SWARA – Awalnya saya berpikir, apa cuma saya ya, yang memilih untuk tidak mengumbar-umbar masalah pribadi, termasuk urusan gaji dan keuangan? Kalaupun kepingin bercerita (dalam konteks sharing), saya pasti memilih sosok yang benar-benar dekat, bisa berempati, dan juga bisa memberikan masukan yang membangun. Bagaimana dengan kamu?
Akhir-akhir ini, saya malas menghadiri acara reuni atau sekadar kumpul-kumpul dengan teman lama, terutama karena topik pembicaraan kami jadi semakin dewasa dan sensitif. Saya pribadi nggak masalah kalau ditanya ‘kapan menikah’; yang saya permasalahkan justru pertanyaan terkait nominal gaji, nominal tabungan, bahkan kemampuan finansial saya saat ini.
Ada beberapa alasan yang membuat saya enggan menceritakan masalah keuangan kepada orang lain. Silakan disimak, ya!
1. Nggak suka dihakimi atau diremehkan
Saya bersyukur pernah bekerja cukup lama di sebuah perusahaan yang bonafide. Setidaknya, nominal gaji saya cukup bersaing kok, dengan teman-teman saya yang lain. Sayangnya, beberapa teman saya yang memiliki gaji lebih besar justru berakhir meremehkan nominal gaji dan kemampuan finansial saya. Nggak sedikit juga yang hobi membanding-bandingkan kualitas hidup saya dan mereka.
Pada akhirnya, pekerjaan saya yang harus menanggung risiko diremehkan. Padahal, percaya deh, nggak ada profesi yang layak dilabeli kata “cuma”. Dengan kata lain, nggak ada pekerjaan yang layak diremehkan karena dianggap terlalu mudah atau minim tekanan. Saya yakin kok, profesi teman-teman saya juga nggak sebegitu mulusnya. Melihat mereka yang dengan mudahnya meremehkan dan menertawakan profesi orang lain, saya malah jadi kasihan. Seakan-akan mereka sedang menipu diri sendiri, sih.
2. Menipu diri sendiri
Alasan ini masih berhubungan dengan poin sebelumnya. Pernah nggak sih, kamu berpikir, “Si A gajinya memang besar, tapi kan kebutuhannya juga banyak. Kok dia sudah bisa beli rumah dan mobil, ya?”.
Meski terkesan mampu secara finansial, belum tentu kesehatan finansial temanmu bagus, lho. Mungkin saja dia memiliki beberapa aset karena haus akan pengakuan. Alhasil, dia jadi menipu dirinya sendiri dengan membeli aset yang harganya melebihi kemampuan finansialnya. Jangan-jangan, aset-aset tersebut malah belum ada yang lunas!
Nah, jangan sampai kondisi serupa juga menimpa diri saya. Kadang-kadang, terlalu sering mendiskusikan masalah finansial dengan orang lain juga akan mendorong kamu untuk menyamai pencapaian mereka, lho. Padahal, secara finansial kamu sesungguhnya belum mampu melakukannya. Akhirnya, kamu pun berakhir menipu diri sendiri seperti mereka.
Artikel terkait: Lakukan ini biar sukses
- Menguntungkan tapi Berbahaya, Ini 5 Hal yang Harus Kamu Ketahui Soal Investasi B…
- 7 Cara Memperluas Network demi Kesuksesan Bisnis dan Karier
- 10 Cara Tambah Sukses Saat Memasuki Usia 30
3. Tanggung jawab setiap orang berbeda
Banyak teman kantor saya yang setelah menerima gaji langsung kalap membeli tas, sepatu, dan barang-barang bermerek lainnya. Berhubung saya nggak begitu, mereka pun sering bertanya, “Kenapa sih, kok hemat banget?”.
Menurut pendapat saya, sangat nggak bijak kalau pendapatanmu hanya digunakan untuk bersenang-senang di usia yang masih produktif. Jangan salah, perihal menabung dan berinvestasi pun sebaiknya kamu pikirkan sejak dini, lho. Kalau memiliki uang lebih, saya pun lebih suka menggunakannya untuk traveling alih-alih membeli barang siap pakai yang belum tentu saya butuhkan.
Pada dasarnya, setiap orang memiliki kebutuhan dan tanggung jawab yang berbeda. Ada orang yang merasa tidak perlu membeli tas baru karena gajinya digunakan untuk membiayai keluarganya. Sebaliknya, ada pula orang yang merasa perlu membeli baju baru karena tuntutan pergaulan. Oleh karena itu, jangan sampai kamu dan teman-temanmu terbiasa untuk membanding-bandingkan kemampuan finansial satu sama lain karena dapat memicu timbulnya kecemburuan sosial.
Artikel terkait: Buat yang mau penghasilan tambahan bisa bekerja freelance
- Lakukan 10 Hal Ini Saat Memutuskan Berhenti Kerja dan Jadi Freelancer
- 7 Media Massa untuk Publikasikan Tulisanmu
- Tahukah Kamu 5 Hobi Receh ini Bisa Menghasilkan Uang Banyak!
4. Uangku ya uangku, uangmu urusanmu!
Gajimu besar? Ya sudah, simpan saja buat kebutuhanmu sendiri. Nggak perlu dipamerkan, nggak perlu diumbar-umbar juga. Toh saya juga nggak mau tahu, kok. Sebaliknya, biarkan uang saya jadi urusan pribadi saya, ya!
Kamu pun pasti tahu kalau masalah keuangan adalah topik yang sensitif untuk diperbincangkan. Jadi ke depannya, pastikan kamu lebih berhati-hati saat menyinggungnya, ya. Kalau nggak ingin sakit hati atau justru menyakiti hati orang lain, sebaiknya jangan membicarakannya sama sekali!