SWARABiaya renovasi rumah sering kali jadi pertimbangan besar sebelum kamu mulai memperbaiki atau memperbarui hunian. Renovasi bisa dilakukan karena banyak alasan, mulai dari atap bocor saat musim hujan, dinding retak, hingga kebutuhan ruang tambahan untuk keluarga.

 

Apa pun alasannya, renovasi rumah perlu perencanaan matang agar pengeluaran tetap terkendali. Dengan memahami rincian renovasi rumah dan cara menghitungnya, kamu bisa menyiapkan anggaran yang lebih realistis dan sesuai kemampuan finansial.

 

Rincian Estimasi Biaya Renovasi Rumah

 

Secara umum, harga renovasi rumah bergantung pada skala kerusakan dan luas area yang direnovasi. Untuk renovasi kecil seperti pengecatan atau penggantian ubin, biayanya biasanya masih di kisaran jutaan hingga belasan juta rupiah.

 

Namun, jika kamu bertanya berapa biaya renovasi rumah per meter? Patokan harga yang sering digunakan kontraktor saat ini adalah Rp2,5 juta–Rp5 juta per meter persegi. Kisaran ini mencakup renovasi standar hingga menengah dengan kualitas material yang cukup baik.

 

Lalu, apa saja yang termasuk biaya renovasi? Dan berapa estimasinya? Berikut rincian renovasi rumah untuk setiap komponen atau jenis pengeluarannya. 

 

1. Biaya Material Bangunan

 

Komponen material adalah bagian terbesar dari biaya perbaikan rumah, yang bisa mencakup semen, pasir, cat, hingga keramik. Pilihan merek dan kualitas materialnya akan sangat menentukan apakah anggaran akan membengkak atau tetap terkendali sesuai rencana.

 

Kamu bisa menekan pengeluaran dengan mencari toko bangunan yang menawarkan harga grosir atau diskon khusus untuk pembelian jumlah banyak. Riset kecil mengenai harga material terkini sangat disarankan supaya kamu tidak kaget saat melihat rincian nota belanja nantinya.

 

Baca juga: 4 Tips Merenovasi Kamar Tidur Anak Dengan Anggaran Terbatas

 

2. Biaya Jasa Renovasi Rumah

 

Untuk tenaga kerja, kamu bisa memilih antara sistem tukang harian atau sistem borongan yang biasanya lebih praktis. Biaya jasa renovasi rumah sistem harian berkisar Rp150 ribu–Rp250 ribu per orang, sedangkan sistem borongan biasanya dihitung per luas meter pengerjaan.

 

Sistem borongan sering dipilih karena memberikan kepastian total upah sejak awal hingga proyek selesai dikerjakan. Pastikan kamu memilih tukang atau kontraktor yang memiliki reputasi baik agar hasil pengerjaan rapi dan tidak memerlukan perbaikan ulang dalam waktu dekat.

 

3. Biaya Cadangan dan Biaya Lainnya

 

Salah satu hal yang sering dilupakan dalam rincian renovasi rumah adalah biaya tambahan untuk hal-hal tak terduga. Sangat disarankan untuk menyisihkan dana cadangan minimal 10% dari total estimasi anggaran yang sudah kamu buat sebelumnya.

 

Biaya ini berfungsi untuk mengantisipasi kenaikan harga material yang tiba-tiba atau adanya kerusakan tambahan yang baru terlihat saat proses bongkar dilakukan. Siapkan juga dana untuk biaya pembersihan sisa material atau biaya angkut sampah proyek setelah renovasi usai.

 

Baca juga: Tips Mudah Renovasi Rumah Bagi yang Sedang Tidak Punya Anggaran

 

Cara Menghitung Biaya Renovasi Rumah

 

Mungkin kamu bertanya, bagaimana cara menghitung biaya renovasi rumah? Langkah paling akurat adalah dengan menyusun rancangan anggaran biaya renovasi rumah (RAB) berdasarkan volume pekerjaan yang akan dilakukan di rumah kamu.

 

Rumus sederhananya begini: (Luas Area x Biaya per Meter) + Biaya Cadangan 10%. Dengan rumus ini, kamu bisa mendapatkan gambaran kasar sebelum berkonsultasi lebih jauh dengan ahli bangunan atau kontraktor kepercayaan kamu.

 

Berikut adalah tabel contoh kasus untuk memudahkan kamu memahami cara menghitung estimasi biaya renovasi rumah dalam berbagai skenario:

 

Jenis Renovasi Luas Area Biaya per Meter Total Biaya
Perbaikan Kamar Mandi 4 m2 Rp3.000.000 Rp12.000.000
Tambah Ruang Dapur 10 m2 Rp3.500.000 Rp35.000.000
Renovasi Atap & Plafon 50 m2 Rp2.500.000 Rp125.000.000
Renovasi Total Rumah T36 36 m2 Rp4.500.000 Rp162.000.000

 

Catatan: Harga di atas merupakan estimasi kasar dan dapat berubah tergantung lokasi serta spesifikasi material yang dipilih.

 

Tips Menghemat Biaya Renovasi Rumah

 

Meskipun renovasi rumah membutuhkan dana yang cukup besar, ada beberapa strategi yang bisa kamu lakukan agar pengeluaran tetap efisien. Berikut adalah tips renovasi rumah yang harus kamu pertimbangkan:

  • Pilih Material Bekas Layak Pakai: Gunakan kembali kusen pintu atau genteng yang masih bagus untuk menekan belanja material baru.
  • Renovasi Saat Musim Kemarau: Melakukan pengerjaan saat cuaca cerah akan mempercepat durasi kerja tukang dan menghindari risiko kerusakan akibat hujan.
  • Buat Skala Prioritas: Dahulukan bagian rumah yang paling mendesak untuk diperbaiki demi menjaga keamanan penghuni, seperti atap atau fondasi.
  • Gunakan Desain Minimalis: Semakin sederhana desain yang kamu pilih, semakin sedikit material dan waktu jasa yang dibutuhkan.
  • Cari Kontraktor Bergaransi: Hal ini penting untuk menghindari pengeluaran tambahan jika ada hasil kerja yang kurang sempurna di kemudian hari.

 

Baca juga: 5 Impian yang Bisa Kamu Wujudkan dengan Pinjaman Tunaiku

 

Wujudkan Rumah Nyaman Tanpa Kendala Biaya

 

Mengetahui rincian biaya renovasi rumah adalah langkah awal yang cerdas agar impianmu memperbaiki hunian tidak terhambat masalah dana. Jangan biarkan kerusakan kecil di rumahmu berubah menjadi masalah besar hanya karena kamu menunda proses perbaikannya.

 

Menggunakan dana pinjaman untuk kebutuhan produktif seperti renovasi adalah langkah yang bijak asalkan dikelola dengan benar. Renovasi akan meningkatkan nilai aset properti kamu secara jangka panjang dan memberikan kenyamanan bagi keluarga.

 

Jika kamu butuh dukungan finansial untuk menutupi harga renovasi rumah atau biaya jasa tukang, Tunaiku by Amar Bank siap membantu. Sebagai pelopor pinjaman digital yang aman dan diawasi OJK, Tunaiku menawarkan solusi akses dana tanpa beban agunan.

 

Dapatkan limit pinjaman hingga Rp30 juta dengan proses yang praktis dan sepenuhnya dilakukan secara online. Ajukan pinjaman di Tunaiku sekarang untuk mewujudkan rencana mempercantik rumahmu!