika kamu berencana mengambil KPR bersama pasangan.

 

Jika masih punya tunggakan paylater atau kartu kredit, sebaiknya segera lunasi dan simpan bukti bayarnya. Bank sangat menyukai calon nasabah yang memiliki rekam jejak keuangan yang bersih dan bertanggung jawab.

 

5. Uang Muka atau Down Payment (DP) Rumah

 

Menyiapkan DP rumah adalah syarat ambil KPR yang wajib kamu lakukan sebelum mendatangi pihak bank. Besaran DP ini sangat bervariasi, mulai dari 0% untuk program khusus hingga 20% untuk rumah komersial.

 

Besarnya uang muka yang kamu bayarkan akan sangat menentukan jumlah cicilan bulanan dan bunga yang harus dibayar. Semakin besar DP yang kamu berikan, biasanya bank akan semakin mudah menyetujui pengajuan KPR kamu.

 

Untuk rumah subsidi, pemerintah biasanya memberikan keringanan DP yang sangat rendah agar terjangkau bagi masyarakat luas. Pastikan kamu sudah memisahkan dana DP ini dari dana darurat pribadimu, ya!

 

Baca juga: Bantu Renovasi Rumah Orang Tua, Ini yang Perlu Dipersiapkan

 

6. Syarat Rumah yang Bisa di-KPR

 

Bukan cuma kamu yang disurvei, bank juga punya standar khusus mengenai syarat rumah yang bisa di-KPR. Pihak bank akan melakukan penilaian (appraisal) untuk menentukan apakah properti tersebut layak dijadikan jaminan.

 

Kriteria objek properti yang biasanya disetujui bank adalah:

  • Memiliki dokumen legalitas lengkap seperti sertifikat (SHM/HGB), IMB/PBG, dan PBB.
  • Lokasi rumah tidak dekat dengan makam, SUTET, atau kawasan rawan bencana.
  • Kondisi bangunan layak huni dan akses jalan bisa dilalui mobil.

 

lawan ragu pakai tunaiku
lawan ragu pakai tunaiku

 

Cara Mengajukan KPR Rumah

 

Setelah semua berkas syarat KPR rumah siap, sekarang saatnya kamu mengikuti langkah-langkah pengajuan yang sistematis. Proses ini mungkin memakan waktu beberapa minggu hingga mendapatkan keputusan akhir dari bank.

 

Berikut adalah tahapan umum cara mengajukan KPR:

  • Mencari Properti: Pilih rumah yang sesuai dan bayar booking fee untuk mengamankan unit.
  • Memilih Bank: Bandingkan bunga dan layanan KPR dari beberapa bank untuk mencari yang termurah.
  • Proses Wawancara & Appraisal: Bank akan memverifikasi data lewat telepon atau tatap muka, serta mengecek harga rumah.
  • Penerbitan SPK: Jika oke, bank mengeluarkan Surat Penawaran Kredit (SPK) berisi detail bunga dan biaya akad.
  • Akad Kredit: Penandatanganan dokumen resmi di depan notaris dan pencairan dana ke penjual.

 

Artikel terkait: Mau Renovasi Kamar Pakai Pinjaman? Persiapkan Dulu Hal-hal Ini

 

Tips agar Pengajuan KPR Tidak Ditolak

 

Mendapatkan penolakan dari bank tentu rasanya mengecewakan, apalagi jika kamu sudah membayar uang tanda jadi. Agar peluang disetujui makin tinggi, perhatikan apa saja syarat KPR rumah yang sering jadi batu sandungan.

 

Sebelum membeli rumah, ikuti tips berikut agar profilmu terlihat meyakinkan di mata bank:

  • Lunasi Utang Lain: Pastikan rasio uutangmu tidak melebihi 30% dari total gaji bulanan.
  • Jaga Saldo Tabungan: Biarkan saldo rekeningmu terlihat stabil tanpa ada penarikan tunai yang mencurigakan.
  • Pilih Tenor yang Tepat: Sesuaikan durasi pinjaman dengan usia produktifmu agar cicilan terasa ringan.
  • Siapkan Biaya Akad: Ingat, kamu butuh dana tambahan sekitar 5–10% dari harga rumah untuk biaya pajak dan notaris.
  • Cek Keaslian Sertifikat: Pastikan rumah yang kamu beli tidak dalam sengketa atau dokumennya palsu.

 

Pinjaman Uang Online Mudah Cicilan Ringan 20 Bulan

 

Butuh Dana Tambahan untuk Biaya Akad KPR?

 

Mempersiapkan segala syarat KPR rumah terkadang membuat tabunganmu terkuras cukup banyak, termasuk untuk membayar DP. Padahal, masih ada biaya-biaya lain seperti biaya provisi hingga biaya renovasi rumah sebelum benar-benar pindah ke rumah barumu itu.

 

Jika kamu butuh dukungan dana tambahan yang aman selama proses pindahan dan pengajuan KPR, Tunaiku by Amar Bank bisa jadi solusinya. Tunaiku adalah platform pinjaman tanpa agunan dari Amar Bank yang sudah berizin dan diawasi oleh OJK.

 

Kamu bisa mendapatkan limit hingga Rp30 juta dengan proses pengajuan yang sepenuhnya digital dan hanya bermodalkan KTP. Yuk, buat proses memiliki rumah impian jadi lebih tenang dengan pengajuan pinjaman di Tunaiku, praktis dan aman!Â