SWARA DARI AMAR BANK – Setelah pandemi tahun 2020 kemarin, banyak orang yang tiba-tiba mengalami kendala finansial sehingga kehidupan semakin tak terkendali. Fenomena demi fenomena tersebut akhirnya memunculkan kesadaran seseorang untuk menerapkan gaya hidup frugal.
Namun, seiring berjalannya waktu, makin banyak persepsi yang melenceng tentang inti dari gaya hidup frugal. Banyak yang tidak mengerti dan asal mengadopsi gaya hidup ini sehingga justru membuatnya semakin menderita.
Lantas, bagaimana gaya hidup frugal yang tepat? Yuk, baca artikel ini sampai habis!

Apa itu gaya hidup frugal?

Buat kamu yang masih asing dengan hal ini, sederhananya, gaya hidup frugal berarti menjalani hidup dengan hemat atau irit agar bisa menabung lebih banyak. Gaya hidup ini bisa menimbulkan kesalahpahaman, karena pengeluaran yang irit membuatmu seringkali dikira pelit.
Padahal, frugal living menekankan pada kesadaran penuh dalam mengalokasikan dana. Setiap uang yang kamu keluarkan sudah dipertimbangkan sebaik mungkin. Tujuannya, untuk mendapatkan finansial yang stabil di masa depan.
Gaya hidup ini meningkat di era pandemi. Di tengah pandemi, keadaan jadi serba tidak menentu, terutama dalam masalah keuangan. Banyak yang memilih untuk menabung ketimbang mengeluarkan uang untuk sesuatu yang tidak penting. Dari sinilah gaya hidup frugal jadi diminati.
Dengan menerapkan gaya hidup hemat, kamu harus menahan keinginan dan lebih mengutamakan prioritas. Seseorang yang menganut gaya hidup ini menganggap setiap pengeluaran harus memenuhi prinsip value for money.
Misalnya lebih mengandalkan promo diskon agar mendapatkan barang dengan harga lebih murah, membeli barang dengan harga miring tanpa peduli merek, dan intinya adalah mendapatkan apa yang diinginkan tanpa mengorbankan kualitas.
Contoh lain dari gaya hidup frugal yaitu memasak makanan sendiri dibanding membeli makanan jadi, memilih produk lokal yang lebih murah, tidak terlalu mempedulikan tren sehingga enggak selalu update dalam gadget terbaru. Hal ini dilakukan untuk memenuhi tujuan keuangan jangka panjang.
Manfaat gaya hidup frugal

Penting untuk diingat, gaya hidup frugal bukan berarti pelit. Ada banyak manfaat yang akan kamu dapatkan jika menerapkan prinsip ini, di antaranya:
1. Jadi lebih hemat
Kamu pun bisa jadi lebih hemat jika menerapkan prinsip frugal ini. Sebab kamu sangat cermat dalam mempertimbangkan setiap pengeluaran yang dilakukan. Jadi enggak ada uang yang terbuang sia-sia.
2. Pengeluaran jadi lebih terkontrol
Oleh karena kamu begitu cermat dalam mengatur keuangan, pengeluaranmu juga jadi lebih terkontrol. Setiap pertimbangan yang dilakukan sebelum berbelanja membuat keuanganmu bisa stabil.
3. Mencapai tujuan keuangan
Kamu punya tujuan keuangan yang ingin dicapai? Frugal living akan membuatmu lebih disiplin dalam mengatur keuangan. Tujuannya adalah untuk memenuhi financial goals yang sudah kamu terapkan.
Baca juga: Tetap Hemat Meski Income Meningkat? Begini Caranya
Tips menjalani gaya hidup frugal

Kamu tertarik untuk menjalani gaya hidup seperti ini? Berikut tips mudah yang bisa kamu coba.
1. Manfaatkan penawaran khusus
Kamu harus lebih jeli dan cermat dalam memanfaatkan penawaran khusus, seperti diskon, promo, voucer, dan lainnya. Ada waktu-waktu tertentu untuk mendapatkan penawaran ini, misalnya di momen payday, promo tanggal kembar, dan lainnya.
Jika tidak begitu penting dan mendesak, kamu bisa menunggu sampai ada momen diskon untuk membeli sesuatu. Tentunya, kamu bisa membelinya dengan harga lebih murah.
2. Pola substitusi
Dalam berhemat, kamu bisa menerapkan pola substitusi. Misalnya, memasak makanan sendiri agar tidak perlu membeli makanan jadi. Bisa juga dengan menggunakan kendaraan umum yang lebih hemat dibanding menyetir sendiri.
3. Kontrol pos pengeluaran
Dalam mengatur keuangan, kamu sudah membaginya menjadi beberapa pos. Untuk menjalani gaya hidup ini, kamu harus bisa mengontrol setiap pos pengeluaran dan jangan sampai melebihi budget yang sudah ditetapkan.
Misalnya terkait pos makanan. Kalau sudah ditetapkan Rp1 juta untuk uang makan sebulan, pastikan uang yang dikeluarkan untuk makan sesuai dengan budget tersebut.
4. Hentikan pengeluaran yang tak penting
Seringkali, pengeluaran yang tidak penting inilah yang membuatmu jauh dari finansial goals yang sudah ditetapkan. Untuk menerapkan gaya hidup frugal, kamu harus menghentikan setiap pengeluaran yang tidak penting.
Misalnya langganan beberapa layanan OTT sekaligus. Cukup pilih satu platform yang memenuhi semua kebutuhanmu, sehingga tidak perlu berlangganan di banyak tempat.
5. Jual barang lama
Coba, deh, periksa keadaan rumah. Apakah banyak barang lama yang masih tersimpan dan enggak terpakai lagi? Daripada menumpuk dan membuat rumah terasa sesak, sebaiknya dijual.
Dengan mengadakan garage sale, kamu bisa mendapatkan uang tambahan dari hasil penjualan. Win win solution, right?
6. Buat sendiri
Yuk, asah kreativitasmu. Dari pada membeli sesuatu, kamu bisa mengganti dengan cara membuat sendiri, lho. Selain makanan, kamu bisa menerapkan ini di hal lain.
Misalnya kamu butuh storage untuk menyimpan dokumen atau buku di meja belajar. Kamu bisa memanfaatkan kotak bekas sepatu dan mengolahnya hingga menjadi storage yang bermanfaat sebagai tempat penyimpanan.
Baca juga: Begini Perkiraan Biaya Hidup di Jakarta dan Tips Hemat Menjalaninya
Hindari kesalahan gaya hidup frugal

Banyak yang salah paham bahwa gaya hidup frugal sama dengan pelit. Padahal enggak sama, lho. Namun, kalau enggak berhati-hati, kamu bisa jadi pelit pada diri sendiri.
Yuk, hindari kesalahan dalam menjalani gaya hidup frugal ini. Di antaranya:
1. Fokus menabung
Menabung memang penting, tapi jangan sampai kamu hanya fokus pada menabung. Kamu juga harus memikirkan sumber keuangan lain.
Misalnya mendapatkan sumber pemasukan pasif atau mencoba berinvestasi. Hal ini harus diimbangi dengan menabung agar bisa menggapai goals yang ditetapkan.
Baca juga: Berburu Promo E-Commerce Supaya Makin Hemat, Berikut Tipsnya!
2. Tidak selalu murah
Untuk menghemat, memilih barang dengan harga miring memang penting. Namun, bukan berarti mengabaikan kualitas. Meski mencari barang dengan harga murah, penting untuk mengutamakan kualitas.
Kalau kamu tahu baju yang dibeli seharga Rp100 ribu mudah rusak, kamu bisa menunggu momen diskon besar-besaran untuk membeli baju yang lebih mahal tapi kualitasnya terjamin.
3. Murah bikin kalap
Yup, seringkali jadi lapar mata saat melihat harga murah sehingga tanpa sadar malah membeli barang yang sebenarnya tidak dibutuhkan. Harus hati-hati, nih. Jangan sampai malah boros dan melakukan pengeluaran yang tidak penting karena tergiur harga murah.
4. Tidak mencatat pengeluaran
Kesalahan lainnya dalam menjalani gaya hidup ini yaitu dengan tidak mencatat pengeluaran. Hal ini penting banget agar kamu selalu tahu ke mana saja pengeluaranmu.
Untuk mempermudah dalam menjalani gaya hidup frugal ini, kamu bisa mencoba aplikasi Amar Bank. Di sini, kamu bisa mencatat setiap aktivitas keuanganmu. Amar Bank juga bisa digunakan untuk memenuhi tujuan keuangan yang kamu inginkan, lho.
Tertarik untuk menjalani gaya hidup frugal ini? Kamu bisa mencoba langkah di atas agar keuangan jadi lebih stabil dan terkontrol. Selamat mencoba.