Sejak awal tahun 2020, dunia diramaikan dengan adanya penyakit Covid-19. Penyakit ini disebabkan oleh adanya virus SARS-Cov-2. Penyakit yang menyerang sistem pernapasan manusia ini mulai menyebar keseluruh dunia, termasuk Indonesia, dan telah ditetapkan oleh World Health Organization (WHO) sebagai sebuah pandemi pada tanggal 11 Maret 2020.

 

Untuk mencegah penularan Covid-19, pemerintah mulai menetapkan kebijakan-kebijakan baru. Social distancing merupakan salah satu kebijakan yang dibuat pemerintah untuk mencegah penularan penyakit ini. Dengan dibuatnya kebijakan ini, pemerintah berharap agar masyarakat dapat menjaga jarak fisik dengan sesama.

 

Social distancing harus diterapkan di setiap aktivitas masyarakat, termasuk dalam bidang pendidikan. Untuk mendukung kebijakan social distancing itu, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan mengeluarkan surat edaran Kemendikbud Dikti No.1 tahun 2020, yang berisikan intruksi untuk melakukan pembelajaran secara daring.

 

Kebijakan tentang pembelajaran daring ini tentu saja menimbulkan dampak positif dan negatif. Menurut jurnal berjudul Sistematik Review: Dampak Perkuliahan Daring Saat Pandemi Covid-19 Terhadap Mahasiswa Indonesia, Suhartono menjelaskan hasil penelitian.

 

Menurut hasil itu, nilai rata-rata yang didapat mahasiswa saat belajar daring lebih baik dibanding dengan hasil nilai rata-rata sebelum menggunakan pembelajaran daring. Ia menambahkan bahwa pembelajaran daring dapat mempengaruhi kemampuan literasi mahasiswa secara signifikan.

 

Namun, perolehan nilai yang tinggi tidak dapat menjadi acuan mahasiswa paham dengan materi perkuliahan. Disisi lain, dalam jurnal Aktifitas Pembelajaran Daring Pada Masa Pandemi Covid-19 Di Jurusan Pendidikan Geografi Universitas Siliwangi Tasikmalaya, disebutkan bahwa pembelajaran daring dinilai kurang efektif karena dosen terlalu fokus untuk memberikan tugas dibandingkan materi.

 

Akses internet juga mempunyai peran besar dalam pembelajaran daring. Belum meratanya ketersediaan internet di Indonesia menyebabkan sebagian mahasiswa kesulitas untuk mengakses materi pembelajaran. Hal ini menyebabkan mahasiswa kesulitan untuk memahami materi pembelajaran.

 

Menurut jurnal Sistematik Review: Dampak Perkuliahan Daring Saat Pandemi Covid-19 Terhadap Mahasiswa Indonesia, Melani Kartika Sari menjabarkan bahwa terdapat 38,57% mahasiswa yang mengalami stress sedang, 28,57% stress berat dan 32,86% mengalami stress ringan. Rasa Stres ini juga ditumbulkan karena mahasiswa merasa kesulitan untuk memahami materi dengan pembalajaran daring, juga karena rasa khawatir tertular Covid-19.

 

Bedasarkan pemaparan diatas, dapat disimpulkan bahwa pembelajaran daring memang membuat mahasiswa mendapat hasil nilai yang lebih baik. Namun, dibalik nilai yang lebih baik tersebut, terdapat beberapa kendala yang dirasakan oleh mahasiswa itu sendiri, seperti tidak pahamnya materi, gangguan akses internet, juga rasa stress yang menimpa mahasiswa.

 

Oleh karena itu, pemerintah diharapkan untuk dapat mecari solusi yang baik agar mahasiswa mampu mengatasi kendala-kendala ini. Semoga pandemi Covid-19 ini segera berakhir sehingga pembelajaran dapat kembali normal seperti sedia kala.

 

Madu adalah hasil produksi dari lebah yang kini dikenal oleh masyarakat luas karena memiliki khasiat yang banyak untuk kecantikan dan kesehatan. Tak heran madu adalah salah pengobatan alami untuk berbagai macam penyakit.

 

Berikut uraian mengenai manfaat madu untuk kesehatan:

 

1.Madu Sebagai Pembunuh Bakteri Yang Ada Dalam Tubuh

 

Madu mengandung zat yang memperlambat pertumbuhan bakteri bahkan membunuh bakteri, sehingga tubuh manusia dapat terhindar dari penyakit. Sebuah penelitian membuktikan bahwa madu efektif membasmi bakteri di dalam tubuh, seperti Escherichia coli, Salmonella, dan bakteri sejenis lainnya. Karena itu, sifat madu sudah tidak diragukan lagi.

 

2.Madu Sebagai Peningkat Imunitas Tubuh

 

Madu mengandung berbagai macam nutrisi yang kompleks, mulai dari vitamin hingga mineral yang dibutuhkan oleh tubuh manusia. Tak heran, banyak orang tua yang percaya pada pemberian madu untuk anaknya. Alasan orang tua mengonsumsi madu adalah untuk menjaga kesehatan anak, terutama untuk meningkatkan kekebalan dan daya tahan tubuh.

 

3.Madu Dapat Meredakan Flu dan Batuk

 

Ini terjadi karena madu mengandung antioksidan, agen antimikroba, dan agen antibakteri, yang dapat digunakan untuk melawan virus dan bakteri penyebab gejala flu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meminum satu sendok makan madu sebelum tidur dapat mengurangi intensitas batuk.

 

4.Madu Dapat Membantu Untuk Mencegah Kanker

 

Madu mengandung antioksidan tingkat tinggi, asam organik, dan senyawa fenolik. Kandungan antioksidan berperan penting dalam melawan radikal bebas yang dapat menyebabkan munculnya banyak sel jahat, seperti kanker.

 

5.Menyembuhkan Luka Bakar

 

Madu dapat membantu menyembuhkan luka bakar dan infeksi luka pasca operasi. Madu juga bisa mengurangi kemungkinan amputasi akibat diabetes. Sifat antibakteri dan anti-inflamasi ini berperan dalam penyembuhan luka.

 

Selain itu, madu juga bermanfaat untuk kulit penderita psoriasis dan herpes. Namun, sebelum mengoleskan madu pada bekas luka, sebaiknya Anda tetap berkonsultasi dengan dokter untuk mengetahui cara pemakaiannya yang benar.

 

Swara Kamu merupakan wadah untuk menyalurkan inspirasi, edukasi, dan kreasi lewat tulisanmu. Kamu bisa menyampaikan pendapat, pemikiran, atau informasi menarik seputar finansial dan karier. Setiap artikel Swara Kamu menjadi tanggung jawab penulis karena merupakan opini pribadi penulis. Tim Swara tidak dapat menjamin validitas dan akurasi informasi yang ditulis oleh masing-masing penulis.

 

Ingin ikut berbagi inspirasi? Langsung daftarkan dirimu sebagai penulis Swara Kamu di sini!