SWARA – Berapa biaya bayi tabung yang perlu dipersiapkan? Di Indonesia sendiri, estimasi biaya satu siklus bayi tabung umumnya berkisar antara Rp60 juta hingga Rp120 juta. Kamu mungkin juga membutuhkan biaya tambahan sekitar Rp10 juta – Rp20 juta untuk pembekuan embrio hingga tes genetik.Â
Merencanakan program bayi tabung merupakan langkah besar bagi pasangan, sehingga sangat penting untuk tahu berapa biaya bayi tabung agar persiapan finansial lebih matang. Yuk, simak penjelasan lengkapnya di sini.Â
Apa Itu Bayi Tabung (IVF)?
Bayi tabung atau In Vitro Fertilization (IVF) adalah sebuah metode untuk membantu pasangan mendapatkan keturunan, melalui pembuahan yang dilakukan di luar tubuh, yaitu di laboratorium.Â
Secara singkat, prosedur ini melibatkan pengambilan sel telur matang dari indung telur ibu, lalu dipertemukan dengan sperma ayah di dalam “tabung” atau cawan laboratorium.Â
Setelah pembuahan berhasil dan membentuk embrio, selanjutnya embrio tersebut akan dipantau perkembangannya selama beberapa hari sebelum akhirnya ditanamkan kembali ke dalam rahim ibu untuk menjalani proses kehamilan seperti biasa.Â
Baca juga: Awas! 10 Penyakit Rawan Mengincar Perempuan Umur 20-an
Berapa Biaya Bayi Tabung yang Harus Disiapkan?
Program bayi tabung terdiri dari beberapa tahapan medis yang kompleks. Biaya yang kamu bayarkan biasanya dibagi berdasarkan prosedur seperti berikut ini:
| Jenis Proses | Biaya |
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
Proses Bayi Tabung yang Perlu Diketahui
Untuk lebih detailnya mengenai biaya program bayi tabung, berikut ini penjelasan detail mengenai proses bayi tabung yang umumnya dilakukan.Â
1. Pemeriksaan Awal & SkriningÂ
Sebelum mulai, dokter spesialis kandungan (Sp.OG-KFER) akan melakukan pemeriksaan menyeluruh.Â
Ini meliputi tes darah untuk cek cadangan sel telur (AMH), USG transvaginal untuk melihat kondisi rahim, serta analisis sperma ayah. Tujuannya adalah menentukan protokol obat yang paling efektif untuk calon ibu.
2. Stimulasi atau Suntik Hormon
Pada tahap ini, calon ibu akan menyuntikkan obat hormon setiap hari selama sekitar 8–12 hari untuk merangsang indung telur menghasilkan lebih dari satu sel telur matang.Â
Biaya di tahap ini sangat dinamis karena tergantung pada dosis dan respons tubuh ibu.
3. Ovum Pick-Up / Pengambilan Sel TelurÂ
Setelah sel telur matang, dokter akan mengambilnya menggunakan jarum halus melalui bantuan USG. Prosedur ini dilakukan di ruang operasi dengan pembiusan total sehingga ibu tidak akan merasa sakit.Â
4. Fertilisasi dan Laboratorium EmbriologiÂ
Sel telur yang didapat nantinya akan dipertemukan dengan sperma di laboratorium.Â
Pada tahap ini akan menggunakan teknik ICSI (Intracytoplasmic Sperm Injection), yaitu menyuntikkan satu sperma terbaik langsung ke dalam sel telur.Â
Setelah itu, embrio akan dipantau perkembangannya selama 3–5 hari oleh embriolog.
5. Transfer EmbrioÂ
Embrio yang sudah berkembang dengan baik akan dimasukkan kembali ke dalam rahim ibu menggunakan kateter halus. Proses ini relatif cepat dan biasanya tidak memerlukan bius total.Â
Baca juga: Sebentar Lagi Lahiran? Yuk, Segera Siapkan Tabungan Persiapan Persalinan
Faktor yang Memengaruhi Harga Bayi Tabung
Setelah tahu berapa biaya bayi tabung, kamu juga perlu memahami apa saja faktor-faktor yang membuat harga IVF bisa berbeda-beda pada setiap pasangan. Berikut beberapa faktornya.
1. Usia Calon Ibu
Semakin bertambah usia, cadangan sel telur biasanya menurun sehingga dibutuhkan dosis obat hormon yang lebih tinggi dengan biaya yang tentu lebih mahal agar hasilnya maksimal.Â
2. Kondisi Kesehatan Reproduksi
Adanya penyakit penyerta seperti kista, miom, atau penyumbatan saluran tuba pada rahim juga menjadi faktor dalam penambahan biaya sebelum program IVF dimulai.Â
3. Teknologi Tambahan
Biasanya, sang dokter akan memberikan penawaran soal teknologi tambahan pada program IVF. Ada teknologi PGT-A yang dilakukan untuk skrining embrio, lalu teknologi ICSI untuk kondisi sperma sulit menembus sel telur.Â
Kemudian teknologi Laser Assisted Hatching untuk mempermudah embryo keluar dari lapisan pelindungnya, khususnya pada ibu usia lanjut. Hingga ada pula teknologi Time-Lapse Incubator (Embryoscope) yang berupa pemantauan embrio dengan teknologi canggih.
4. Reputasi Klinik dan Fasilitas
Faktor pengalaman sang dokter serta reputasi klinik atau rumah sakit juga akan berpengaruh pada harga biaya tabung.Â
Biaya Tambahan yang Perlu Disiapkan
Selain biaya utama yang sudah disebutkan sebelumnya, ada beberapa biaya lain yang sifatnya cukup opsional. Namun, akan lebih baik jika kamu menyiapkan dana cadangan agar proses yang didapatkan bisa maksimal. Berikut rinciannya:
1. Biaya Pembekuan Embrio (Embryo Freezing)
Jika dalam satu siklus dihasilkan banyak embrio berkualitas, kamu bisa memilih untuk membekukan sisa embrio yang tidak ditransfer.Â
Proses ini sangat berguna jika program pertama belum berhasil, sehingga kamu tidak perlu mengulang proses dari awal. Biaya awalnya berkisar Rp5.000.000 – Rp10.000.000.
2. Biaya Simpan Beku Tahunan
Setelah dibekukan, ada biaya sewa atau perawatan fasilitas penyimpanan (kriopreservasi) yang dibayarkan setiap tahun. Biasanya berkisar antara Rp1.000.000 – Rp3.000.000 per tahun.
3. Obat-obatan Pasca-Transfer Embrio
Setelah embrio ditanam, ibu biasanya memerlukan dukungan hormon progesteron (baik suntik, obat minum, atau pervaginam) untuk menjaga dinding rahim hingga tes kehamilan dilakukan.Â
Biaya obat pendukung ini bisa mencapai Rp2.000.000 – Rp5.000.000 tergantung durasi penggunaan.
4. Biaya Penanganan Komplikasi (OHSS)
Beberapa pasien mungkin mengalami  Ovarian Hyperstimulation Syndrome (OHSS) akibat respons berlebih terhadap obat hormon.Â
Kondisi ini perlu dilakukan perawatan tambahan dengan biaya yang bervariasi, tergantung tingkat keparahan.Â
Baca juga: 5 Rekomendasi Rumah Sakit Penyedia Layanan Bayi Tabung Termurah
Kesimpulan: Siapkan Dana Proses Bayi Tabung dari Sekarang
Saat memutuskan untuk melakukan program bayi tabung, tentu butuh investasi finansial yang cukup besar. Kamu perlu menyiapkan dana mulai dari Rp60.000.000 hingga Rp120.000.000 atau bahkan lebih jika ada kebutuhan medis yang perlu dilakukan.
Selain itu, lakukan riset mendalam soal dokter yang berpengalaman di bidang ini, serta rumah sakit atau klinik yang memiliki fasilitas mumpuni agar program IVF berhasil.Â
Dana Biaya Kesehatan Aman dengan Tunaiku
Jika membutuhkan dana tambahan untuk kebutuhan kesehatan yang mendesak, Tunaiku by Amar Bank hadir sebagai mitra finansial yang aman dan tepercaya.Â
Tunaiku menawarkan pinjaman dana hingga Rp30 juta tanpa perlu agunan. Proses peminjamannya pun mudah, hanya dengan mengandalkan KTP. Tenor cicilan di Tunaiku juga fleksibel, yaitu hingga 30 bulan.Â
Untuk informasi lebih lengkap mengenai pinjaman dana, hubungi CS Tunaiku by Amar Bank di:
- WhatsApp: 081132266859
- Call Center: (021) 40005859Â
- Â Email: tanya@amarbank.co.id