SWARA“Indomie, seleraku.” Kalo kamu nyanyi, kamu kalah! Maaf, saya ingin menerjemahkan kata-kata you sing you lose ke dalam Bahasa Indonesia, ternyata aneh juga. Produk mi instan keluaran Indofood ini adalah makanan sejuta umat. Bisa dibilang, di mana langit dipijak, Indomie seleraku. Sudah dikenal dengan varian mi goreng yang udah maknyus banget, Indofood tak lelah mengeluarkan berbagai varian lain untuk mengikuti perkembangan zaman. Mulai dari varian salted egg, hingga varian lokal yang hanya dirilis di tempat tertentu.

 

Nikmatnya mi instan yang dianggap sebagai makanan instan khas Indonesia juga terkenal hingga Nigeria. Negara yang ternyata sangat suka mi instan kebanggaan bangsa ini membuat Indomie dengan berbagai ukuran! Ada yang standar, hingga yang family pack. Namun, sekarang kita nggak sedang membicarakan tentang produk lokal yang juga diproduksi di Nigeria karena sudah pernah dibahas di artikel Swara sebelumnya. Ada beberapa varian rasa  lokal yang maknyus namun sudah tidak diproduksi lagi karena sifatnya seasonal. Apa sajakah varian itu?

 

1. Indomie Salted Egg

 

Salted egg alias rasa telor asin sempat hype sekitar tahun 2018-an. Segala sesuatu yang ditambahi embel-embel salted egg pasti laku! Indofood tidak mau ketinggalan, melalui line up Premium Collection yakni mi keriting, varian salted egg banyak direview oleh Youtuber! Sayangnya, varian salted egg ini dinilai kurang maknyus karena bumbu Indomie-nya kurang terasa, bumbunya agak lengket, lebih mirip Chitato keju. Bila kamu tertarik mencoba, varian ini masih bisa didapatkan di berbagai e-commerce termuka.

 

2.  Indomie Tahu Tek

 

Tahu tek adalah makanan khas Lamongan yang harus kamu coba! Indomie yang hanya dirilis di Jawa Timur di tahun 2017 ini mirip dengan Indomie varian terkenal kenikmatannya, wuah! Nikmat banget. Sayangnya varian ini sudah discontinue, berbahagialah kamu yang sudah pernah mencoba!

 

Artikel terkait

Indomie Raksasa dari Nigeria, Bisa Buat Makan Sekeluarga!

Es Krim Wall’s Viennetta Dijual Lagi, Cek Faktanya di Sini!

Lapar Tengah Malam? 10 Kuliner Malam di Yogyakarta Bisa Menyelamatkanmu!

 

3. Indomie Empal Gentong

 

Kata orang, kalau main ke Cirebon, jangan lupa makan empal gentong! Varian Empal Gentong memiliki kuah yang kental, namun rasa mirip sop daging. Kalau kamu pernah mencoba varian Sop Buntut, mirip-mirip lah, namun dengan kuah yang lebih kental.

 

4. Indomie Goreng Rendang

 

Rendang menempati peringkat pertama makanan terenak di dunia. Rasa rendangnya ringan, tidak terlalu pedas, namun tetap kuat secara bumbu. Sebenarnya, dulu sempat ada varian Rendang Pedas Medan yang secara rasa lebih nendang, sayangnya varian ini termasuk varian limited edition sehingga tidak dapat ditemukan lagi.

 

5. Indomie jadul

 

Indomie special edition diproduksi pada tahun 2017 untuk perayaan ulang tahun Indomie. Tiga varian yang dirilis dengan packaging dan bumbu tahun 1970-an ini terdiri dari Mi Goreng, Mi Rasa Kaldu Ayam, dan Mi Rasa Kari Ayam. Mari kita bedah satu per satu. Varian goreng yang legend, di tahun 1970-an rasanya tidak se-micin sekarang. Nggak ada bawang goreng dan saus cabe (well, cabenya diganti cabe bubuk).

 

Varian kedua adalah  Kaldu ayam. Tidak ada perbedaan antara varian Kaldu Ayam versi jadul ataupun baru, sama-sama enak! Sedangkan, varian terakhir adalah Kari Ayam yang tidak begitu berminyak bila dibandingkan dengan saat ini. Secara umum, tidak ada perbedaan yang signifikan antara varian jadul dan yang saat ini.

 

Itulah beberapa varian Indomie yang nggak pasaran dengan rasa uniknya. Makin penasaran untuk nyobain, atau malah “Baca review-nya aja udah cukup bikin kenyang?” Di mana langit dipijak, di situ langit dijunjung. Di mana Indomie dijual, di situlah varian rasanya mengikuti selera lokal!