SWARA – “Berutang nggak selamanya buruk, kok.” Tentu saja, hal ini bergantung pada perspektif mana kamu memandang. Di tengah maraknya beragam kisah klasik akibat utang, seperti rumah disita, warisan habis, bangkrut, terjerat rentenir, faktanya utang nggak “semengerikan” itu. Dengan penanganan yang tepat, utang bahkan mampu menunjang kesehatan finansialmu. Nggak percaya?

Namun, bukan berarti kamu bebas berutang, ya. Toh, ada dua jenis utang yang harus dikenal; yakni utang baik dan utang buruk. Nah, bagi kamu yang cerdas memanfaatkan peluang, utang baik inilah yang bernilai positif, bahkan mampu meningkatkan penghasilan. Sedari dini, nggak ada salahnya mengajarkan tentang pendidikan finansial kepada anak. Misalnya, dengan terlebih dulu mengajarkan mereka memahami utang, secara positif.

 

Utang sebagai Investasi

Sebagian orang berutang untuk masa depan yang lebih baik. Pertanyaan kemudian muncul: lantas masa depan yang seperti apa?

Coba jelaskan pada anak-anakmu, bahwa ada kalanya, kamu perlu berutang untuk sesuatu yang berharga. Ini bisa berupa mengajukan pinjaman untuk biaya sekolah hingga menyicil rumah. Sedini mungkin, buatlah anak-anakmu mengerti, bahwa pendidikan itu penting, bahkan bisa dijadikan aset atau investasi masa depan. Nah, yakinkan pula bahwa sebagian besar pengusaha justru berawal dari utang. Apalagi ketika modal yang dimiliki rupanya nggak cukup besar untuk menjalankan sebuah usaha.

Berutang sendiri bukan berarti “meningkatkan beban”. Sebaliknya, kamu bisa melipatgandakan keuntungan. Jika suatu saat usahamu laku keras, bukan hanya utang yang bisa terbayar, melainkan juga keuntungan yang berkali lipat! Mengambil pinjaman sendiri bisa membantumu, sebagai pemilik usaha, untuk “meningkatkan” nilai usaha mereka. Adapun pemanfaatannya beragam. Bisa untuk mengisi stok, membeli alat baru, renovasi usaha, atau justru meningkatkan keterampilan.

 

Berutang secara positif

Sembarang berutang bisa menghancurkan hidupmu. Untuk mencegahnya, satu-satunya cara yang bisa dicoba adalah dengan berutang secara positif. Berikut adalah beberapa tips yang bisa dijadikan inspirasi.

  1. Dilarang berutang untuk gaya Hidup

Hindari berutang untuk gaya hidup, atau sesuatu yang “konsumtif”. Jangan “memaksa” diri untuk membeli pakaian bermerk dengan kartu kredit, jika pada praktiknya kamu tidak memiliki uang untuk itu.

Sebisa mungkin, hindari berutang hanya untuk menuruti kemauan membeli ini dan itu. Sebaliknya, jelaskan pada anak, bahwa mereka bisa menggunakan untang pada hal-hal yang sekiranya mampu digunakan untuk berinvestasi. Ini bisa meliputi biaya kursus, modal bisnis, renovasi toko, membeli aset, dan sebagainya.

 

  1. Pertimbangkan soal cicilan

Bayarlah cicilan utang tepat waktu. Nah, bagi yang memilih membeli barang secara kredit, pastikan juga untuk memilih cicilan yang lebih besar.

Harus dipahami, utang tak terlepas dari sistem bunga. Nggak hanya itu, ketimbang berurusan dengan rentenir yang cenderung memberikan bunga besar, ada baiknya untuk memilih bank-bank tepercaya untuk mengajukan pinjaman.

Utang memang sering kali jadi akar masalah kesehatan finansial kita. Namun, hal ini tidak berlaku mutlak. Kuncinya, adalah pemanfaatan utang secara cerdas. Ajarkan anak-anakmu untuk mengubah utang menjadi sesuatu yang positif, bernilai, dan yang paling penting: membuat masa depan mereka lebih baik.

Punya pengalaman atau opini tentang isu ini? Yuk share di kolom komentar.