SWARA – Beberapa minggu terakhir, media sosial diramaikan dengan keluhan para investor terkait investasi saham yang merugi. Untung rugi dalam saham itu sebenarnya hal yang biasa. Hanya saja, isu ini menjadi ramai dibicarakan karena uang yang dipakai untuk investasi saham adalah uang dari pinjaman online.

 

Dilansir dari CNN Indonesia, salah satu nasabah bahkan mengaku sudah mengajukan pinjaman ke 10 pinjaman online untuk modal investasi. Namun, apakah hal seperti ini sebenarnya tepat untuk dilakukan? 

 

Bolehkah Mengajukan Pinjaman Online untuk Investasi Saham?

 

Kalau ditanya boleh atau tidak, sebenarnya tidak ada aturan pasti mengenai hal ini. Selama penyedia pinjaman tidak melarangmu untuk menggunakan dana pinjaman sebagai investasi, maka sah-sah saja bila kamu mau berinvestasi saham dengan pinjaman online.

 

Akan tetapi, hal ini mungkin bukan langkah yang bijak, apalagi kalau kamu belum terbiasa dalam berinvestasi saham. 

 

Sebelum mengajukan pinjaman untuk investasi, coba pikirkan dulu beberapa hal ini:

 

  • Apakah keuntungan investasi lebih tinggi dari pinjaman?

 

Investasi dengan uang pinjaman online sebaiknya dilakukan hanya jika kamu yakin bahwa investasi itu akan memberikan keuntungan yang besar. Secara khusus, pastikan keuntungan dari investasimu bisa mengalahkan besaran pinjaman beserta dengan bunganya. 

 

Karena, kalau investasimu justru merugi, maka kamu hanya akan semakin terlilit utang. Tidak ada gunanya mengajukan pinjaman untuk investasi apabila investasi tersebut tidak bisa mendatangkan keuntungan.

 

  • Seperti apa risiko dari investasi tersebut?

 

Saham adalah instrumen investasi dengan nilai risiko yang paling tinggi. Pergerakan pasar saham sulit diprediksi, sehingga tidak ada jaminan bahwa kamu pasti akan mendapat keuntungan.

 

Karena saham cenderung berisiko, maka sebaiknya hindari menggunakan pinjaman online untuk investasi saham. Hal ini penting guna mengurangi potensi gagal bayar akibat saham yang merugi. 

 

  • Bagaimana solusi alternatif bila investasi merugi?

 

Hal ini juga harus kamu pertimbangkan sebelum mulai menggunakan dana pinjaman online untuk investasi. Ketika berinvestasi, kamu harus selalu mempersiapkan lebih dari satu solusi. Ini dilakukan agar kamu memiliki alternatif bila dihadapkan dengan situasi buruk yang tak terduga.

 

Jika investasi saham yang kamu lakukan merugi, maka kemungkinan besar kamu akan kehilangan uang pinjaman yang sudah didapatkan. Kalau tidak memiliki strategi khusus, hal ini akan membuat kamu gagal untuk melunasi cicilan pinjaman. 

 

Instrumen Investasi yang Cocok untuk Pinjaman Online

 

Meskipun berinvestasi dengan pinjaman online cenderung berisiko, bukan berarti kamu tidak bisa menggunakan dana pinjaman untuk investasi sama sekali. Kamu tetap bisa berinvestasi dengan pinjaman online, namun pastikan kamu memilih instrumen investasi yang tepat. 

 

Dikutip dari Investopedia, ada dua instrumen investasi yang tepat untuk pinjaman online, yaitu: 

 

  • Deposito

 

Di antara banyaknya instrumen investasi, deposito terkenal sebagai instrumen dengan risiko paling rendah. Karena itu, banyak investor pemula yang menggunakan deposito untuk berinvestasi.

 

Cara kerja deposito serupa dengan tabungan berjangka. Kamu bisa menempatkan sejumlah dana di bank, kemudian menentukan tanggal jatuh tempo. Sebelum tanggal tersebut, kamu tidak akan bisa mencairkan atau menarik uang di depositomu. 

 

Nantinya, kamu akan mendapatkan bunga sesuai dengan nominal deposito yang ditanamkan serta tenor yang dipilih. Dibandingkan dengan tabungan biasa, bunga deposito cenderung lebih tinggi, meskipun tetap tidak setinggi keuntungan dari saham. 

 

Karena deposito tidak terlalu berisiko, maka tidak ada masalah jika kamu menggunakan dana pinjaman online untuk investasi deposito. Kamu bisa menghindari potensi gagal bayar karena kamu tidak akan mengalami kerugian drastis seperti pada saham. 

 

  • Obligasi

 

Obligasi merupakan instrumen investasi berupa surat berharga atau surat utang. Sebagai investor, kamu bisa membeli surat utang tersebut dari pihak yang menerbitkan. Biasanya, surat utang ini diterbitkan oleh negara dan juga oleh perusahaan-perusahaan.

 

Di dalam obligasi, tertera tanggal jatuh tempo serta besaran kupon yang akan kamu terima. Kupon ini sama seperti bunga, berupa keuntungan yang dihitung berdasarkan modal investasimu. 

 

Nantinya, dana yang kamu investasikan akan dikembalikan setelah tanggal jatuh tempo. Selain itu, kupon dari nominal investasi akan dibayarkan setiap bulan ke rekening pribadi investor.

 

Obligasi juga tergolong sebagai instrumen investasi dengan risiko yang rendah. Nilai dari obligasi tidak terpengaruh terus menerus oleh kondisi pasar. Karena itu, dana pinjaman online yang kamu dapatkan cocok untuk diinvestasikan ke obligasi. 

 

Tips Berinvestasi dengan Pinjaman Online

 

Meskipun deposito dan obligasi tidak memiliki risiko yang terlalu tinggi seperti saham, sebaiknya tetap pertimbangkan dengan matang sebelum menanamkan dana pinjaman online. Karena, apabila keuntungan yang dihasilkan tidak sebanding dengan nilai pinjamanmu, maka pinjaman tersebut akan menjadi sia-sia. 

 

Supaya tidak salah langkah, berikut ini tips untuk berinvestasi dengan menggunakan uang dari pinjaman online:

 

  • Memiliki dana darurat dan penghasilan tetap

 

Sebelum berinvestasi, pastikan kamu sudah memiliki uang yang cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Uang itu bisa berasal dari mana saja, misalnya dari penghasilan tetap bulanan atau dari dana darurat. 

 

Jangan bergantung sepenuhnya pada hasil dari investasi. Kamu tidak pernah tahu apakah investasimu akan seratus persen berhasil atau tidak.

 

Jika kamu mengorbankan uang yang kamu perlukan untuk kebutuhan sehari-hari demi investasi, maka kamu akan terjerat dengan lilitan utang nantinya. Bijaklah dalam menggunakan dana pinjaman online ketika akan investasi.

 

  • Berpengalaman dalam investasi

 

Menggunakan pinjaman online untuk investasi saham sah-sah saja jika kamu sudah berpengalaman dalam investasi. Investasi saham bukanlah hal yang mudah. Untuk bisa benar-benar mendapatkan keuntungan besar, kamu memerlukan ilmu dan pengalaman.

 

Jika kamu bisa menjamin bahwa investasimu akan mendatangkan keuntungan, maka kamu boleh menggunakan pinjaman online untuk investasi. Akan tetapi, jika kamu adalah investor pemula, sebaiknya ubahlah instrumen investasimu menjadi deposito atau obligasi.

 

  • Memilih pinjaman online dengan bunga ringan

 

Seperti contoh kasus yang sudah disebutkan di awal, ada orang yang bahkan sampai mengajukan pinjaman ke 10 pinjaman online berbeda. Hal ini sebenarnya kurang bijak, karena setiap pinjaman online memiliki kebijakan berbeda-beda terkait besaran bunga cicilan.

 

Bunga cicilan tak boleh luput dari pertimbanganmu. Kalau kamu salah memilih pinjaman online dengan bunga yang terlalu besar, maka kamu akan kesulitan untuk membayar cicilan nantinya. 

 

Pilihlah pinjaman online yang bisa memberikan bunga cicilan yang ringan, seperti Tunaiku. Di Tunaiku, bunga cicilan yang perlu kamu bayarkan hanyalah sebesar 3 persen per bulan.

 

Mulai sekarang, cobalah untuk berinvestasi dengan lebih bijak. Jangan sampai, kamu kesulitan untuk membayar cicilan pinjaman online karena mengalami kerugian besar dari investasi saham.