SWARA – Banyak orang menabung dengan tujuan tertentu, seperti membeli mobil, mempersiapkan pernikahan, berlibur ke luar negeri, dan lain sebagainya. Namun, sebenarnya menabung tidak harus selalu dilakukan untuk mencapai suatu target.
Dilansir dari CNBC, banyak orang mengabaikan dua kategori pos tabungan yang sebenarnya cukup penting. Kedua pos tabungan tersebut terdiri atas tabungan untuk dana darurat dan tabungan pensiun.
Pentingnya Menabung untuk Dana Darurat dan Pensiun
Dana darurat merupakan dana yang kita simpan dan hanya digunakan dalam keadaan mendesak. Ketika menabung untuk dana darurat, kamu mungkin merasa seolah-olah uangmu tersimpan tanpa ada tujuan yang jelas. Tapi, memang begitulah sistem menabung dana darurat supaya kita tidak menggunakannya sembarangan.
Di masa pandemi seperti sekarang ini, kebutuhan untuk menyimpan dana darurat menjadi kian penting. Kondisi ekonomi sedang tidak stabil dan sangat sulit untuk diprediksi. Kita tidak tahu apakah negara akan mengalami resesi atau tidak. Namun, dengan memiliki dana darurat, kita bisa lebih siap dalam menghadapi ancaman ekonomi seburuk apa pun.Â
Dikutip dari Business Insider, para pakar keuangan merekomendasikan supaya dana darurat bisa menghidupi kebutuhan sehari-hari selama setidaknya tiga sampai enam bulan. Tapi, tentunya semakin banyak jumlah dana darurat akan lebih baik.
Sama seperti dana darurat, tabungan pensiun juga menjadi salah satu pos tabungan yang penting untuk dipertimbangkan. Banyak orang mengira bahwa persiapan pensiun hanya perlu dilakukan setelah melewati usia 30 atau 40 tahun. Padahal, semakin cepat kamu mempersiapkan dana pensiun, semakin besar juga jumlah tabungan yang kamu miliki.
Tidak semua perusahaan menyediakan fasilitas pensiun untuk karyawannya. Bahkan, meski kamu telah terdaftar dalam program Jaminan Hari Tua (JHT) dari BPJS Ketenagakerjaan, kamu tetap memerlukan dana pensiun tambahan karena dana dari program tersebut bisa saja tidak mampu mencukupi kebutuhan hari tuamu.
Dilansir dari Forbes, angka harapan hidup menentukan perkiraan waktu yang akan kamu habiskan setelah pensiun. Angka harapan hidup yang tinggi menjadi penanda bahwa kamu pun nantinya akan membutuhkan dana untuk waktu yang cukup lama setelah pensiun.Â
Sebagai contoh, kamu pensiun di usia 60 tahun. Setelah pensiun, kamu masih bisa hidup dengan sehat hingga usia 75 tahun. Artinya, ada waktu 15 tahun yang kamu habiskan tanpa memiliki pemasukan sama sekali. Di masa 15 tahun itulah kamu perlu menggunakan dana pensiun yang telah kamu persiapkan dari jauh-jauh hari.
Sebaiknya, mulai sisihkan uang untuk tabungan pensiun sejak kamu memperoleh gaji pertama. Jika kamu sudah melewati gaji pertamamu tanpa sempat menabung ke dana pensiun, kamu tetap bisa memulainya sedini mungkin. Ingatlah bahwa semakin cepat kamu menabung untuk pensiun, semakin besar juga dana yang kamu miliki untuk bertahan hidup di hari tua.
Hal-Hal yang Perlu Dipertimbangkan Saat Menabung Dana Darurat dan Pensiun
Ketika menabung untuk dana darurat, penting untuk menentukan jumlah yang tepat bagi dana daruratmu. Seperti yang telah disampaikan sebelumnya, dana darurat sebaiknya bisa menghidup kebutuhanmu selama tiga sampai enam bulan.Â
Sebagai contoh, setiap bulannya kamu memiliki pengeluaran sebesar Rp4,5 juta. Dalam enam bulan, pengeluaranmu akan mencapai Rp27 juta. Artinya, kamu harus menyediakan dana darurat setidaknya sebesar Rp27 juta. Angka ini yang akan menjadi pertimbangan pertama ketika kamu mempersiapkan pos tabungan dana darurat.
-
Simpan di tempat yang memudahkan pencairan dana tersebut
Selain itu, pertimbangkan juga dimana kamu akan menyimpan dana daruratmu. Dana darurat harus disimpan di tempat yang mudah untuk diakses dalam keadaan mendesak. Umumnya, orang-orang menggunakan tabungan online dan deposito untuk menyimpan dana darurat.
Akan tetapi, tempat paling tepat untuk menyimpan dana darurat adalah di rekening tabungan biasa. Kamu bisa mengandalkan bunga yang disediakan dari pihak bank untuk mendapatkan keuntungan tambahan saat menabung. Menyimpan uang di rekening tabungan bank memudahkan kamu untuk menariknya dalam situasi darurat.
-
Sisihkan minimal 15% untuk Dana Pensiun tiap bulannya
Hal yang sama juga bisa kamu terapkan untuk dana pensiun. Kamu perlu menghitung dana pensiun yang kira-kira akan kamu butuhkan nantinya. Dikutip dari Forbes, sebaiknya sisihkan 15% dari penghasilan bersih per bulan untuk dimasukkan ke dalam tabungan pensiun.
Misalnya, kamu memiliki pendapatan bulanan yang telah dikurangi pajak sebesar Rp8 juta. Maka, 15% dari penghasilan tersebut, yaitu Rp1,2 juta perlu dimasukkan ke dalam tabungan pensiun.Â
Agar bisa mendapatkan dana yang memadai saat pensiun nanti, sebaiknya mulai terapkan hal ini sejak kamu berusia 25 tahun. Jika kamu baru merencanakan tabungan pensiun setelah lewat dari usia 25 tahun, kamu mungkin perlu menyisihkan lebih dari 15% gaji bulanan untuk bisa mencapai jumlah dana pensiun yang memadai.
-
Mulai dari jumlah yang kecil untuk waktu yang panjang
Ketika menyimpan uang untuk pos tabungan dana pensiun, pemilihan waktu adalah unsur yang paling krusial. Seperti contoh sebelumnya, kamu hanya perlu menyisihkan 15% dari penghasilan bersih untuk ditabungkan ke dana pensiun apabila kamu memulai sejak muda.Â
Menabung dalam jumlah sedikit tapi dalam waktu yang lama bisa memberikan hasil yang lebih maksimal dibandingkan dengan menabung dalam jumlah besar tapi dalam waktu yang pendek.
Coba pertimbangkan ilustrasi berikut ini. Investor A dan Investor B sama-sama mempersiapkan dana pensiun. Investor A telah menyisihkan Rp1,4 juta per bulan untuk dimasukkan ke dalam tabungan deposito. Ia melakukannya sejak masih berusia 25 tahun.Â
Memasuki usia 65 tahun, dana yang telah ia kumpulkan mencapai Rp9,4 miliar dengan asumsi bunga tahunan mencapai 10%.Â
Berbeda dengan investor A, investor B baru mulai menabung untuk dana pensiun pada usia 35 tahun. Ia menabung sebesar Rp2,9 juta per bulan. Setelah melewati usia 65 tahun, ia akan mendapatkan dana pensiun sebesar Rp6,4 miliar dengan asumsi bunga tahunan 10%.Â
Dana pensiun yang dikumpulkan oleh investor B lebih rendah dari investor A, meski tabungan bulanan yang disisihkan lebih besar. Karena itu, penting untuk mulai menabung untuk dana pensiun sedini mungkin.
Dana darurat dan tabungan pensiun adalah dua pos tabungan yang seringkali terabaikan oleh banyak orang. Dengan mulai mempersiapkan kedua tabungan ini, kamu akan #PastiLebihSiap untuk menghadapi kemungkinan terburuk dalam situasi ekonomi akibat pandemi.