SWARA – Kabar bahagia datang dari Maudy Ayunda. Dara multitalenta kelahiran Jakarta, 19 Desember 1994 membagikan kabar melalui Instagramnya @maudyayunda, bahwa ia diterima di dua kampus top dunia yang berlokasi di Amerika Serikat untuk jenjang Master.
Maudy diterima di Harvard University untuk studi Magister Pendidikan. Tidak hanya itu, Maudy tidak lama mengaku dilema untuk memilih kuliah di mana, karena ia juga diterima di program MBA di Stanford University.
Dilema yang dirasakan oleh Maudy Ayunda telah berlangsung dua kali, pertama saat Maudy akan menempuh bangku sarjana, ia bingung memilih antara Oxford University atau New York University. Kebingungan ini kembali ia rasakan ketika masuk ke jenjang magister.
Impian untuk kuliah di kampus top dunia
Dua kampus yang menjadi kebingungan Maudy Ayunda adalah kampus-kampus top dunia yang biasa disebut sebagai Ivy League. Sebenarnya, apa yang dimaksud dengan Ivy League?
Ivy League adalah sebuah asosiasi kampus-kampus top di Amerika Serikat. Istilah “Ivy League” memiliki konotasi kesempurnaan akademis dan elitisme akademis. Ivy League terdiri dari delapan kampus yakni Harvard, Yale, Princeton, Brown, Columbia, Dartmouth, Pennsylvania, dan Cornell. Dari delapan universitas ini, hampir 80% riset di bidang teknologi berkembang dan banyak sekali ilmuwan lulusan dari kampus Ivy League memperoleh Nobel.
Banyak sekali alumni dari kampus Ivy League yang menduduki posisi penting, misalnya Barack Obama, presiden Amerika Serikat ke 44 yang ternyata lulusan Harvard, aktris Meryl Streep lulusan Yale University, dan pemeran Superman Christopher Reeve lulusan Cornell University.
Iklim pembelajaran yang kondusif dan adanya asistensi secara online selama dua puluh empat jam sehari, mempermudah mahasiswa dalam melakukan konsultasi dengan dosen kapan pun mereka inginkan.
Baca juga: Kuliah di Amrik, Ini 5 Community College yang Jadi Rekomendasi untuk Mahasiswa Indonesia
Bagaimana dengan biaya kuliah?
Pendidikan yang bagus biasanya memiliki biaya yang tinggi. Ivy League merupakan delapan kampus yang memiliki biaya termahal, dan juga fasilitas terbaik.
Dilansir dari thread Twitter @Strategi_Bisnis, Stanford MBA adalah Top 3 Dunia. Biaya kuliah dua tahun di Stanford adalah USD 140.000 atau setara dengan 2 Miliar Rupiah. Biaya kuliah di Stanford, Harvard, dan Pennsylvania memang rata-rata USD 140.000. Belum termasuk biaya hidup. Di Stanford, biaya hidup berkisar antara USD24.000 per tahun. Jika Maudy Ayunda memilih untuk MBA di Stanford, total uang yang harus dikeluarkan adalah USD 188.000 atau setara dengan 2,6 Miliar Rupiah.
Apakah menjanjikan kuliah di Stanford?
Sangat menjanjikan. Dengan nama besar yang dimiliki Stanford dan alumninya yang merupakan orang-orang penting, hampir semua lulusan MBA Stanford dapat diterima di perusahaan-perusahaan besar seperti McKinsey, Boston Consulting Group, Goldman Sach, dan Morgan Stanley.
Gaji lulusan MBA Stanford di perusahaan tersebut rata-rata USD 150.000 per tahun. Dengan kepintaran yang dimiliki mahasiswa lulusan Stanford, tidak sulit untuk masuk ke perusahaan yang bagus dan memperoleh bayaran USD 150.000 per tahun. Dalam jangka waktu dua tahun, mahasiswa bisa memperoleh uang setara dengan pengeluaran mereka saat kuliah.
Walaupun demikian, kita tidak perlu berkecil hati melihat biaya yang dikeluarkan. Kampus menyediakan beasiswa bagi mahasiswa yang memiliki nilai baik dan potensi dalam bidang kepemimpinan. Misalnya Yale University menawarkan beasiswa 100% kepada mahasiswa yang memenuhi persyaratan seperti pintar secara akademik dan aktif secara non akademik.
Pada tahun 2015, 63% mahasiswa Yale menerima hibah yang bernilai $43,000 per tahun. Selain itu, Princeton juga menawarkan beasiswa yang serupa untuk mahasiswa yang potensial.