Perayaan Imlek selalu identik dengan suasana hangat, penuh warna, dan kebersamaan keluarga. Momen ini bukan hanya tentang pergantian tahun dalam kalender Tionghoa, tetapi juga tentang harapan baru, doa akan keberuntungan, serta rezeki yang lebih baik di tahun yang akan datang. Salah satu tradisi yang hampir tidak pernah terlewat dalam perayaan Imlek adalah pemberian angpao.
Pembagian amplop merah berisi uang kepada keluarga, kerabat, teman, hingga tamu sering dianggap sebagai puncak perayaan Imlek. Tradisi ini sudah berlangsung turun-temurun dan menjadi simbol berbagi kebahagiaan. Namun, di balik maknanya yang indah, tidak bisa dimungkiri bahwa tradisi angpao juga membutuhkan kesiapan finansial yang matang.
Meski begitu, Imlek tetap menjadi momen paling identik dengan angpao, baik dari segi jumlah maupun frekuensinya.
Aturan Pemberian Angpao Perayaan Imlek
Dalam memberikan angpao, ternyata ada beberapa aturan dan etika yang sebaiknya diperhatikan agar makna dan nilai budayanya tetap terjaga.
1. Hindari Menyertakan Angka 4
Dalam budaya Tionghoa, angka 4 sering dianggap membawa nasib buruk karena pengucapannya terdengar mirip dengan kata “mati”. Oleh karena itu, angka ini sangat dihindari, baik dalam penomoran lantai, rumah, maupun nominal angpao.
Saat menyiapkan angpao, sebaiknya hindari nominal yang mengandung angka 4, seperti Rp40.000, Rp400.000, atau Rp4.000.000. Sebagai gantinya, kamu bisa memilih angka genap lain yang dianggap membawa keberuntungan, seperti 6 atau 8.
2. Gunakan Amplop Berwarna Merah
Warna merah memiliki makna yang sangat kuat dalam budaya Tionghoa. Merah melambangkan kebahagiaan, energi positif, perlindungan, dan keberuntungan. Karena itu, angpao hampir selalu menggunakan amplop berwarna merah. Tapi jangan sampai salah ya, nggak semua amplop merah digunakan untuk perayaan Imlek. Kamu bisa cari amplop merah dengan ornamen emas atau kuning, bergambar shio, atau ucapan Gong Xi Fa Cai.
Memberikan uang dalam amplop merah dipercaya dapat “membungkus” doa dan harapan baik bagi penerimanya. Jadi, meskipun nominalnya sederhana, makna di balik angpao tetap terasa besar.
3. Etika Memberi dan Menerima Angpao
Ada etika yang berlaku, baik bagi pemberi maupun penerima angpao. Umumnya, orang dewasa yang sudah menikah diharapkan memberikan angpao kepada anak-anak atau anggota keluarga yang lebih muda dan belum menikah.
Pemberi angpao juga dianjurkan untuk mengucapkan “Gōngxǐ fācái” sebagai bentuk doa agar penerima mendapatkan kesejahteraan di tahun yang baru. Sementara itu, penerima angpao diharapkan bersikap sopan, tidak terlalu berlebihan saat menerima, serta tidak membuka angpao langsung di hadapan pemberi karena dianggap kurang etis.
Angpao dan Tantangan Finansial di Momen Imlek
Bagi sebagian orang, terutama yang merayakan Imlek bersama keluarga besar, pemberian angpao bisa menjadi tantangan finansial tersendiri. Jumlah penerima yang banyak, ditambah dengan keinginan untuk memberikan yang terbaik, sering kali membuat pengeluaran membengkak tanpa disadari.
Belum lagi jika Imlek berdekatan dengan kebutuhan lain, seperti persiapan liburan, biaya pendidikan, atau kebutuhan rumah tangga. Kondisi ini wajar dan cukup sering dialami. Yang penting, kamu tetap bisa merayakan Imlek dengan tenang tanpa harus merasa terbebani secara berlebihan.
Kuncinya ada pada perencanaan. Menentukan anggaran angpao sejak awal, menyesuaikannya dengan kemampuan finansial, dan tidak memaksakan diri adalah langkah yang bijak.
Solusi Finansial untuk Imlek Lebih Tenang
Di momen Imlek, pengeluaran memang cenderung meningkat, terutama untuk angpao dan berbagai kebutuhan perayaan lainnya. Supaya keuangan tetap aman, kamu bisa mulai mengandalkan fitur Celengan dari Amar Bank sebagai solusi yang lebih terencana dan minim drama.
Melalui Amar Bank Digital, kamu bisa membuat hingga 10 Celengan aktif untuk berbagai tujuan keuangan, termasuk khusus untuk angpao Imlek. Setiap Celengan bisa kamu atur sendiri nominal setoran dan targetnya, jadi pengeluaran terasa lebih terkendali dan tidak bercampur dengan kebutuhan lain. Enaknya lagi, Celengan bisa dicairkan kapan saja sesuai kebutuhan.
Selain fleksibel, Celengan Amar Bank juga menawarkan bunga kompetitif hingga 5,5% per tahun, bahkan bisa meningkat sampai 5,75% per tahun dengan voucher ekstra bunga (syarat dan ketentuan berlaku). Jadi, sambil mempersiapkan angpao, uangmu tetap berkembang dan tidak hanya “diam” di tabungan.
Dengan memanfaatkan Celengan, kamu bisa menyusun anggaran Imlek sejak jauh hari tanpa harus merasa terbebani di akhir. Tradisi berbagi tetap berjalan, keuangan pun tetap rapi dan terkendali. Imlek jadi lebih tenang dan penuh makna.
Dengan memahami makna dan aturan angpao, menyusun anggaran yang realistis, serta memanfaatkan solusi finansial yang tepat, kamu tetap bisa merayakan Imlek dengan hati yang tenang. Ingat, esensi Imlek bukan soal seberapa besar nominal angpao, melainkan ketulusan berbagi dan doa baik yang menyertainya. Tradisi jalan, keuangan pun tetap aman.