Kalian sebagai remaja pernahkah merasakan yang namanya “insecure”? Contohnya seperti tidak percaya diri dengan diri kita sendiri, lalu tidak percaya diri akan potensi yang kita miliki, tidak percaya diri dengan masalah kulit yang kita miliki, bahkan pernahkah kalian merasakan tidak percaya diri dengan orang-orang yang lebih dari kita?

 

Nah, penyebab kita tidak percaya diri ini apa ya kalau boleh tahu? Disini saya akan sedikit menjelaskan  pengertian mengenai “insecure” itu sendiri.

 

Seperti yang kita ketahui bahwa insecurity atau perasaan tidak aman mungkin pernah kita alami. Ketidakamanan bisa terjadi saat kita malu, merasa bersalah, kekurangan, atau tak mampu. Saat merasa tidak aman, orang cenderung hidup dalam ketakutan.

 

Semakin tidak percaya diri, semakin banyak rasa tidak aman yang ada dalam pikiran. Akibatnya, kita bisa menjadi takut berinteraksi dengan orang lain. Padahal interaksi merupakan bagian penting dalam kehidupan sehari-hari.

 

Salah satu alasan mengapa orang merasa tidak aman adalah mereka menilai bahwa diri sendirinya itu terlalu rendah. Saat kita tak percaya diri atau malu dengan diri sendiri, misalnya karena warna kulit, tinggi dan berat badan, bentuk wajah tak sesuai dengan keinginan, maka kita akan memancarkan aura canggung.

 

Hal seperti itu menimbulkan rasa tidak aman yang mungkin membuat kita iri dan cemburu terhadap orang lain. Iri pada orang lain bisa membuat kita membenci banyak orang.

 

Ada pula mengenai pengalaman masa lalu, hal ini juga dapat menjadi salah satu penyebab seseorang merasa tidak aman. Masalah masa lalu dengan penolakan, pengkhianatan, pengabaian, dan masa kanak-kanak yang tidak normal dapat memengaruhi kehidupan sehari-hari kita secara tidak langsung.

 

Orang cenderung merasa tidak aman karena seseorang meninggalkan atau menyalahgunakan kepercayaan yang diberikan. Sejarah pelecehan seperti fisik, verbal, emosional, atau seksual juga dapat menggambarkan ketidakamanan. Jika ketidakamanan berawal dari kegagalanatau penolakan, beri diri sendiri waktu untuk menyembuhkan dan beradaptasi lagi.

 

Dapatkan masukan dari orang yang kita percaya dan temui orang terdekat agar merasa lebih tenang dan nyaman. Kelilingi diri dengan orang-orang yang mendukung kita. Untuk mengatasi rasa tidak aman, tentu kita harus mempunyai keinginan untuk melepas dan terus bergerak maju menuju apa yang ingin dicapai, juga bersedia mencoba strategi yang berbeda jika perlu.

 

Dengan kita insecure atau tidak percaya diri kita dapat melakukan hal-hal yang berbahaya yang tidak kita inginkan. Contohnya seperti Self Injury atau menyakiti diri sendiri. Mengapa ada orang yang melakukan Self Injury ini?

 

Seseorang melakukan tindakan Self Injury dengan tujuan untuk meredakan perasaan-perasaan yang menyakitkan yang terlalu berlebihan (marah, malu, cemas, sedih, frustasi, dll), namun ada pula yang melakukan Self Injury karena merasa terlalu sedikit emosi atau merasa kekosongan.

 

Tujuan lain seseorang melakukan Self Injury adalah sebagai cara mengekspresikan hal-hal yang tidak dapat mereka ceritakan. Misalnya sebagai cara mereka meminta pertolongan dan sebagai cara menggambarkan perasaan menyakitkan di dalam diri.

 

Seseorang juga melakukan Self Injury dengan tujuan menjadikan Self Injury sebagai bentuk menghukum diri (“jika saya menyakiti diri, maka tidak akan ada hal buruk yang akan terjadi”). Biasanya ini terjadi ketika seseorang mengalami kilas balik trauma.

 

Adapun beberapa cara untuk menyembuhkan hal yang seperti diatas tadi dengan cara Self Healing. Seperti yang kita ketahui bahwa self healing adalah proses pemulihan yang umumnya terjadi akibat dari gangguan psikologis, trauma, dan semacamnya, karena adanya luka batin masa lalu yang disebabkan oleh diri sendiri atau orang lain.

 

Menurut ilmu psikologi, self healing adalah proses penyembuhan yang hanya melibatkan diri sendiri untuk bangkit dari penderitaan yang pernah dialami dan memulihkan diri dari luka batin. Tujuan dari self healing sendiri adalah untuk memahami diri sendiri, menerima ketidaksempurnaan, dan membentuk pikiran positif dari apa yang telah terjadi.

 

Ketika kita berhasil melakukan self healing, maka kita akan menjadi pribadi yang lebih tegar dalam menghadapi kesulitan, kegagalan, dan trauma di masa lalu. Kita akan memandang bahwa masalah yang ada dalam hidup dapat memberikan pembelajaran yang tidak diajarkan oleh siapa pun, melainkan diri sendiri.

 

Lalu bagaimanakah cara melakukan self healing tersebut? Ada beberapa langkah melakukan self healing untuk membantu menyembuhkan luka batin di masa lalu, di antaranya:

 

  • Self Acceptance atau menerima diri sendiri

 

Permasalahan yang paling sering terjadi adalah kita tidak bisa menerima diri kita sendiri apa adanya. Sebaliknya, kita selalu ingin menjadi orang lain. Hal itu membuat segalanya menjadi lebih buruk karena kita terlalu berkonsentrasi pada situasi yang tidak nyata, dan dengan demikian dapat memengaruhi masa depan kita sendiri.

 

Jadi, mulai sekarang coba untuk mengenal diri kita, baik dari sisi buruk maupun yang baiknya, hal ini sangat dibutuhkan untuk melakukan self healing. Dengan begitu, kita dapat menerima segala kekurangan yang ada pada diri kita.

 

  • Memaafkan diri sendiri

 

Kita mungkin pernah yang namanya gagal, sedih, marah atau kecewa.  Tetapi hidup dengan rasa bersalah terus-menerus hanya akan merugikan diri kita sendiri.

 

Melakukan self healing dengan cara memaafkan diri sendiri dapat memberi diri kita kesempatan untuk menunjukkan kepada dunia betapa hebatnya kita, dan menerima kesempatan untuk melakukan hal-hal yang luar biasa dengan hidup yang kita miliki saat ini.

 

  • Melakukan kegiatan positif

 

Ketika kita memulai melakukan self healing, penting untuk menyaring hal-hal negatif yang dapat menyebabkan diri kita menjadi stress.

 

  • Me time

 

Keempat, yaitu melakukan Me Time. Me time ini berguna untuk membuat setiap orang memikirkan dirinya sendiri terlebih dahulu.

 

Bagaimanapun orang lain memperlakukannya, diri kita masih bisa memilih untuk bahagia. Saat seseorang terlalu sibuk memikirkan orang lain, terkadang ia lupa memikirkan diri sendiri. Meluangkan waktu untuk diri sendiri benar-benar akan membuat kita merasa lebih baik.

 

  • Bicara dengan diri sendiri

 

Bicaralah pada diri sendiri tentang apa yang sebenarnya diinginkan. Jujur pada diri sendiri lebih baik ketimbang melampiaskan segala perasaan buruk kita pada sesuatu. Karena satu-satunya orang yang mampu berbicara dengan lubuk hati terdalam adalah diri kita sendiri.

 

Seperti yang sudah saya lampirkan penjelasan mengenai insecure dan penyebabnya diatas perlu kita ketahui bahwa kita tidak boleh merasakan insecure atau tidak percaya diri.

 

Menurut ahli psikolog, Monica Sulistiawati, M.Psi, beliau mengatakan bahwa self love ialah keadaan yang dapat menerima segala kelebihan dan kekurangan yang ada pada diri, menghargai diri sendiri, memberikan dukungan pada diri sendiri, berusaha berbuat baik untuk diri sendiri, dan berusaha memaafkan diri sendiri saat berbuat hal yang salah atau keliru adalah poin pentingnya.

 

Self love merupakan usaha berbuat baik kepada diri sendiri seperti halnya kita berusaha berbuat baik pada orang yang kita sayangi.

 

Hal serupa juga disampaikan psikologi Samantha Ananta, M.Psi bahwa self love dapat dijabarkan menjadi suatu bentuk penghargaan pada diri sendiri sebagai upaya untuk menunjukkan kepedulian terhadap kondisi fisik, psikologis dan spiritual.

 

Ini tentang bagaimana individu menghargai dirinya sendiri dan menunjukkan rasa sayang pada dirinya dengan merawat diri sebaik mungkin.

 

Swara Kamu merupakan wadah untuk menyalurkan inspirasi, edukasi, dan kreasi lewat tulisanmu. Kamu bisa menyampaikan pendapat, pemikiran, atau informasi menarik seputar finansial dan karier. Setiap artikel Swara Kamu menjadi tanggung jawab penulis karena merupakan opini pribadi penulis. Tim Swara tidak dapat menjamin validitas dan akurasi informasi yang ditulis oleh masing-masing penulis.

 

Ingin ikut berbagi inspirasi? Langsung daftarkan dirimu sebagai penulis Swara Kamu di sini!