Swara –Â Tahun 2022 akan segera berakhir, di tahun 2023 diperkirakan akan terjadi resesi global yang memberikan dampak buruk pada perekonomian.
Deputi gubernur Bank Indonesia yaitu Bapak Dodi Waluyo memberikan konfirmasi mengenai ancaman resesi global yang mungkin akan terjadi pada tahun 2023.
Menurutnya, adanya perang Rusia vs Ukraina memberikan dampak pada ketidakpastian global sehingga memungkinkan dimasa mendatang harga pangan dan energi akan mengalami kenaikan.
Namun resesi baru hanya diprediksikan, di Indonesia belakangan ini sudah banyak terjadi pemutusan hubungan kerja (PHK) pada perusahaan sturtup.
Dikutip dari CNBC Indonesia “Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), angka pengangguran Indonesia per Agustus 2022 mencapai 8,42 juta. Jumlah tersebut meningkat sekitar 20.000 jika dibandingkan per Februari 2022 yang tercatat 8,40 juta. Pada periode tersebut, tingkat angka pengangguran juga meningkat dari 5,83% per Februari 2022 menjadi 5,86% per Agustus 2022″.
Gelombang PHK yang semakin meningkat di tengah kabar adanya resesi global 2023. Sepanjang tahun 2022 banyak para karyawan yang di PHK pada perusahaan start up.
Dikutip dari Kompas.com, berikut merupakan daftar perusahaan sturtup di Indonesia yang melakukan PHK pada karyawannya sepanjang tahun 2022.
1. Ajaib
Ajaib merupakan perusahaan yang bergerak di bidang investasi, perusahaan ini dikabarkan melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap 67 karyawannya.
Selain itu jajaran manajemen dan para founder secara sukarela tidak akan menerima gaji.
2. Shopee Indonesia
Pemutusan hubungan kerja (PHK) juga terjadi pada perusahaan Shopee Indonesia yang merupakan platfrom terkemuka di Indonesia.
Perusahaan yang sedang digemari oleh para konsumen karena kemudahannya dalam berbelanja online ini dikabarkan melakukan PHK pada 19 September 2022, kabarnya banyak perusahaan yang terkena dampak dari adanya PHK ini.
3. Tokocrypto
Perusahaan yang bergerak dibidang perdagangan aset ini juga dikabarkan melakukan PHK pada karyawannya, Tokocrypto melakukan PHK karyawannya sebanyak 20 persen dari 225 karyawan atau sekitar 45 orang, dengan tujuan melakukan perubahan strategi bisnis.
4. Binar Academy
Binar Academy merupakan lembaga pendidikan non-formal yang memberikan program khusus. Startup edutech Binar Academy mengumumkan pemutusan hubungan kerja (PHK) kepada 20% karyawannya.
Dalam keterangannya, tidak disebutkan secara spesifik berapa jumlah karyawan yang terkena PHK. Pihak Binar Academy mengaku akan melakukan perubahan peran di beberapa fungsi bisnis dengan kapabilitas yang dibutuhkan sesuai strategi bisnis ke depan.
5. Bananas Indonesia
Bananas Indonesia merupakan suplier buah dan sayuran yang memberikan pelayanan secara online kepada konsumen.
Melalui akun sosial media Instagram, Bananas Indonesia akan berhenti beroperasi karena unit ekonomi bisnisnya yang dinilai tidak berjalan dengan baik. Dengan berita tersebut maka akan terjadi PHK.
6. Grab Kitchen
Grab Kitchen merupakan bagian dari Grab Indonesia. Grab Indonesia menutup layanan Grab Kitchen terhitung sejak 19 Desember 2022, dengan begitu maka akan terjadi pemutusan hubungan kerja (PHK) pada karyawannya.
Namun pihak perusahaan memberikan opsi kepada karyawan untuk berkerja dengan divisi lain atau melakukan pengunduran diri.
7. JD.id
Salah satu startup e-commerce yang sedang trend dikalangan konsumen ini juga dikabarkan pada Mei 2022 melakukan PHK terhadap sejumlah pekerjanya.
Upaya itu disebut untuk menjaga agar JD.id tetap mampu bersaing dengan platform e-commerce lainnya.
8. Mamikos
Perusahaan yang bergerak dalam bidang penyedia sewa hunian ini juga pada Juli 2022 melakukan PHK pada karyawannya sebanyak 100 karyawan.
9. Mobile Premier League
Platform gim dan turnamen Mobile Premier League (MPL) juga dikabarkan menutup operasional di Indonesia pada Mei 2022. Penutupan itu berujung pada pemutusan hubungan kerja (PHK) karyawannya.
10. Lummo
Perusahaan startup penyedia solusi layanan perangkat lunak business to customer (B2C) juga dikabarkan pada Juni 2022 melakukan PHK terhadap 100-120 karyawannya di Indonesia.
Berbarengan dengan itu, Lummo menghentikan ekspansi dari layanan LummoShop. PHK tersebut sebagai imbas dari situasi ekonomi global dan sulitnya akses pendanaan.
11. Tanihub
Pada Februari 2022 PT Tani Hub Indonesia dikabarkan melakukan penutupan dua gudang mereka yang ada di Bandung dan Bali.
Adanya penutupan gudang tersebut membuat perusahaan melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) pada karyawannya.
12. LinkAja
LinkAja memberikan layanan keuangan digital dari Telkomsel dan BUMN pada Mei 2022 perusahaan LinkAja dikabarkan melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) sebanyak ratusan karyawan (sekitar 200 karyawan). Kebijakan tersebut lantaran perusahaan ingin melakukan reorganisasi SDM.
13. Pahamify
Startup di bidang pendidikan, PT Pahami Cipta Edukasi (Pahamify), mengambil keputusan untuk melakukan PHK massal untuk beradaptasi di kondisi ekonomi makro terkini. Namun, PHK massal yang ditempuh itu tampaknya tidak menjamin keberlangsungan bisnis Pahamify untuk jangka panjang. Pada akhir Juni 2022, Pahamify akhirnya membubarkan diri.
14. Zenius
Perusahaan di bidang pendidikan berbasis teknologi ini dikabarkan pada Mei hingga Agustus 2022 startup (edutech) Zenius mengumumkan PHK terhadap lebih dari 200 karyawannya.
PHK ini dilakukan dikarenaka perusahaan sedang mengalami kondisi makro ekonomi terburuk dalam beberapa dekade terakhir.
15. SiCepat
Start up yang bergerak di bidang layanan pengiriman barang ini dikabarkan telah melakukan PHK terhadap sekitar 360 karyawannya.
Pihak SiCepat mengungkapkan bahwa langkah ini ditempuh sebagai evaluasi kompetensi karyawan.
16. Indosat Ooredoo Hutchison
Perusahaan yang menyediakan jasa telekomunikasi dan jaringan telekomunikasi ini juga pada September 2022 dikabarkan melakukan PHK terhadap karyawannya sebanyak lebih dari 300 karyawan.
17. GoTo
PT Goto Gojek Tokopedia Tbk atau GoTo yang sedang hangat diperbincangkan belakangan ini karena kolaborasinya dikabarkan melakukan PHK terhadap 12 persen dari total karyawannya atau sebanyak 1.300 orang.
CEO Grup GoTo Andre Soelistyo mengatakan, GoTo harus fokus pada hal-hal yang berada dalam kendali perusahaan. Perampiangan ini dipicu oleh tantangan makro ekonomi global yang berdampak signifikan bagi para pelaku usaha di seluruh dunia.
Untuk itu, GoTo merasa perlu beradaptasi untuk memastikan kesiapan perusahaan menghadapi tantangan ke depan.
18. Ruangguru
Perusahaan teknologi rintisan yang bergerak di bidang pendidikan non-formal, Ruangguru (PT Ruang Raya Indonesia) dikabarkan melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap ratusan karyawannya.
Tim Komunikasi Perusahaan Gwendolyn menjelaskan, Ruangguru PHK karyawan lantaran ketidakpastian ekonomi global yang akhirnya berdampak terhadap perusahaan.
19. Sirclo
Pada November 2022 perusahaan omnichannel commerce enabler, Sirclo Group, mengumumkan pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap 8 persen dari total karyawan. Founder dan CEO Sirclo Group Brian Marshal mengatakan, keputusan tersebut didasari pada kebutuhan untuk beradaptasi di tengah kondisi makro ekonomi saat ini.
20. Xendit
Perusahaan fintech payment gateway Xendit dikabarkan melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) kepada sebanyak 5 persen karyawannya di Indonesia.
Dari banyaknya perusahaan diatas, sebenarnya apa yang membuat mereka mengambil langkah PHK massal terhadap karyawan?
Mungkinkah ini merupakan strategi perusahaan untuk menghadapi resesi yang sudah diprediksikan akan terjadi tahun 2023, atau justru karena ada hal lain seperti gaya bisnis yang dijalani perusahaan startup dengan pertumbuhan dengan arus kas negatif yang membuat perusahaan tidak akan bisa bertahan.
Model bisnis startup yang sepenuhnya bergantung kepada dana investor. Seperti yang kita tahu banyak perusahaan strartup yang sangat gencar menawarkan promo super besar untuk memanjakan para konsumennya, modal yang mereka miliki kemudian dihabiskan untuk segala bentuk promosi dan pemasaran demi menggaet customer yang lebih banyak, atau yang sering kita dengar dengan “bakar duit”. Alhasil, fenomena PHK massal melanda new company.
Sumber :
FinanceDetik, MoneyKompas, CNBCIndonesia
Yuk, menulis di Swara KAMU
Swara Kamu merupakan wadah untuk menyalurkan inspirasi, edukasi, dan kreasi lewat tulisanmu. Kamu bisa menyampaikan pendapat, pemikiran, atau informasi menarik seputar finansial dan karier. Setiap artikel Swara Kamu menjadi tanggung jawab penulis karena merupakan opini pribadi penulis. Tim Swara tidak dapat menjamin validitas dan akurasi informasi yang ditulis oleh masing-masing penulis.
Ingin ikut berbagi inspirasi? Langsung daftarkan dirimu sebagai penulis Swara Kamu di sini!