SWARA – Apa itu biaya variabel? Biaya variabel adalah biaya yang keluar dengan nilai yang berubah-ubah sesuai dengan jumlah produksi atau aktivitas dalam bisnis. Mengetahui cara menghitung biaya variabel penting untuk menentukan harga produk dan mengontrol biaya operasional. 

 

Supaya kamu lebih memahami konsep ini, berikut penjelasan lengkap mengenai apa itu biaya variabel, contoh dalam bisnis, serta perbedaannya dengan biaya tetap.

 

Apa Itu Biaya Variabel?

 

Biaya variabel adalah jenis biaya operasional yang nilainya berubah sesuai dengan jumlah produksi atau aktivitas bisnis. Artinya, biaya ini tidak memiliki nominal yang tetap setiap periode.

 

Jika perusahaan memproduksi lebih banyak barang, maka biaya variabel akan meningkat. Sebaliknya, jika produksi berkurang, biaya tersebut juga akan menurun.

 

Biaya variabel biasanya berkaitan langsung dengan proses produksi atau penjualan produk. Karena itu, biaya ini sering digunakan untuk menghitung harga pokok produksi dan menentukan keuntungan bisnis.

 

Baca juga: Lengkap! Begini Cara Menghitung Biaya Produksi Beserta Penjelasannya

 

Contoh Biaya Variabel dalam Bisnis

 

Agar lebih mudah memahami apa itu biaya variabel, kamu bisa melihat beberapa contoh biaya yang termasuk dalam kategori ini.

 

1. Biaya bahan baku

 

Bahan baku merupakan salah satu contoh biaya variabel yang paling umum. Semakin banyak produk yang dibuat, semakin banyak bahan baku yang dibutuhkan.

 

Misalnya, sebuah usaha roti membutuhkan tepung, gula, dan telur untuk membuat produknya. Jika produksi roti meningkat, maka biaya bahan baku juga akan bertambah.

 

2. Biaya tenaga kerja langsung

 

Tenaga kerja langsung yang dibayar berdasarkan jumlah produksi juga termasuk biaya variabel. 

 

Contohnya, pekerja yang dibayar per unit barang yang dihasilkan. Jika produksi meningkat, maka biaya tenaga kerja juga akan meningkat.

 

3. Biaya kemasan

 

Biaya kemasan seperti kotak, plastik, atau label produk juga tergolong biaya variabel karena jumlahnya tergantung pada jumlah produk yang dijual.

 

4. Biaya distribusi atau pengiriman

 

Dalam beberapa bisnis, biaya pengiriman barang juga bisa menjadi biaya variabel karena bergantung pada jumlah pesanan yang dikirim kepada pelanggan.

 

Baca juga: Kuasai Jenis-Jenis Modal Kerja, Bikin Usahamu Naik Kelas

 

Perbedaan Biaya Variabel dan Biaya Tetap

 

Selain memahami apa itu biaya variabel, kamu juga perlu mengetahui perbedaannya dengan biaya tetap agar tidak salah dalam mengelola keuangan bisnis.

 

Biaya variabel berubah sesuai dengan jumlah produksi atau penjualan. Jika produksi meningkat, biaya ini juga ikut meningkat.

 

Berbeda dengan biaya variabel, biaya tetap adalah biaya yang jumlahnya tidak berubah meskipun produksi meningkat atau menurun. 

 

Berikut perbedaan contoh antara biaya variabel dan biaya tetap:

 

Biaya Variabel Biaya Tetap
  • Bahan baku
  • Kemasan produk
  • Komisi penjualan
  • Biaya pengiriman
  • Sewa tempat usaha
  • Gaji karyawan tetap
  • Biaya listrik dasar
  • Asuransi bisnis

 

Dengan memahami perbedaan ini, kamu bisa menghitung biaya operasional bisnis dengan lebih akurat.

 

Baca juga: Cara Siasati Biaya Tak Terduga Agar Tidak Menghambat Kesuksesan Bisnis Kecilmu

 

Cara Menghitung Biaya Variabel

 

Setelah memahami apa itu biaya variabel, langkah berikutnya adalah mengetahui bagaimana cara menghitungnya. Secara umum, rumus biaya variabel adalah:

 

Total Biaya Variabel = Biaya Variabel per Unit × Jumlah Produksi

 

Misalnya, sebuah usaha minuman memiliki biaya variabel per unitnya Rp5.000 untuk setiap gelas minuman yang diproduksi. Jika dalam sehari usaha tersebut menjual 200 gelas minuman, maka total biaya variabelnya adalah:

 

Rp5.000 × 200 = Rp1.000.000

 

Dengan cara ini, kamu bisa mengetahui berapa besar biaya yang harus dikeluarkan berdasarkan jumlah produksi.

 

Mengapa Biaya Variabel Penting dalam Bisnis?

 

Memahami apa itu biaya variabel sangat penting karena dapat membantu kamu mengelola bisnis dengan lebih efisien. Berikut beberapa alasan mengapa biaya variabel penting dalam manajemen keuangan.

 

1. Membantu menentukan harga produk

 

Dengan mengetahui biaya variabel, kamu bisa menentukan harga jual produk yang tetap memberikan keuntungan bagi bisnis.

 

2. Mengontrol biaya operasional

 

Biaya variabel juga membantu kamu memahami pengeluaran yang berkaitan langsung dengan produksi sehingga lebih mudah mengontrol biaya.

 

3. Menghitung keuntungan bisnis

 

Perhitungan laba atau keuntungan biasanya melibatkan biaya variabel sebagai bagian dari harga pokok produksi.

 

4. Membantu membuat keputusan bisnis

 

Informasi mengenai biaya variabel dapat membantu kamu menentukan strategi bisnis, seperti meningkatkan produksi atau mengurangi biaya operasional.

 

Contoh Biaya Variabel dalam Kehidupan Sehari-hari

 

Konsep apa itu biaya variabel sebenarnya tidak hanya berlaku dalam bisnis besar, tetapi juga bisa ditemukan dalam kehidupan sehari-hari.

 

Misalnya, jika kamu menjalankan usaha kecil seperti bisnis minuman kopi. Biaya seperti kopi bubuk, susu, gula, dan gelas plastik akan berubah tergantung jumlah minuman yang kamu jual setiap hari.

 

Jika penjualan meningkat, biaya tersebut akan bertambah. Namun jika penjualan menurun, biaya yang dikeluarkan juga akan berkurang. Karena itu, memahami biaya variabel bisa membantu kamu mengatur pengeluaran usaha agar tetap efisien.

 

Kesimpulan: Hitung Biaya Variabel dengan Tepat

 

Biaya variabel adalah biaya yang nilainya berubah mengikuti jumlah produksi atau aktivitas bisnis. Contoh biaya variabel adalah biaya bahan baku, biaya tenaga kerja, biaya distribusi dan sebagainya. 

 

Memahami apa itu biaya variabel merupakan hal penting dalam mengelola keuangan bisnis. 

 

Kamu juga bisa lebih mudah menghitung biaya operasional, menentukan harga produk, serta merencanakan strategi bisnis yang lebih efektif.

 

Ajukan Pinjaman Aman di Tunaiku by Amar Bank

 

Jika kamu membutuhkan modal tambahan untuk memulai usaha, Tunaiku by Amar Bank bisa jadi solusi. Tunaiku adalah pinjaman tanpa agunan yang praktis dan prosesnya mudah. 

 

Dengan jumlah pinjaman hingga Rp30 juta dan pilihan tenor fleksibel hingga 30 bulan,  serta cicilan tetap, kamu bisa menyesuaikan pinjaman sesuai dengan kemampuan.

 

Untuk informasi lebih lanjut, kamu bisa menghubungi CS Tunaiku: 

 

  • WhatsApp 081132266859 
  • Call center (021) 40005859, 
  • Email tanya@amarbank.co.id. 

 

Pastikan kamu meminjam dana secara bijak sesuai kebutuhan.