SWARAPandemi yang masih berlangsung hingga saat ini semakin menyadarkan kita akan pentingnya investasi. Masih belum terlambat jika kamu baru berencana untuk memulai investasi emas. Mungkin, ini saat yang tepat karena di tengah pandemi, harga emas dunia mengalami kenaikan yang cukup signifikan.

 

Dilansir dari Bloomberg, per tanggal 21 Juli 2020 harga emas dunia mencapai angka tertinggi dalam kurun sembilan tahun terakhir. Harga perak juga mengalami kenaikan dan mencapai angka tertinggi sejak 2014. Hal ini terjadi setelah Hong Kong melaporkan kasus Covid-19 dan ada infeksi baru yang terjadi di Victoria, Australia.

 

Seperti yang disebutkan di Bisnis Indonesia, kenaikan harga emas ini didorong oleh pernyataan WHO yang menyebutkan bahwa pandemi akan terus berlanjut. Sekalipun angka kematian telah mencapai 500 ribu orang, diprediksi kemungkinan terburuk masih akan terjadi.

 

Faktor lainnya yaitu adanya ketegangan geopolitik yang kian memanas antara Cina dan Amerika Serikat. Pengesahan RUU Keamanan Baru untuk Hong Kong yang dilakukan Cina diprediksi akan menimbulkan balasan dari Amerika Serikat.

 

Investasi emas dinilai paling aman

Meskipun harganya terus naik, tapi investasi emas dinilai paling aman di tengah situasi yang serba tak pasti seperti sekarang. Walaupun keuntungan yang diberikan tidak terlalu besar, tapi banyak yang mengalihkan asetnya ke dalam bentuk emas. 

 

Walaupun berisiko tinggi, tai lebih aman dibanding instrumen lain, seperti saham. Ditambah dengan adanya kemungkinan harga akan turun jika situasi kembali normal, sehingga investasi emas dinilai paling aman. Terutama untuk investasi jangka panjang, karena harga yang selalu naik. Kalaupun turun, biasanya tidak drastis, sehingga kamu tetap mendapat keuntungan.

 

Menurut Perencana Keuangan One Shield Consulting, Budi Rahardjo, seperti yang dikutip dari Kompas, banyak yang melakukan money movement. Maksudnya adalah investor memindahkan uang ke aset yang lebih berisiko lagi “Jika ada dana yang memang tidak dibutuhkan dalam waktu dekat, boleh saja ditempatkan pada emas untuk sementara,” jelas Budi.

 

Ada dua jenis investasi emas yang bisa kamu lakukan. Pertama, emas fisik. Jika kamu memutuskan untuk berinvestasi di emas fisik, penting untuk memikirkan bagaimana cara menyimpannya. Kamu membutuhkan biaya tambahan untuk deposit box sebagai tempat penyimpanan emas.

 

Kedua, ada emas digita. Kamu tidak butuh biaya tambahan untuk tempat penyimpanan, selain itu emas digital dinilai lebih menguntungkan walaupun perbedaannya sangat tipis. Namun, kamu perlu memperhatikan status penyedia layanan, pastikan berupa perusahaan resmi dan terdaftar di OJK.

 

Dilansir dari Detik, alasan lain yang membuat emas begitu digilai saat ini karena sifatnya yang likuid. Kamu bisa menjualnya sewaktu-waktu tanpa proses yang berbelit-belit. Oleh karena itu, emas akan membantumu jika butuh dana dadakan.

 

Hal penting saat investasi emas di tengah pandemi

Kamu berencana untuk berinvestasi emas? Dikutip dari CNBC, berikut hal penting yang harus kamu perhatikan saat berinvestasi emas di tengah pandemi.

 

 

1. Beli emas fisik

Walaupun butuh biaya tambahan untuk penyimpanan dan kehati-hatian ekstra, kamu bisa membeli emas fisik. Sifatnya sangat cair, dan kamu bisa menjualnya sewaktu-waktu. Kamu bisa membelinya di bank, pegadaian, atau di ANTAM.

 

2. Beli ETF atau ETC

Exchange-traded fund (ETF) dan Exchange Traded commodities (ETC) merupakan alat yang memungkinkanmu memantau harga investasi emasmu tanpa memilikinya secara fisik. Kamu juga bisa memantau harga emas, sehingga selalu update.

 

3. Beli saham terkait emas

Perusahaan yang langsung terkait dengan emas bisa menjadi target investasimu. Kamu bisa membeli saham di perusahaan tersebut. Namun ingat, walaupun terkait dengan emas, tapi risikonya masih cukup tinggi.

 

4. Perhatikan kekuatan rupiah

Harga emas terkait dengan kurs, sehingga kuat atau tidaknya rupiah turut berpengaruh. Untuk harga saat ini, masih bisa diterima jika ingin berinvestasi emas. Sekalipun untuk jangka pendek atau sekitar 1 – 2 tahun. Paling idealnya menunggu harga emas di level harga Rp785.000 ke bawah, tapi momen ini tidak bisa dipastikan.

 

Jenis emas yang bisa diinvestasikan

Dikutip dari Warta Ekonomi, berikut empat jenis emas yang bisa kamu investasikan.

 

1. Emas perhiasan

Cocok untuk perempuan. Selain disimpan, kamu juga bisa memakainya di momen tertentu. Namun, perlu diingat bahwa harga emas perhiasan bisa berkurang jika dijual kembali karena kondisinya yang tidak lagi sama, terutama jika sering dipakai.

 

2. Emas batangan

Jenis emas paling umum untuk diinvestasikan. Emas batangan ini memiliki kadar emas yang murni. Sifatnya kebal terhadap inflasi, dan selalu mengalami kenaikan harga. Jadi, cocok dijadikan sebagai alat untuk melindungi uangmu.

 

3. Emas tabungan

Cocok untuk kamu yang ingin berinvestasi emas tapi belum memiliki dana yang cukup untuk membeli emas batangan atau perhiasan. Umumnya, tabungan emas bisa dimulai dari nominal kecil. Selain di bank, kamu juga bisa menabung emas di marketplace, dan umumnya nilainya lebih kecil lagi.

 

4. Emas trading

Emas trading hampir seperti dengan emas tabungan, tapi memiliki fungsi yang berbeda. Kamu bisa memantau data grafik, seperti halnya trading, sehingga bisa diputuskan kapan akan membeli, menjual, atau menahannya. Tujuan emas trading untuk mencari selisih harga jual dan beli, sehingga cocok untuk dipakai sebagai investasi jangka pendek dan perdagangan harian.

 

Walaupun harganya akan terus naik, dan situasi belum tentu akan segera kembali normal, tidak pernah ada kata terlambat untuk berinvestasi emas. Jika kamu memiliki uang sisa, tidak ada salahnya berinvestasi di emas.