SWARA – Apa itu biaya operasional? Biaya operasional adalah pengeluaran yang harus dikeluarkan perusahaan agar kegiatan bisnis dapat berjalan setiap hari. Tanpa biaya ini, aktivitas seperti produksi, pemasaran, hingga pengelolaan karyawan tidak akan berjalan dengan lancar.

 

Semua bisnis, baik usaha kecil maupun perusahaan besar, pasti memiliki biaya operasional. Simak lebih detail penjelasan mengenai biaya operasional, jenis, hingga cara menghitung biaya operasional dengan benar di artikel berikut. 

Apa Itu Biaya Operasional?

 

Secara sederhana, biaya operasional dapat diartikan sebagai biaya yang digunakan untuk menjalankan aktivitas bisnis sehari-hari. Biaya ini mencakup berbagai kebutuhan yang mendukung operasional perusahaan.

 

Beberapa contoh biaya operasional antara lain:

 

  • Biaya inventori
  • Sewa kantor atau tempat usaha
  • Gaji karyawan
  • Peralatan kerja
  • Asuransi
  • Biaya pemasaran atau marketing
  • Biaya overhead

 

Baca juga: Kenali dan Pahami Modal Operasional untuk Merintis Usaha

Jenis-Jenis Biaya Operasional

 

Biaya operasional dalam bisnis umumnya dibagi menjadi tiga jenis berdasarkan sifatnya.

1. Biaya Tetap

 

Biaya tetap adalah biaya yang tidak berubah meskipun jumlah produksi atau penjualan mengalami perubahan. Artinya, biaya ini tetap harus dibayar meskipun bisnis sedang mengalami penurunan penjualan.

 

Contohnya:

  • Sewa tempat usaha
  • Gaji karyawan
  • Pajak
  • Asuransi
  • Biaya keamanan
  • Utilitas, seperti listrik dan air

2. Biaya Variabel

 

Biaya variabel adalah biaya yang berubah mengikuti jumlah produksi atau penjualan. Jika permintaan produk meningkat, biaya ini biasanya ikut meningkat.

 

Contohnya:

  • Biaya produksi
  • Biaya iklan
  • Bahan baku
  • Tenaga kerja produksi
  • Biaya pengiriman dan penyimpanan

3. Biaya Semi Variabel

 

Biaya semi variabel merupakan kombinasi antara biaya tetap dan variabel. Biaya ini memiliki komponen tetap, tetapi juga bisa berubah jika volume produksi meningkat.

 

Contohnya:

  • Biaya pemeliharaan
  • Biaya perjalanan dinas
  • Biaya inventaris
  • Biaya personel tertentu

 

Baca juga: Mengapa Pinjaman Modal Penting untuk Bisnis? Ini 7 Manfaatnya

Cara Menghitung Biaya Operasional

 

Memahami apa itu biaya operasional juga perlu disertai dengan cara menghitungnya agar bisnis dapat menilai efisiensi operasional. Berikut langkah-langkahnya.

1. Tentukan Periode Perhitungan

 

Tentukan terlebih dahulu periode perhitungan biaya operasional, misalnya per bulan, per kuartal, atau per tahun. Semua data pengeluaran harus disesuaikan dengan periode tersebut.

2. Kumpulkan Data Pengeluaran Operasional

 

Kumpulkan semua pengeluaran yang berkaitan dengan operasional bisnis seperti gaji karyawan, sewa kantor, utilitas, pembayaran vendor, dan perlengkapan kantor.

 

Agar lebih mudah, kamu bisa menggunakan software akuntansi atau manajemen pengeluaran untuk mencatat semua transaksi tersebut.

3. Pisahkan Biaya Produksi dan Nonoperasional

 

Selanjutnya, pisahkan biaya operasional dengan COGS atau biaya produksi langsung. Selain itu, biaya nonoperasional, seperti kerugian investasi atau bunga pinjaman, juga tidak termasuk dalam perhitungan biaya operasional.

4. Jumlahkan Seluruh Biaya Operasional

 

Setelah semua biaya terkelompokkan, kamu tinggal menjumlahkan seluruh komponen biaya operasional. Rumus sederhananya adalah:

 

Total biaya operasional = Biaya tetap + Biaya variabel

Contoh Perhitungannya

 

Misalnya dalam satu bulan sebuah perusahaan kamu mengeluarkan biaya berikut:

  • Gaji karyawan: Rp60 juta
  • Sewa kantor: Rp30 juta
  • Utilitas (listrik, air, internet): Rp6 juta
  • Biaya pemasaran: Rp20 juta
  • Harga pokok penjualan: Rp130 juta
  • Beban bunga pinjaman: Rp9 juta
  • Kerugian penjualan aset: Rp5 juta

 

Maka, biaya yang termasuk operasional hanya:

  • Gaji karyawan
  • Sewa kantor
  • Utilitas
  • Biaya pemasaran

 

Sehingga total biaya operasional adalah:

 

Rp60 juta + Rp30 juta + Rp6 juta + Rp20 juta = Rp116 juta

Cara Mengelola Biaya Operasional Agar Lebih Efisien

 

Agar bisnis tetap sehat, biaya operasional perlu dikelola dengan baik. Berikut beberapa cara yang bisa kamu lakukan.

1. Lakukan Pembayaran Lebih Awal

 

Pembayaran kepada vendor lebih awal sering kali memberikan diskon sehingga dapat menghemat biaya operasional.

2. Terapkan Kebijakan Pengeluaran yang Jelas

 

Perusahaan perlu memiliki aturan pengeluaran yang jelas agar setiap biaya dapat dikontrol dan tidak melebihi anggaran.

3. Gunakan Sistem Otomatisasi

 

Digitalisasi seperti software akuntansi atau sistem pembayaran online dapat membantu pencatatan biaya menjadi lebih rapi dan efisien.

4. Kelola Inventori Dengan Baik

 

Stok barang yang terlalu banyak dapat meningkatkan biaya penyimpanan. Karena itu, penting menjaga jumlah inventori tetap optimal.

5. Hentikan Layanan yang Tidak Digunakan

 

Jika bisnis memiliki layanan berlangganan yang sudah tidak dipakai, sebaiknya segera dihentikan agar tidak membebani biaya operasional.

 

Baca juga: Waspadai Pengeluaran Tak Terduga Saat Memulai Bisnis Online Ini

Kesimpulan: Kelola Biaya Operasional dengan Bijak

 

Dalam bisnis, biaya operasional adalah biaya yang dikeluarkan agar kegiatan bisnis dapat tetap berjalan setiap hari. Biaya ini meliputi biaya tetap, biaya variabel, dan biaya semi variabel. Cara menghitungnya adalah dengan menjumlahkan biaya tetap dan biaya variabel bisnis. 

 

Kamu bisa mengelola dan menghemat pengeluaran biaya operasional dengan menerapkan kebijakan pengeluaran hingga menghentikan layanan biaya yang tidak perlu dengan bijak. 

 

Tunaiku hadir untuk Bantu Bisnismu!

 

Dalam menjalankan bisnis, terkadang kamu membutuhkan dana tambahan untuk mendukung operasional atau pengembangan usaha. Jika kamu membutuhkan solusi pinjaman yang praktis, Tunaiku by Amar Bank bisa menjadi pilihan.

 

Tunaiku merupakan layanan pinjaman online resmi dari Amar Bank yang menawarkan pinjaman tanpa agunan dengan proses pengajuan yang mudah dan cepat.

 

Kamu cukup menggunakan KTP tanpa perlu NPWP atau kartu kredit untuk mengajukan pinjaman. Tunaiku juga menyediakan pinjaman hingga Rp30 juta dengan tenor cicilan sampai 30 bulan, sehingga cicilannya lebih ringan.

 

Untuk informasi lebih lanjut, kamu bisa menghubungi CS Tunaiku di:

 

  • Whatsapp 081132266859
  • Call Center (021) 40005859
  • Email tanya@amarbank.co.id

 

Dengan berbagai kemudahan tersebut, Tunaiku dapat menjadi solusi pinjaman yang aman, cepat, dan terpercaya untuk membantu memenuhi kebutuhan dana kamu.