SWARA – Biaya renovasi rumah subsidi memerlukan dana sekitar Rp5 juta – Rp50 juta. Biaya yang dikeluarkan tergantung skala renovasi yang dilakukan. Jika renovasi hanya meliputi penggantian keramik, pengecatan ulang, atau perbaikan saluran air, biayanya yang dikeluarkan hanya sekitar Rp5 juta – Rp15juta.Â
Namun, sebelum mulai merenovasi rumah subsidi, sebaiknya kamu mengecek aturan dalam merenovasi rumah bersubsidi agar tidak menjadi masalah di kemudian hari. Yuk, simak penjelasan mengenai aturan, perhitungan biaya, hingga tips agar biaya renovasi tetap hemat.Â
Kisaran Biaya Renovasi Rumah Subsidi
Biaya renovasi rumah subsidi sangat bervariasi tergantung jenis renovasi yang kamu lakukan. Berikut perkiraan biaya renovasi rumah subsidi berdasarkan jenis renovasinya.
1. Renovasi Ringan
Renovasi ringan biasanya hanya sebatas perbaikan ringan, seperti:Â
- Cat ulang rumah: Rp1,5 juta – Rp4 juta
- Ganti keramik lantai: Rp3 juta – Rp6 juta
- Perbaikan plafon: Rp1 juta – Rp3 juta
- Perbaikan atap ringan: Rp1 juta – Rp3 juta
- Ganti pintu atau jendela sederhana: Rp1 juta – Rp4 juta
2. Renovasi Menengah
Beberapa renovasi yang termasuk dalam kategori renovasi menengah meliputi:
- Renovasi dapur sederhana: Rp8 juta – Rp15 juta
- Renovasi kamar mandi: Rp5 juta – Rp12 juta
- Membuat sekat ruangan / kamar tambahan: Rp5 juta – Rp15 juta
- Kanopi atau carport sederhana: Rp5 juta – Rp10 juta
3. Renovasi Besar / Total
Melakukan renovasi besar atau total biasanya meliputi penambahan atau pengubahan bangunan secara total. Berikut ini beberapa contohnya:
- Menambah kamar atau ruang baru: Rp20 juta – Rp40 juta
- Membangun dapur permanen di belakang: Rp15 juta – Rp30 juta
- Renovasi seluruh interior rumah: Rp20 juta – Rp50 juta
- Renovasi total rumah subsidi: Rp50 juta – Rp100 juta+
Berikut ini tabel estimasi total biaya tiap jenis renovasi yang dilakukan.Â
| Jenis Renovasi | Estimasi biaya |
Renovasi Ringan
|
|
Renovasi Sedang
|
|
Renovasi Besar
|
|
Baca juga: Biaya Renovasi Rumah: Estimasi dan Cara Menghitungnya
Aturan Renovasi Rumah Subsidi yang Perlu Diikuti
Sebelum melakukan renovasi rumah subsidi, ada beberapa aturan yang perlu diketahui agar tidak melanggar ketentuan program perumahan subsidi.
1. Rumah Harus Dihuni Terlebih Dulu
Rumah subsidi pada dasarnya diperuntukkan sebagai tempat tinggal utama. Oleh karena itu, pemilik rumah biasanya diwajibkan menempati rumah tersebut terlebih dahulu sebelum melakukan perubahan besar pada bangunan.
2. Ditempati setelah 5 TahunÂ
Dalam beberapa program KPR subsidi, renovasi besar biasanya dianjurkan setelah rumah ditempati selama 5 tahun, tergantung kebijakan bank atau pengembang.
3. Tidak Mengubah Fungsi Rumah
Rumah subsidi tidak boleh dialihfungsikan menjadi tempat usaha yang mengubah fungsi utama rumah sebagai hunian.
4. Tidak Mengganggu Struktur Utama Bangunan
Jika ingin melakukan renovasi, sebaiknya tetap mempertahankan struktur utama rumah, seperti pondasi, kolom, dan dinding utama, terutama jika rumah masih dalam masa cicilan.
Dengan mengikuti aturan tersebut, renovasi rumah subsidi dapat dilakukan dengan lebih aman dan tetap sesuai dengan ketentuan program perumahan.
5. Cicilan Harus Lancar
Sebelum melakukan renovasi, sebaiknya pastikan bahwa pembayaran cicilan KPR rumah subsidi berjalan lancar. Bank biasanya akan mempertimbangkan kondisi kredit pemilik rumah, terutama jika renovasi membutuhkan perubahan besar pada bangunan.Â
Dengan cicilan yang lancar, proses renovasi juga akan lebih aman tanpa risiko masalah pada kredit rumah.
Baca juga: Batasan-batasan dalam Renovasi Rumah Subsidi
Jenis Renovasi Rumah Subsidi yang Diperbolehkan
Renovasi rumah subsidi umumnya diperbolehkan selama tidak mengubah fungsi utama rumah sebagai tempat tinggal dan tidak merusak struktur utama bangunan.Â
Beberapa jenis renovasi yang paling sering dilakukan pemilik rumah subsidi antara lain sebagai berikut.
1. Renovasi Bagian Depan Rumah
Renovasi bagian depan rumah subsidi biasanya bertujuan untuk mempercantik tampilan sekaligus menambah fungsi area teras.Â
Contohnya mengganti keramik teras, menambahkan kanopi, membuat pagar rumah, atau mengecat ulang fasad rumah.
2. Renovasi Interior Rumah
Perubahan pada bagian dalam rumah juga sering dilakukan agar hunian terasa lebih nyaman.Â
Renovasi interior biasanya meliputi pengecatan ulang dinding, penggantian lantai, renovasi dapur, atau perbaikan kamar mandi.
3. Penambahan Ruangan
Karena ukuran rumah subsidi relatif kecil, banyak pemilik rumah menambah ruang baru untuk kebutuhan keluarga.Â
Penambahan ini biasanya dilakukan di bagian belakang rumah, seperti menambah kamar tidur atau memperluas dapur.
4. Renovasi Atap Rumah
Renovasi atap rumah juga sering dilakukan, terutama jika atap mengalami kebocoran atau ingin menggunakan material yang lebih kuat.Â
Renovasi ini bisa berupa mengganti genteng, memperbaiki rangka atap, atau memasang plafon baru.
Tips Renovasi Rumah Subsidi agar Hemat
Agar biaya renovasi tidak membengkak, ada beberapa tips yang bisa kamu terapkan:
1. Tentukan Prioritas Renovasi
Tidak semua bagian rumah harus direnovasi sekaligus. Kamu bisa memprioritaskan bagian yang paling penting terlebih dahulu. Misalnya renovasi kamar mandi yang sering digunakan.
2. Buat Rencana Anggaran
Sebelum memulai renovasi, sebaiknya kamu membuat perencanaan anggaran secara detail. Hitung biaya material, tukang, hingga cadangan dana.
3. Pilih Material yang Tepat
Material bangunan memiliki banyak pilihan harga. Kamu bisa memilih material yang berkualitas, tetapi tetap sesuai dengan budget.
4. Gunakan Jasa Tukang yang Berpengalaman
Memilih tukang yang berpengalaman bisa membantu proses renovasi berjalan lebih lancar. Selain itu, pekerjaan juga biasanya lebih rapi dan tahan lama.
5. Renovasi Secara Bertahap
Jika budget terbatas, renovasi bertahap bisa menjadi solusi. Kamu bisa mulai dari bagian yang paling penting terlebih dahulu, lalu melanjutkan ke bagian lain ketika dana sudah tersedia.
Hal yang Perlu Diperhatikan Sebelum Renovasi Rumah Subsidi
Selain soal biaya, ada beberapa hal penting yang sebaiknya kamu perhatikan sebelum melakukan renovasi rumah subsidi.
- Pastikan struktur bangunan tetap aman dan tidak merusak bagian utama rumah.
- Perhatikan sistem saluran air dan listrik agar tidak menimbulkan masalah di kemudian hari.
- Pastikan renovasi tidak melanggar aturan lingkungan perumahan atau peraturan dari developer.
Dengan perencanaan yang matang, renovasi rumah bisa membuat hunian kamu jauh lebih nyaman tanpa harus mengeluarkan biaya yang terlalu besar.
Baca juga: Ini Syarat KPR Rumah dan Tipsnya agar Disetujui
Kesimpulan: Berapa Biaya Renovasi Rumah Subsidi yang Dibutuhkan?Â
Biaya renovasi rumah subsidi yang dibutuhkan sekitar Rp5 juta – Rp50 juta tergantung jenis renovasi yang dilakukan. Sebagai contoh, jika kamu hanya ingin mengganti cat rumah, biayanya sekitar Rp1,5 juta – Rp4 juta.Â
Namun, merenovasi rumah subsidi memiliki aturannya sendiri, yaitu hanya boleh dilakukan tanpa mengubah fungsi hunian, cicilan harus lancar, tidak mengganggu struktur bangunan, serta telah ditempati selama paling tidak 5 tahun.Â
Pastikan kamu juga telah menyiapkan anggaran dengan bijak, memilih material yang tepat, hingga menggunakan jasa tukang yang berpengalaman untuk renovasi.Â
Renovasi Rumah dengan Dana dari Tunaiku
Jika kamu membutuhkan dana tambahan untuk mewujudkan rencana renovasi, kamu bisa mempertimbangkan pinjaman dari Tunaiku by Bank Amar.Â
Tunaiku menawarkan pinjaman tanpa agunan dengan proses pengajuan yang praktis hingga Rp30 juta dan tenor hingga 30 bulan, sehingga bisa membantu kamu memenuhi kebutuhan dana renovasi rumah.Â
Untuk informasi lebih lanjut mengenai layanan ini kamu bisa hubungi CS Tunaiku:Â
- WhatsApp di 08113226685
- Call center (021) 40005859
- email tanya@amarbank.co.id.Â