SWARA – Setiap dari kita pasti pernah mengalami konflik dengan pasangan. Ada beberapa sumber masalah yang biasa memicu konflik dalam hubungan, salah satunya masalah keuangan. Kalau tidak diatasi dengan baik, masalah ini bisa menjadi konflik yang krusial dan mengancam keharmonisan hubunganmu.

 

Supaya hubunganmu dengan pasangan tidak mudah dipisahkan oleh masalah keuangan, kamu perlu mengenali apa inti utama dari masalah tersebut dan cara mengatasinya. Kamu dan pasangan perlu sama-sama mencoba untuk melakukan upaya mengatasi masalah demi mempertahankan hubungan yang telah dibangun. 

 

Macam-Macam Masalah Keuangan yang Dialami Pasangan

 

Sebelum mencari solusi, kamu perlu terlebih dahulu memahami jenis-jenis masalah keuangan yang bisa memicu pertengkaran dengan pasangan. Umumnya, pertengkaran disebabkan oleh masalah-masalah berikut: 

 

  • Kebiasaan menabung

 

Menabung adalah hal yang baik. Namun, dalam hubungan, tidak jarang pasangan bertengkar karena adanya perbedaan dalam kebiasaan menabung, khususnya besaran uang yang perlu ditabungkan. 

 

Perbedaan kebiasaan menabung dipengaruhi oleh karakter masing-masing pasangan. Ada beberapa orang yang sangat memprioritaskan menabung, sampai-sampai mereka rela hidup dengan jumlah uang yang seadanya saja, karena sebagian besar penghasilannya dialokasikan untuk tabungan.

 

Tapi, ada juga orang yang merasa bahwa hidup harus dinikmati dan uang yang disimpan terlalu lama akan menjadi sia-sia. Perbedaan pandangan inilah yang memicu konflik mengenai finansial dengan pasangan. 

 

  • Kebiasaan berbelanja

 

Tidak hanya kebiasaan menabung, kebiasaan berbelanja yang berbeda juga bisa memicu pertengkaran. Setiap orang memiliki selera dan pola belanja yang berbeda-beda. Ada orang yang bisa menahan diri ketika berbelanja, tapi ada juga yang menjadikan kegiatan belanja besar-besaran sebagai sarana penghilang stres.

 

Sama seperti perbedaan dalam kebiasaan menabung, perbedaan kebiasaan berbelanja juga bisa membawa masalah besar dalam hubungan. Perbedaan ini sangat wajar terjadi di antara pasangan dan tidak bisa dihindari.

 

Meski begitu, bukan berarti pertengkaran yang terjadi akibat perbedaan dalam kebiasaan berbelanja tidak bisa diatasi. Kalau kamu ingin tahu seperti apa pengeluaran yang kamu dan pasangan lakukan setiap bulannya, kamu bisa memantaunya melalui aplikasi catatan keuangan seperti Senyumku Lite

 

  • Beban utang

 

Beban utang yang menumpuk dan tak kunjung terselesaikan bisa mengancam keharmonisan hubunganmu dengan pasangan. Bisa jadi, kamu adalah tipe orang yang sangat menghindari utang, sementara pasanganmu memiliki beban utang yang dibawa dari masa lalu ke dalam hubungannya denganmu.

 

Cara kamu dan pasangan dalam menghadapi utang-utang tersebut akan mempengaruhi hubunganmu. Biasanya, konflik bisa terjadi karena adanya perbedaan pandangan tentang bagaimana cara menghadapi utang.

 

Sebaiknya, pastikan kamu dan pasangan membuat kesepakatan sejak awal dan membuat perencanaan yang matang tentang cara melunasi utang. 

 

Cara Mengatasi Konflik Masalah Keuangan dalam Hubungan

 

Sebenarnya, tidak ada solusi yang pasti untuk bisa benar-benar menyelesaikan masalah keuangan di dalam sebuah hubungan. Setiap pasangan memiliki pemikiran, karakter, dan gaya membangun hubungan yang berbeda. Satu solusi yang efektif bagi satu pasangan belum tentu efektif juga untuk pasangan yang lainnya.

 

Karena itu, berikut ini terdapat beberapa alternatif solusi yang bisa kamu pilih untuk disesuaikan dengan kondisi hubunganmu bersama pasangan: 

 

  • Membuat pembagian kontrol keuangan

 

Karena adanya perbedaan dalam cara menghadapi masalah keuangan, kamu dan pasangan perlu melakukan pembagian kontrol keuangan. Tentukan siapa yang bertanggung jawab untuk membayar tagihan listrik dan air, cicilan bulanan, kebutuhan bahan makanan, dan lain sebagainya.

 

Misalnya, jika kamu lebih banyak memasak di rumah, kamu bisa mengambil kontrol untuk mengelola uang yang nantinya digunakan untuk keperluan memasak dan makan dalam keluarga. Sementara, pasanganmu bisa mengambil alih kontrol keuangan untuk pembayaran tagihan listrik.

 

Pastikan kamu dan pasangan membuat pembagian yang seimbang. Diskusikan dengan pasangan mengenai sistem pembagian kontrol keuangan yang paling adil dan tidak saling membebani satu sama lain. 

 

  • Membuat perencanaan keuangan bersama

 

Salah satu cara untuk mencapai kesepakatan dalam hal keuangan adalah dengan membuat perencanaan keuangan bersama. Setiap bulan, tentukan berapa besar alokasi dana yang akan kamu dan pasangan gunakan untuk memenuhi kebutuhan, keinginan, menabung, dan keperluan-keperluan lainnya.

 

Ingatlah untuk tidak memaksakan kehendak sendiri ketika mendiskusikan perencanaan keuangan. Kalau kamu tidak setuju dengan rencana dari pasanganmu, sampaikan alasan ketidaksetujuan tersebut secara perlahan. Dengarkan juga argumentasi dari pasanganmu mengenai pendapatnya.

 

Agar bisa membuat perencanaan keuangan yang baik, kamu perlu mengetahui bagaimana arus pemasukan dan pengeluaranmu setiap bulannya. Kamu bisa menggunakan aplikasi catatan keuangan seperti Senyumku Lite untuk membantu dalam memantau transaksi bulananmu.

 

Perencanaan keuangan tidak harus terbatas untuk perencanaan bulanan, tetapi juga bisa untuk perencanaan jangka panjang. Sepakati apa yang ingin kamu dan pasangan capai di masa depan, dan buatlah perencanaan yang memicu kamu dan pasangan sama-sama berkomitmen untuk bisa mencapai tujuan tersebut. 

 

  • Membuat pembagian tanggung jawab

 

Meski tengah menjalin hubungan, kamu tidak harus selalu mengambil alih tanggung jawab pasanganmu. Bila kamu dan pasangan mencoba untuk menyatukan tanggung jawab, salah satu dari kalian bisa saja merasa adanya ketidakadilan atau terbebani dengan tanggung jawab pihak lainnya.

 

Sebagai contoh, pasanganmu mungkin memiliki utang dari biaya pendidikannya dulu. Ketika sudah menikah, kamu tidak harus menjadi pihak yang bertanggung jawab terhadap utang-utang pasanganmu. Sebaiknya, tekankan sejak awal bahwa beban utang yang dilakukan sejak sebelum kalian berhubungan akan tetap menjadi tanggung jawab masing-masing.

 

Jadi, buatlah pembagian tanggung jawab yang jelas mengenai hal-hal apa saja yang perlu ditanggung bersama, dan apa saja yang ditanggung masing-masing. Hal ini bisa membantu dalam mengurangi konflik akibat masalah keuangan.

 

Melakukan cara-cara di atas tentu tidak mudah. Diperlukan niat dan tekad yang kuat dari kamu dan pasanganmu. Selama kamu dan pasangan bersedia untuk saling berkompromi, konflik masalah keuangan pasti bisa terselesaikan dengan baik.