SWARA – Dalam mengatur keuangan, ada suatu istilah yang disebut dengan financial blind spot atau titik buta. Setiap orang pasti memiliki titik buta ini, yaitu ketika mengabaikan suatu peluang, sampai kehilangan kesempatan dan terkena risiko yang justru lebih besar.Â
Sepintar apa pun kamu dalam mengatur keuangan, blind spot tidak bisa dihindari. Titik buta itu mungkin tidak kamu sadari sebelumnya. Sampai ketika masalah finansial melanda, barulah kamu menyadari titik buta tersebut sebagai kesalahan yang tidak disengaja.
Alasan Pentingnya Mengenali Financial Blind Spot
Setiap orang mungkin memiliki cara yang berbeda-beda dalam mengatur keuangan. Hal ini juga membuat blind spot yang dimiliki setiap orang jadi beragam. Kehadiran financial blind spot sedikit banyak dipengaruhi oleh latar belakang, pengalaman, serta lingkunganmu. Pemahamanmu tentang keuangan mungkin berbeda dengan pemahaman temanmu.Â
Bisa dibilang, blind spot atau titik buta menjadi salah satu kelemahan dalam mengatur keuangan. Misalnya, kamu sudah sangat terbiasa berinvestasi, tapi kurang memperhatikan jenis investasi apa yang sebenarnya cocok dengan profil risiko kamu.
Bila dibiarkan, titik buta ini lama-kelamaan akan mendatangkan dampak negatif bagi kondisi finansial pribadimu. Bisa saja kamu tiba-tiba dilanda masalah besar yang membuatmu kehilangan dana dalam jumlah yang besar.Â
Karena itu, penting untuk memahami apa sebenarnya titik buta dalam mengatur keuangan dan cara mengatasinya. Dengan begitu, kamu bisa mengantisipasi titik buta itu dengan sebaik mungkin.Â
Macam-Macam Financial Blind Spot dan Cara Mengatasinya
Supaya titik buta tidak mengacaukan kondisi keuangan, kenali beberapa titik buta yang paling umum berikut ini dan cara mengatasinya:
-
Mengabaikan pajak
Berurusan dengan pajak memang tidak menyenangkan dan cenderung membuatmu merasa pusing. Tapi, mengabaikan pajak juga bisa mengacaukan kondisi finansial.
Misalnya, kamu bekerja sebagai freelancer yang menerima pendapatan sebelum dipotong dengan pajak. Kamu lupa menyisihkan sejumlah uang untuk pajak dari pendapatan tersebut. Sampai waktu membayar pajak tiba, kamu akan kewalahan sendiri untuk menghitung berapa pajak yang perlu dibayarkan. Selain itu, kamu juga bisa merasa terbebani dengan beban pajak yang tiba-tiba jadi terasa sangat besar karena tidak pernah diperhitungkan dengan baik sejak awal.Â
Cara terbaik untuk mengatasi titik buta ini adalah dengan mengedukasi dirimu sendiri tentang kewajiban membayar pajak. Lalu, meskipun belum waktunya membayar pajak, kamu tetap perlu menyisihkan biaya pajak sejak awal agar tidak terasa berat di akhir.
-
Terburu-buru melakukan segala sesuatu
Kamu mungkin pernah mendengar informasi tentang pentingnya menabung dana pensiun sejak dini dan alasan harus memiliki asuransi kesehatan. Sebenarnya, mempersiapkan dana pensiun dan asuransi memang hal yang baik. Tapi, jangan terlalu terburu-buru untuk melakukan semuanya di waktu yang bersamaan.
Kamu tetap perlu menyesuaikan tabungan dana pensiun dan pembayaran asuransi sesuai dengan kondisi finansialmu. Kalau pendapatan bulanan belum bisa disisihkan untuk membayar asuransi secara berkala, maka hindari mendaftar asuransi.Â
Jangan terlalu memaksakan diri untuk melakukan segala sesuatunya secara bersamaan, padahal kamu belum mampu secara finansial. Tanpa disadari, hal ini nantinya bisa membuat kamu kekurangan dana untuk memenuhi keperluan sehari-hari dan kondisi keuanganmu akan terpuruk.
Solusinya, pilihlah perencanaan keuangan yang sanggup kamu penuhi terlebih dahulu. Kalau kamu memiliki dana terbatas dan hanya bisa digunakan untuk menabung, bukan berinvestasi dengan saham, maka jangan memaksakan diri untuk berinvestasi.Â
-
Memprioritaskan gaya hidup
Gaya hidup mewah seringkali menjadi acuan bagi banyak orang untuk membuktikan bahwa mereka bahagia secara finansial. Hal ini mungkin secara tidak langsung mempengaruhi pola pikirmu, membuatmu memaksakan gaya hidup yang tidak sesuai dengan kondisi kantongmu.
Dilansir dari Kompas, mengikuti gaya hidup orang kaya bisa memicu kamu untuk mengambil lebih banyak utang. Akibatnya, kamu mungkin tidak bisa membangun kekayaan sejati, yaitu kekayaan jangka panjang dengan fondasi yang kokoh melalui kebiasaan menabung.
Sebaiknya, atasi financial blind spot yang satu ini dengan berhenti membandingkan dirimu dengan orang lain. Hindari bermain di media sosial apabila unggahan dari teman-temanmu membuat kamu terpicu untuk mengikuti gaya hidup mewah.Â
Ingatlah bahwa pengeluaran untuk gaya hidup mewah hanya bertahan sementara. Sedangkan, kalau kamu menabung dan mengumpulkan aset dengan baik, secara perlahan kekayaan akan terbangun dengan sendirinya.Â
-
Tidak mempersiapkan dana darurat
Hingga saat ini, masih banyak sekali orang yang tidak mempersiapkan dana darurat dalam jumlah yang cukup. Mereka seringkali menyamakan dana darurat dengan tabungan biasa. Padahal, fungsi tabungan dan dana darurat sama sekali berbeda.
Tabungan memiliki fungsi untuk digunakan saat akan membeli sesuatu dalam dana besar. Sesuatu itu bisa berupa keinginan ataupun kebutuhan. Sedangkan, dana darurat hanya boleh digunakan dalam situasi terdesak, misalnya saat kamu tiba-tiba harus berobat ke rumah sakit atau kehilangan pekerjaan.
Cara terbaik untuk mengatasi hal ini adalah mempersiapkan dana darurat selagi bisa. Sisihkan sejumlah uang dari pendapatan bulananmu untuk dimasukkan ke dalam tabungan dana darurat.Â
Dana darurat tersebut harus memiliki setidaknya enam kali jumlah pengeluaran bulananmu. Dengan begitu, kamu bisa menggunakan dana darurat itu untuk memenuhi kebutuhanmu selama enam bulan jika kamu kehilangan sumber pendapatan secara tiba-tiba.Â
-
Menunda untuk menabung dan berinvestasi
Banyak orang, khususnya generasi muda, lebih senang menunda waktu untuk menabung dan berinvestasi. Beberapa orang mungkin memilih untuk menunggu sampai mendapat promosi untuk mulai mempersiapkan tabungan.
Padahal, dikutip dari Forbes, masa depan memiliki tantangannya sendiri. Kamu mungkin merasa terlalu berat untuk menabung di masa kini. Tapi, kamu tidak bisa menjamin bahwa kondisi keuanganmu di masa depan akan lebih mudah.
Satu-satunya solusi untuk mengatasi financial blind spot ini adalah mulai menabung dan berinvestasi sejak dini. Berapa pun uang yang kamu miliki, sisihkan sedikit untuk ditabung. Menabung dalam jumlah sedikit, bila dilakukan secara rutin, lama-kelamaan akan menjadi besar. Sedangkan, kalau kamu tidak menabung sama sekali, kamu malah tidak memiliki simpanan untuk mengantisipasi masa depanmu.Â
Macam-macam financial blind spot yang disebutkan di atas sangat sering ditemui. Kamu bisa saja memiliki salah satu dari kelima titik buta tersebut. Sebaiknya, sadari apa titik butamu dalam mengatur keuangan agar kamu bisa mengatasinya dengan baik.Â