SWARA – Sedang galau karena pacar yang sudah menjalin hubungan lama denganmu, nggak kunjung mengajak nikah? Sebenarnya kamu tak perlu buru-buru menikah, lho. Kamu sebaiknya menikah setelah yakin bahwa finansialmu benar-benar aman.

Hal ini supaya kamu nggak lagi memberatkan orangtua  setelah berkeluarga. Kira-kira apa saja yang bisa kamu lakukan? Tunaiku akan menjabarkannya di artikel berikut ini!

 

  • Investasi

Gaji pas-pasan? Berinvestasilah mulai dari sekarang! Investasi ini bisa kamu coba demi menambah pundi-pundi rupiah di rekening tabungan. Ada berbagai macam investasi yang bisa kamu coba selagi masih muda. Misalnya saja investasi emas, saham, obligasi, forex, atau reksadana.

Jika kamu ingin keuntungan yang besar namun berani sedikit berisiko, maka kamu bisa bermain saham. Namun jika ingin bermain aman dengan investasi jangka panjang, kamu bisa memilih emas. Dan jika modal yang kamu miliki ala kadarnya, kamu dapat menjatuhkan pilihan pada reksadana.

 

 

  • Mulai menyicil rumah sederhana

Pastikan setelah menikah nanti kamu nggak lagi membebani orangtua. Banyak pasangan muda yang setelah menikah masih saja menumpang di ‘pondok indah mertua’. Ingat, kehidupan setelah menikah adalah tanggung jawab penuhmu dan pasangan.

Jadi pastikan kalian sudah mempunyai tempat tinggal sendiri setelah menikah nanti. Untuk amannya, kamu dan pasangan bisa mengumpulkan uang untuk uang muka KPR atau menyewa rumah. Persiapan ini akan membuat kalian lebih matang ketika menginjakkan kaki ke pelaminan.

 

 

  • Bisnis

Menjajal bisnis bisa kamu lakukan sebelum menikah, karena kamu belum memiliki banyak tanggungan. Artinya, kamu masih bebas coba-coba untuk berbisnis. Jika bisnis ini berhasil, kamu akan sukses mengumpulkan uang dengan hasil jerih payah sendiri. Namun, jika bisnis ini tidak berjalan lancar kamu tetap bisa mendapatkan banyak pembelajaran dari sini.

 

 

  • Merintis karirmu dulu

Masih melajang bisa jadi kesempatan emas untuk membangun karir sendiri dulu. Waktu luang yang masih banyak bisa digunakan untuk bekerja dan bekerja. Nantinya setelah menikah, pekerjaanmu sudah tetap, kedudukanmu di perusahaan juga sudah stabil sehingga pemasukan tetap lancar.

 

 

  • Punya asuransi kesehatan sendiri

Banyak anak muda yang menganggap remeh asuransi kesehatan mentang-mentang masih sehat dan jarang sakit. Padahal, asuransi kesehatan bisa dibilang investasi terhadap kesehatanmu sendiri. Hal ini akan mengamankan finansialmu ketika kamu jatuh sakit secara tiba-tiba. Tenang saja, ada premi minimum sebesar Rp 500.000 per bulan yang tidak akan terasa memberatkan, kok.

 

Bagaimana? Sudah siap mengamankan keuanganmu sebelum menikah? Atau kamu punya pengalaman maupun pendapat lain terkait isu ini? Boleh lho, share di kolom komentar.