SWARA – Mengajukan pinjaman sering jadi solusi saat kebutuhan mendesak muncul. Tapi, bagaimana kalau pinjaman sebelumnya belum lunas? Banyak orang bertanya, pinjaman belum lunas pinjam lagi apakah bisa dilakukan atau justru langsung ditolak.

 

Pertanyaan ini wajar, apalagi di tengah maraknya pinjaman online dan layanan kredit digital yang semakin mudah diajukan. Supaya kamu tidak salah langkah, yuk pahami jawabannya dari sisi aturan, risiko, dan pertimbangan lembaga keuangan.

 

Kalkulator Finansial Swara
Hitung segala kebutuhan harian kamu dengan Kalkulator Finansial dari Swara. Mulai dari modal bisnis, biaya pernikahan, renovasi rumah, traveling, hingga pendidikan. Klik Banner untuk Mencoba!

 

Pinjaman Belum Lunas Apakah Bisa Pinjam Lagi?

 

Umumnya, saat pinjaman belum lunas, kamu tetap bisa pinjam lagi, tetapi dengan sejumlah catatan penting. 

 

Beberapa lembaga keuangan memperbolehkan pengajuan baru selama cicilan sebelumnya berjalan lancar dan tidak ada keterlambatan pembayaran.

 

Kondisi ini biasanya berlaku jika kamu memiliki riwayat pembayaran yang baik, jumlah cicilan masih dalam batas wajar, serta kemampuan bayar yang dinilai cukup. Artinya, dari sisi risiko, kamu masih dianggap mampu memenuhi kewajiban finansial.

 

Namun, sebaiknya hindari mengajukan pinjaman lagi jika cicilan sebelumnya sering terlambat, rasio utang sudah tinggi, atau kondisi keuangan sedang tidak stabil. Dalam situasi ini, pinjaman tambahan justru bisa memperberat beban dan memicu masalah keuangan baru.

 

Baca juga: Pahami Skor Kredit Agar Lancar Ajukan Pinjaman

 

Faktor yang Menentukan Bisa atau Tidaknya Pinjam Lagi

 

Pihak lembaga keuangan tidak akan sembarangan menyetujui pengajuan pinjam lagi saat ada pinjaman belum lunas. Ada beberapa indikator utama yang menjadi penentu apakah permohonan pinjaman keduamu akan disetujui atau justru ditolak.

 

1. Skor Kredit di SLIK OJK

 

Hal pertama yang diperiksa adalah catatan riwayat pembayaranmu di sistem SLIK OJK (dulu bernama BI checking). Jika cicilan berjalanmu saat ini sering telat, maka kemungkinan besar pengajuan pinjaman kedua akan langsung ditolak bank.

 

Pihak analis ingin memastikan bahwa kamu adalah debitur yang bertanggung jawab dan memiliki karakter yang baik. Skor kredit yang bersih (Kolektibilitas 1) adalah modal utama untuk mendapatkan kepercayaan dari lembaga keuangan mana pun.

 

2. Rasio Utang Terhadap Pendapatan (DSR)

 

Bank biasanya menerapkan batas maksimal total cicilan sekitar 30% sampai 35% dari total gaji bulanan kamu. Jika total cicilan lama ditambah rencana cicilan baru melebihi angka tersebut, bank akan menganggap risiko gagal bayarmu terlalu tinggi.

 

Angka Debt Service Ratio (DSR) ini sangat penting untuk menjaga agar kamu masih memiliki sisa uang untuk biaya hidup. Pastikan kamu jujur dalam melaporkan pendapatan agar analis bisa memberikan limit yang sesuai kemampuan bayarmu.

 

3. Jenis Pinjaman yang Diajukan

 

Jenis pinjaman juga ikut menentukan persetujuan pinjam lagi saat pinjaman lama belum lunas. Umumnya, pinjaman tanpa agunan seperti KTA dinilai memiliki risiko lebih tinggi, terutama jika kamu masih memiliki pinjaman aktif.

 

Berbeda dengan kredit beragunan seperti rumah atau kendaraan, yang biasanya lebih fleksibel karena ada aset sebagai jaminan. Itulah sebabnya, lembaga keuangan akan lebih selektif saat kamu mengajukan pinjaman tanpa jaminan di tengah cicilan yang masih berjalan.

 

4. Kebijakan Internal Lembaga Keuangan

 

Setiap bank memiliki aturan berbeda terkait pemberian pinjaman ganda kepada satu nasabah yang sama. Ada yang mengizinkan dua pinjaman aktif sekaligus, tetapi ada juga yang mewajibkan pinjaman pertama lunas terlebih dahulu.

 

Kamu perlu mempelajari syarat dan ketentuan di platform tempatmu meminjam agar tidak membuang waktu mengajukan permohonan. Membaca ulasan atau bertanya pada customer service bisa membantu kamu memahami prosedur internal yang berlaku.

 

Baca juga: 9 Hal Wajib yang Perlu Diketahui saat Melakukan Pinjaman Uang Online

 

Risiko Pinjam Lagi Saat Pinjaman Belum Lunas

 

Meski terlihat sebagai solusi praktis, mengajukan pinjaman tambahan saat cicilan masih berjalan memiliki beberapa risiko yang perlu kamu pahami sejak awal, antara lain:

  • Skor kredit terancam: Jika salah satu cicilan mulai menunggak, reputasimu di OJK akan memburuk secara permanen.
  • Beban bunga ganda: Kamu harus membayar bunga dari dua kontrak berbeda, sehingga biaya yang kamu keluarkan jadi lebih mahal.
  • Stres finansial: Arus kas yang terlalu ketat sering kali memicu stres karena gaji hanya numpang lewat untuk bayar cicilan.
  • Risiko blacklist: Gagal melunasi salah satu pinjaman bisa membuat namamu masuk daftar hitam perbankan nasional.

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) juga mengimbau masyarakat untuk mengajukan pinjaman sesuai kemampuan dan memahami risiko sebelum mengambil keputusan finansial. Prinsip kehati-hatian ini penting agar pinjaman benar-benar menjadi solusi, bukan masalah baru.

 

Tips Jika Ingin Pinjam Lagi Saat Pinjaman Belum Lunas

 

Jika kamu memang merasa butuh dana tambahan saat pinjaman lama belum lunas, ada beberapa strategi cerdas yang bisa dilakukan agar pinjaman barumu tidak merusak portofolio keuangan pribadi.

 

1. Hitung Ulang Kondisi Keuangan Secara Jujur

 

Sebelum mengajukan pinjaman baru, pastikan kamu menghitung ulang pemasukan dan pengeluaran bulanan. Sisakan ruang yang cukup untuk cicilan agar kebutuhan sehari-hari tetap terpenuhi.

 

Jika cicilan tambahan terasa terlalu memaksa, sebaiknya tunda pengajuan hingga kondisi lebih aman.

 

2. Prioritaskan Kebutuhan yang Benar-Benar Penting

 

Pastikan tujuan pinjaman memang untuk kebutuhan mendesak, bukan sekadar keinginan. Dengan begitu, risiko finansial yang kamu ambil tetap sebanding dengan manfaatnya.

 

Pendekatan ini juga membantu kamu lebih disiplin dalam mengelola utang.

 

3. Pertimbangkan Fitur Top-Up

 

Beberapa lembaga keuangan menyediakan fitur top-up atau penambahan limit pada pinjaman yang sedang berjalan. Cara ini biasanya lebih efisien ketimbang pinjam lagi di tempat baru saat pinjaman belum lunas, karena proses verifikasinya cenderung lebih cepat.

 

Dengan top-up, tenor pinjamanmu biasanya akan disesuaikan kembali agar cicilan tetap terjangkau. Ini bisa membantu menjaga agar pengeluaran bulanan tidak membengkak secara drastis dibandingkan pendapatanmu saat ini.

 

Baca juga: Pahami Syarat Ajukan KTA Tanpa Kartu Kredit Berikut ini

 

4. Pilih Tenor yang Lebih Panjang

 

Jika terpaksa mengambil pinjaman di tempat berbeda, pilihlah tenor pinjaman atau jangka waktu pembayaran yang lebih lama. Tenor panjang memang membuat total bunga lebih besar, tetapi cicilan per bulannya akan menjadi lebih ringan untuk napas keuanganmu.

 

Ini adalah strategi untuk menjaga agar arus kas tetap aman selama masa pelunasan dua utang sekaligus. Pastikan kamu tetap disiplin membayar tepat waktu agar tidak terkena denda keterlambatan yang memberatkan.

 

5. Pertimbangkan Alternatif Selain Pinjaman

 

Jika kamu butuh dana tetapi tidak ingin menambah cicilan, ada beberapa alternatif yang bisa dipertimbangkan. Misalnya, menyesuaikan anggaran, menunda pengeluaran tertentu, atau mencari tambahan penghasilan sementara.

 

Langkah ini sering kali lebih aman dibandingkan pinjam lagi saat pinjaman belum lunas, karena tidak menambah beban pinjamansaat kondisi belum ideal.

 

Solusi Pinjaman yang Aman Bersama Tunaiku

 

Saat pinjaman belum lunas tapi mau pinjam lagi, penting memilih layanan yang terdaftar dan diawasi OJK. Tunaiku by Amar Bank hadir sebagai pinjaman tanpa agunan dengan proses transparan dan aman untuk perencanaan keuangan kamu. 

 

Tunaiku juga menyediakan fitur Top Up pinjaman, yaitu kesempatan menambah dana meski pinjaman masih berjalan. Opsi ini memungkinkan kamu mendapatkan dana tambahan tanpa harus mengajukan pinjaman baru dari awal. 

 

Tentunya, pengajuan Top Up tetap mempertimbangkan kemampuan bayar kamu. Selama riwayat pembayaran lancar dan memenuhi penilaian kredit, cicilan tetap bisa dikelola dengan lebih ringan dan terkontrol. 

 

Cek sekarang apakah kamu memenuhi syarat Top Up Tunaiku lewat aplikasi resmi Tunaiku dan ajukan pinjaman dengan aman, cepat, dan tepercaya.