SWARA – Siapa yang tidak kenal dengan BTS, grup musik asal Korea Selatan yang sangat digemari oleh penduduk dunia saat ini? Grup ini sudah memproduksi jutaan album dan meraih banyak sekali penghargaan. Dari prestasi ini, secara tidak langsung BTS juga membawa perubahan bagi ekonomi Korea Selatan.
Karir BTS dalam industri musik dunia telah membuat mereka menjadi salah satu musisi dengan penghasilan tertinggi dalam sejarah musik Korea Selatan atau K-Pop. Namun, keberhasilan BTS sebenarnya juga didukung oleh industri K-Pop yang terus mengalami perkembangan dari tahun ke tahun.
Kelahiran K-Pop di Industri Musik Dunia
BTS bukanlah satu-satunya grup musik asal Korea Selatan yang telah meraup banyak keuntungan dalam industri musik dunia. Sejak lebih dari satu dekade lalu, industri K-Pop sudah menjadi industri baru yang semakin berkembang dan digemari oleh banyak sekali penggemar di seluruh belahan dunia.
Sebelumnya, di tahun 2009 lalu, penyanyi wanita BoA menjadi musisi K-Pop pertama yang lagunya masuk ke dalam daftar Billboard. Di tahun yang sama, grup musik wanita Wonder Girls turut mendapat tempat dalam Billboard dengan lagu berjudul Nobody.
Di tahun 2012, musisi K-Pop kembali mendapat tempat dalam Billboard. Ia adalah Psy dengan lagu Gangnam Style. Seluruh lagu K-Pop yang masuk ke dalam daftar Billboard dipopulerkan dengan versi Bahasa Inggris.
Namun, di tahun 2017, BTS menjadi musisi K-Pop pertama yang mendapat posisi dalam Billboard dengan lagu asli berbahasa Korea, tanpa menggunakan versi Bahasa Inggris. Sejak itu, nama BTS secara berangsur-angsur semakin dikenal dan mereka pun terus menjadi salah satu musisi papan atas hingga saat ini.Â
Peningkatan Ekonomi Korea Selatan Berkat Industri K-Pop
Meskipun nama BTS baru dikenal selama beberapa tahun terakhir, industri K-Pop sebenarnya sudah ada sejak lebih dari dua dekade lalu. Ada banyak sekali idola asal Korea Selatan yang juga sukses digemari oleh masyarakat dunia. Beberapa di antaranya adalah Super Junior, Girls Generation, Exo, 2 PM, Big Bang, dan lain sebagainya.Â
Dilansir dari India Times, dalam dua dekade terakhir, ekspor musik K-Pop dari Korea Selatan ke luar negeri diperkirakan telah mengalami peningkatan hingga 5 miliar dolar Amerika Serikat. Nominal ini setara dengan Rp70 miliar.
Pemerintah Korea Selatan memiliki strategi khusus untuk membesarkan nama artis-artis K-Pop ke ranah musik dunia. Menurut Kompas, strategi ini dinamakan K-Brand. K-Brand ini menjadi upaya pemerintah untuk memasarkan produk-produk asli Korea.Â
Ketika masyarakat dunia telah jatuh cinta pada seorang artis K-Pop, mereka akan memiliki keinginan untuk mengoleksi produk-produk yang berhubungan dengan artis tersebut. Selain itu, tumbuh rasa ingin tahu untuk mengenal budaya Korea Selatan lebih jauh.Â
Dari sinilah, pemerintah Korea Selatan mencoba mengekspor barang-barang buatan Korea yang juga dipopulerkan dengan bantuan para artis K-Pop. Termasuk barang-barang elektronik sekalipun.Â
Jadi, keuntungan yang didapatkan oleh pemerintah Korea Selatan tidak hanya dari penjualan album para musisi K-Pop. Akan tetapi, ekspor barang yang dibantu dengan promosi dari K-Brand turut meningkatkan kondisi ekonomi di Korea Selatan.
Kontribusi BTS dalam Memulihkan Perekonomian Korea Selatan
Kita sudah memahami bagaimana industri K-Pop memberikan dampak bagi ekonomi Korea Selatan. Lantas, bagaimana dengan kontribusi dari BTS sebagai grup K-Pop paling populer selama beberapa tahun terakhir?Â
Sejak pandemi Covid-19 melanda, negara Korea Selatan turut mengalami penurunan dari segi ekonomi. Bahkan, negara ini telah mengalami resesi sebelum Indonesia.
Pada bulan Agustus lalu, BTS baru saja merilis lagu terbarunya yang berjudul Dynamite. Penjualan dari lagu tersebut, termasuk dalam ekspor produk yang berhubungan dengan Dynamite, telah mencapai 245,7 miliar won atau setara dengan Rp3,05 triliun.
Belum lama ini, BTS baru saja kembali menorehkan prestasi dengan menaklukan tangga lagu Billboard Hot 100. Dari pencapaian itu, terjadi juga peningkatan dalam ekspor berbagai produk terkait, seperti kosmetik, bahan makanan, dan pakaian.
Peningkatan ekspor dari prestasi terakhir itu telah mencapai 312 juta dollar Amerika Serikat atau setara dengan Rp4,4 miliar.Â
Dikutip dari Forbes, seluruh hasil penjualan tersebut telah memberikan kontribusi untuk menaikkan ekonomi Korea Selatan hingga 1,7 triliun won atau setara dengan Rp21,1 triliun. Walaupun, nominal itu masih belum cukup untuk memulihkan ekonomi Korea Selatan sepenuhnya dari resesi.
Meski begitu, pemerintah Korea Selatan tetap optimis bahwa akan ada banyak peluang bagi negara mereka untuk mengalami peningkatan ekonomi, terlebih dengan bantuan dari popularitas BTS. Karena, nama BTS tidak hanya mendatangkan pengaruh ekonomi dalam hal penjualan album, tetapi juga peningkatan ekspor untuk barang-barang produksi lainnya.Â