Sebagian besar ibu rumah tangga lebih banyak menghabiskan waktu untuk mengurus anak di rumah. Namun, sebenarnya ibu rumah tangga juga bisa melakukan kerja sampingan.

 

Kerja sampingan bisa membantu memenuhi kebutuhan finansial keluarga. Jadi, kamu tidak hanya bergantung pada suami yang bekerja. 

 

Kerja Sampingan Ibu Rumah Tangga dengan Waktu Fleksibel

 

Jika ibu rumah tangga ingin bekerja sambil tetap merawat anak di rumah, maka ada 9 jenis pekerjaan yang bisa dipertimbangkan, di antaranya:

 

1. Freelance content writer

 

Menjadi freelance content writer cocok bagi kamu yang punya banyak rasa ingin tahu. Secara khusus, pekerjaan ini bisa dilakukan kalau kamu suka menuangkan ide dalam bentuk tulisan.

 

Untuk melakukan pekerjaan ini, kamu hanya perlu modal laptop dan koneksi internet, serta kemampuan berpikir kreatif. 

 

2. Menjadi content creator

 

Dengan banyaknya media sosial, ibu rumah tangga pun bisa menjadi content creator. Tipsnya, ketahui dulu passion kamu di bidang apa. 

 

Misalnya, jika kamu memang tertarik pada makanan, mulailah untuk membuat konten video atau foto tentang resep atau review makanan. 

 

Unggahlah konten kamu tersebut ke media sosial secara konsisten untuk bisa membangun fanbase kamu.

 

3. Jasa penitipan hewan peliharaan

 

Bagi kamu ibu rumah tangga yang juga pecinta binatang, kamu bisa membuka jasa penitipan hewan peliharaan. 

 

Menjaga dan merawat hewan peliharaan tak butuh waktu banyak. Sambil melakukan ini, kamu dan anak masih bisa menghabiskan waktu bersama serta bermain dengan hewan peliharaan yang dititipkan.

 

4. Buka warung di rumah

 

Alternatif kerja sampingan ibu rumah tangga lainnya adalah membuka usaha warung di rumah. Karena dilakukan di rumah, kamu bisa bekerja sambil tetap menjaga anak. 

 

Intensitas pelanggan yang datang ke rumah mungkin tidak ramai. Inilah yang membuat kamu tetap punya waktu untuk mengurus anak dan keperluan rumah. 

 

5. Usaha katering

 

Selanjutnya, kerja sampingan ibu rumah tangga yang bisa dicoba adalah dengan membuka bisnis catering masakan rumahan. 

 

Kamu bisa mencoba mengikuti resep makanan sehat dan menjualnya di daerah tempat tinggal kamu terlebih dulu. 

 

Jika memang kamu gemar memasak, bisnis seperti ini biasanya akan bertahan lama.

 

6. Menjual tanaman hias

 

Ibu rumah tangga yang juga gemar berkebun bisa menambah penghasilan dari berbisnis tanaman hias. 

 

Kamu hanya perlu menjual kembali atau membudidayakan beberapa jenis tanaman hias yang disukai orang belakangan ini untuk bisa meraih keuntungan.

 

7. Membuka Jasa Menjahit 

 

Kalau kamu memiliki kemampuan jahit menjahit, jangan lewatkan untuk mencoba peruntungan dengan membuka jasa menjahit. 

 

Skala usaha kamu bisa dimulai di rumah dengan lingkungan sekitar dulu. Siapa tahu pelanggan kamu semakin banyak nantinya.

 

Artikel Terkait: Ide Bisnis Rumahan

  1. 6 Peluang Usaha Rumahan dengan Modal Kecil
  2. 8 Ide Bisnis Rumahan untuk Stay At Home Mom

 

8. Jasa make up artist (MUA)

 

Pintar bersolek adalah kemampuan yang umum dimiliki oleh beberapa ibu rumah tangga. Tak heran, jika banyak waktu yang bisa mereka habiskan untuk menghibur diri dan suami dengan cara merias wajah. 

 

Nah, jika kamu memang memiliki keahlian bersolek untuk kamu sendiri maupun untuk orang lain, mengapa tidak mempertimbangkan menjadi make-up artist (MUA)? 

 

9. Penerjemah dokumen bahasa asing

 

Saat ini, kemampuan untuk berbahasa asing menjadi nilai lebih. Kalau kamu menguasai lebih dari satu bahasa, kamu bisa menjadi penerjemah dokumen secara online.

 

Waktu yang diperlukan untuk mengerjakan pekerjaan ini sangat fleksibel. Jadi, kamu bisa mengerjakannya saat anak sedang beristirahat. 

 

Pinjaman Uang Online Aman Terdaftar di OJK

 

Tips Menjalankan Kerja Sampingan Ibu Rumah Tangga

 

Nah, jika sudah memilih satu jenis kerja sampingan yang cocok dengan kamu, selanjutnya kamu perlu tahu tips supaya pekerjaan itu tidak mengganggu tugas rumah.

 

1. Manajemen waktu yang baik

 

Dalam hal ini, yang dimaksud dengan manajemen waktu adalah kemampuan untuk membagi tugas. 

 

Kamu harus bisa membedakan waktu untuk melakukan kerja sampingan, mengerjakan pekerjaan rumah, serta bermain dengan anak. 

 

2. Menentukan skala prioritas

 

Selanjutnya, kamu harus bisa menentukan skala prioritas baik itu keluarga atau pekerjaan. Jangan biarkan masalah pekerjaan sampingan kamu, membatasi waktu kamu bermain dengan si kecil. 

 

Hal ini karena anak membutuhkan figur ibu dalam enam tahun masa perkembangannya.

 

3. Mendelegasikan tugas

 

Kalau pekerjaan sampinganmu terlalu memakan waktu, pertimbangkan untuk mendelegasikan tugas ke orang lain. 

 

Misalnya dengan mempekerjakan karyawan untuk usaha yang dilakukan di rumah. Atau bisa juga dengan mencari jasa pekerja paruh waktu untuk membantu tugas yang berbasis proyek. 

 

Dengan melakukan hal di atas, kerja sampingan ibu rumah tangga bisa dilakukan secara maksimal. Selamat mencoba!