SWARA – Ketika menjalankan bisnis, kamu tentu memerlukan modal dengan jumlah yang tidak sedikit. Banyak pemilik UMKM yang mengajukan pinjaman untuk mendapatkan dana modal. Tapi, bagaimana caranya mengajukan pinjaman yang aman untuk bisnismu? 

 

Sebelum memutuskan untuk mencari pinjaman modal, sebaiknya ketahulu lebih dulu hal-hal yang perlu diperhatikan soal pinjaman untuk modal bisnis UMKM. 

 

Hal yang Perlu Diketahui Seputar Pinjaman untuk Modal Bisnis

 

Mendapatkan pinjaman bukanlah hal yang mudah. Kamu tidak bisa selalu berharap bahwa pihak bank akan langsung memenuhi permintaanmu dalam memberikan pinjaman. Banyak sekali pemilik UMKM yang kesulitan mendapatkan pinjaman meski telah mencoba untuk mengajukannya ke berbagai penyedia pinjaman.

 

Karena itu, untuk memastikan pinjamanmu diterima dan kamu bisa melunasinya nanti, berikut ini beberapa hal yang sebaiknya dipertimbangkan:

 

  • Ketahui apa yang diinginkan oleh bank

 

Setiap bank biasanya melihat berbagai macam faktor sebelum menyetujui pengajuan pinjaman. Pertama, pihak bank akan menilai kondisi finansial bisnismu, menilai apakah bisnismu mampu berkembang untuk mengurangi resiko gagal membayar.

 

Kedua, pihak bank juga akan meneliti aset pribadimu sebagai alternatif apabila kamu nantinya tidak bisa melunasi pinjaman. Hal ini berhubungan dengan kredit usahamu serta seluruh pengeluaran yang dilakukan. 

 

Dengan mengetahui hal ini, kamu bisa mempersiapkan diri sebelum mengajukan pinjaman ke bank. Pastikan bahwa kedua hal ini dapat kamu penuhi agar bank merasa lebih yakin dengan bisnismu dan kamu pun bisa mendapatkan pinjaman untuk modal yang dibutuhkan. 

 

  • Menentukan prioritas pinjaman

 

Ketika akan mengajukan pinjaman, pastikan kamu memang memerlukan pinjaman itu dan mengajukan pinjaman adalah satu-satunya jalan keluar untuk bisnismu. Terkadang, sebagian pemilik UMKM kurang berpikir panjang dan terburu-buru dalam memutuskan pengajuan pinjaman. Padahal, belum tentu itu menjadi alternatif solusi yang paling tepat.

 

Sebaiknya, coba teliti kembali anggaran bisnismu. Siapa tahu, dari seluruh anggaran tersebut, ada beberapa biaya pengeluaran yang bisa diminimalisir dan digunakan sebagai pengganti modal. Dengan begitu, kamu bisa mendapatkan dana tambahan tanpa harus mengajukan pinjaman ke bank. 

 

Misalnya, kamu memiliki mobil yang biasanya digunakan untuk keperluan bisnis. Tapi, di tengah pandemi seperti sekarang, bisnismu lebih banyak memanfaatkan sarana online dan bantuan jasa pengiriman. Artinya, kamu tidak lagi memerlukan mobil tersebut. Mobil itu bisa kamu jual dan uangnya dipakai sebagai modal tambahan. 

 

  • Membuat perencanaan

 

Setelah mendapat pinjaman dari bank, kamu tentu perlu untuk melunasinya sesuai dengan jangka waktu yang telah ditetapkan. Agar pelunasan bisa dilakukan tepat waktu, buatlah perencanaan terhadap dana pinjaman, mulai dari alokasi penggunaan serta periode cicilan. 

 

Biasanya, sebelum memberikan pinjaman, penyedia layanan pinjaman ingin memastikan bahwa kamu sungguh-sungguh berniat untuk melunasi pinjaman tersebut dan dana pinjaman tidak akan disalahgunakan. Kamu bisa menjelaskan perencanaanmu untuk meyakinkan mereka dalam memberikan pinjaman.

 

Sebaiknya, jangan hanya buat satu perencanaan saja. Buatlah beberapa alternatif rencana, supaya pihak bank merasa yakin bahwa pinjamannya untukmu tidak berpotensi mengalami kegagalan. 

 

  • Pahami proses pinjaman

 

Memahami proses pinjaman merupakan salah satu hal terpenting yang perlu diketahui sebelum mengajukan pinjaman. Dilansir dari Forbes, salah satu kesalahan pemilik UMKM ketika mengajukan pinjaman adalah tidak mengetahui bagaimana proses persetujuan pinjaman dari bank yang bersangkutan.

 

Setiap bank memiliki syarat pengajuan yang berbeda-beda. Kamu perlu mengetahui syarat dari bank yang ingin dituju dan melengkapi dokumen yang diminta. Beberapa bank biasanya juga menuntut jenis agunan yang bisa kamu janjikan apabila terjadi kegagalan dalam membayar.

 

Jika kamu menginginkan jenis pinjaman yang lebih mudah dan ringan, kamu bisa menggunakan jasa dari penyedia pinjaman online tanpa agunan seperti Tunaiku. Biasanya, pemilik UMKM memilih untuk mengajukan pinjaman pada layanan seperti Tunaiku karena persyaratan yang lebih mudah dengan cicilan yang ringan. 

 

Tips Sukses Mendapatkan Pinjaman untuk UMKM

 

Agar permintaanmu diterima dan kamu berhasil mendapatkan pinjaman untuk modal bisnis, cobalah untuk melakukan langkah-langkah berikut ini:  

 

  • Riset terhadap penyedia pinjaman

 

Saat ini, ada banyak sekali penyedia pinjaman dengan berbagai keuntungan yang berbeda-beda. Agar kamu bisa menentukan pilihan dengan tepat, kenali terlebih dahulu berbagai penyedia pinjaman melalui riset.

 

Cara paling mudah untuk melakukan riset adalah dengan mencari informasi tentang penyedia pinjaman tersebut di internet. Biasanya, penyedia pinjaman online memiliki banyak jejak dan testimoni digital. 

 

Ketika melakukan riset, cari tahu apa saja persyaratan yang diminta oleh penyedia tersebut ketika akan mengajukan pinjaman. Selain itu, cari tahu juga mengenai keamanan dan kredibilitas penyedia tersebut melalui testimoni pengguna sebelumnya.

 

  • Siapkan dokumen persyaratan

 

Saat akan mengajukan pinjaman, kamu harus memastikan bahwa seluruh dokumen persyaratan telah dilengkapi. Hal ini memicu peluang yang lebih besar agar pengajuanmu diterima. 

 

Sebenarnya, setiap penyedia pinjaman memiliki syarat yang berbeda-beda. Namun, secara umum, dokumen penting yang perlu dipersiapkan meliputi kelengkapan surat izin usaha, NPWP, KTP, KK, rencana anggaran, dan lain sebagainya.

 

Semakin lengkap dokumen yang kamu sediakan menunjukkan seberapa siap kamu dalam mengajukan pinjaman dan melunasinya. 

 

  • Analisa tuntutan dari penyedia pinjaman

 

Untuk memastikan keamanan dan pinjaman, pertimbangkan tingkat bunga pinjaman dan seberapa sering kamu harus membayarkan bunga. Apabila tingkat bunga tampak kurang realistis, janganlah mengajukan pinjaman untuk menghindari kegagalan bayar di kemudian hari.

 

Di Indonesia, bunga pinjaman didasarkan pada keputusan pemerintah di bank-bank yang berada di bawah naungan negara. Setelah pemerintah menetapkan suku bunga, bank lainnya harus menurunkan suku bunga maksimum agar sesuai dengan aturan pemerintah.

 

Pada penyedia pinjaman online, suku bunga dimonitor oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) berdasarkan kode etik dari Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI). Apabila penyedia pinjaman yang kamu pilih menetapkan suku bunga pinjaman yang tidak sesuai dengan kode etik tersebut, maka keamanan dana pinjaman dari pihak penyedia tersebut dipertanyakan. 

 

Bagi kamu pemilik UMKM, pastikan untuk mengetahui seluk beluk prosedur peminjaman dan aturan-aturan mengenai pinjaman yang berlaku di Indonesia. Kamu juga bisa memanfaatkan pinjaman mudah dengan cicilan ringan dari Tunaiku untuk menambah modal bisnismu. Pinjamannya dimulai dari Rp2-20 juta, dengan periode pinjaman 6-20 bulan. Dengan begitu, kamu #PastiLebihSiap untuk menjalankan bisnismu di tengah pandemi seperti sekarang ini.