Bagi sebagian masyarakat Indonesia, salah satu pertanda berakhirnya rangkaian acara pernikahan adalah ketika pasangan berlibur ke suatu tempat yang indah dan romantis. Betapa tidak, hal ini dilakukan karena persiapan pernikahan memang menguras waktu, tenaga dan juga uang. 

 

Istilah liburan khusus untuk pasangan baru tersebut biasa kita sebut sebagai bulan madu atau honeymoon. Tidak ada yang menyangkal bahwa dalam fase awal pernikahan, semua hal yang dilakukan bersama pasangan akan terasa menyenangkan. 

 

Pengertian tersebutlah yang dipakai penduduk di benua Eropa pada abad ke-16 untuk menjelaskan arti dari kata dari honeymoon itu sendiri.

 

Honeymoon Sebagai Persiapan Pernikahan

 

Di jaman yang modern seperti saat ini, honeymoon diartikan sebagai liburan dengan tujuan bersantai pasca menikah. Persiapan pernikahan yang panjang membutuhkan waktu rehat dimana masing-masing pasangan bisa saling mengenal satu sama lain dengan cara berlibur.

 

Honeymoon kini dianggap sama pentingnya dengan acara pernikahan. Dikutip dari Dailymail, sebuah riset yang dilakukan oleh perusahaan perjalanan mewah dengan nama Kuoni pada tahun 2020 mengamati referensi tempat bulan madu pengguna di aplikasi Pinterest.

 

Berdasarkan data tersebut, Bali terpilih menjadi destinasi nomor satu pasangan muda. Alasannya, Bali memiliki berbagai lanskap dan aktivitas yang ditawarkan kepada pengunjungnya mulai dari pemandangan pantai yang sempurna, air terjun yang mempesona, hingga hutan yang memberikan kesempatan untuk berpetualang.

 

Adapun, selain Bali, nama-nama kota di Italia, Hawai dan Maldives juga masuk dalam daftar destinasi favorit bulan madu pengguna Pinterest. Dengan keinginan beberapa pasangan muda yang mendambakan kenyamanan, bisa dipastikan biaya yang dikeluarkan untuk rencana liburan ini relatif akan memakan banyak biaya juga.

 

Ternyata, rata-rata pengeluaran orang Indonesia untuk berbulan madu bisa mencapai angka puluhan juta rupiah, lho. Lantas, pertanyaan yang mungkin muncul adalah, wajarkah menghabiskan uang puluhan juta rupiah untuk fase liburan selama beberapa hari? 

 

Haruskah selebrasi bulan madu ditampilkan secara mewah? Lalu, seberapa pentingkah esensi honeymoon itu sendiri?

 

Artikel Terkait: Tips Honeymoon Hemat

  1. Tips Agar Bisa Honeymoon Murah ke Raja Ampat
  2. Ingin Honeymoon Romantis? Begini Cara Atur Bujetnya
  3. Rekomendasi Paket Honeymoon Murah 5 Jutaan di Villa Bali

 

Merencanakan Honeymoon dengan Bijak

 

Pakar hubungan asmara dan kehidupan asal Inggris, Pascale Lane, menyebutkan bahwa hubungan interpersonal yang disebabkan oleh perasaan yang ditimbulkan oleh kegiatan bulan madu mempengaruhi keadaan emosional, perilaku dan pikiran obsesif-kompulsif. 

 

Di satu sisi, meskipun terkesan menghambur-hamburkan uang, honeymoon tetaplah jenis kegiatan yang menumbuhkan perasaan menyenangkan. Karena itu, banyak yang merencanakan honeymoon sebagai bagian dari persiapan pernikahan. 

 

Pasangan muda bisa saja mengabaikan rencana ini dari persiapan pernikahan apabila menganggap bahwa kegiatan ini membebani secara finansial. 

 

Namun, jika masih memiliki keinginan untuk mewujudkannya, berikut beberapa tips merencanakan honeymoon tanpa khawatir akan mengganggu keuangan.

 

1. Menentukan konsep honeymoon yang realistis

 

Bersikap realistis artinya pasangan memiliki budget tertentu untuk tujuan yang bisa dicapai. Dengan begitu, pasangan disarankan untuk mematok nilai nominal uang tertentu untuk pos biaya liburan ini. 

 

Misalnya, pasangan harus berkomitmen bahwa pengeluaran yang bisa dihabiskan hanya sekitar Rp7.000.000 untuk satu minggu durasi liburan di Bali.  

 

Pinjaman Mudah Cicilan Ringan Modal KTP

 

Dengan membatasi angka pengeluaran untuk kegiatan berlibur yang cukup realistis, masing-masing pasangan dapat mengelola ekspektasinya sendiri tentang konsep honeymoon itu sendiri.

 

2. Menyusun itinerary perjalanan

 

Demi mewujudkan honeymoon yang tetap bisa dinikmati dengan hati gembira namun tidak menguras dompet, maka pasangan dianjurkan untuk memiliki itinerary. Itinerary atau rangkaian perjalanan diperlukan sebagai acuan menentukan lokasi wisata yang ingin dikunjungi.

 

Detail cara membuat itinerary diantaranya adalah sebagai berikut:

 

  • Mengumpulkan informasi tentang jadwal pesawat/transportasi, akomodasi, dan makanan/minuman di tempat tujuan honeymoon
  • Atur biaya dengan mengestimasi biaya yang diperlukan untuk mengunjungi tempat-tempat wisata
  • Menuliskan semua jadwal kegiatan dari awal hingga berakhirnya masa liburan
  • Sisakan waktu untuk sekedar bersantai bersama pasangan
  • Memiliki budget tidak terduga untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan saat menjalani honeymoon

 

Buatlah jadwal perjalanan sewajar mungkin. Lakukan banyak riset terkait lama perjalanan, durasi kunjungan dan periode jeda yang digunakan sebagai waktu luang. Dari sini, kamu pun bisa memperkirakan kemana saja uangmu akan dialokasikan dan berapa jumlahnya. 

 

3. Hindari fasilitas kredit untuk persiapan pernikahan

 

Penting bagi pasangan muda agar memiliki tekad tidak menggunakan fasilitas kredit untuk berlibur. Pada dasarnya, berutang hanya boleh dilakukan jika kegiatan yang dilakukan bisa menghasilkan uang kembali atau yang akrab disebut sebagai utang produktif. 

 

Sementara, honeymoon sendiri hanyalah sebuah kegiatan yang berlandaskan pada keinginan semata. Jadi, jangan sampai terlilit utang hanya untuk kegiatan honeymoon yang hanya menghabiskan waktu beberapa hari saja. Kehidupan pernikahan akan jauh lebih menantang dari sekedar utang. 

 

Sebaiknya, anggaran untuk honeymoon sudah dipersiapkan jauh-jauh hari lewat instrumen seperti tabungan atau investasi. Namun pada dasarnya, bulan madu seharusnya dijalani dengan perasaan lega tanpa kekhawatiran finansial usai menjalani serangkaian persiapan pernikahan.