SWARA – Saat ini, kondisi ekonomi di seluruh dunia memasuki masa yang tidak stabil akibat pandemi Covid-19. Hal yang sama juga terjadi di Indonesia. Meski ancaman resesi tampak mengkhawatirkan, sebenarnya kita bisa mendapatkan pelajaran seputar finansial dari masa ini.

 

Semakin hari, Indonesia semakin dekat dengan ancaman jurang resesi. Negara-negara lain di dunia bahkan sudah mengalaminya. Resesi dan krisis ekonomi yang terjadi saat ini bukanlah fenomena perdana. Sebelumnya, dunia sudah pernah mengalami beberapa masa krisis ekonomi yang berlangsung selama bertahun-tahun.

 

Dari krisis ekonomi yang pernah terjadi di masa lalu, masyarakat banyak mendapatkan pelajaran seputar finansial yang mendukung kondisi ekonomi untuk bangkit kembali. Hal ini terlihat dari sejumlah perusahaan besar dunia yang justru pertama kali dirintis dan menjadi besar di tengah masa krisis ekonomi.

 

Pelajaran Seputar Finansial yang Didapatkan Dari Krisis

 

Melihat kondisi krisis ekonomi yang pernah terjadi di masa lalu, kita bisa memperkirakan bahwa situasi ekonomi saat ini bisa berangsur-angsur membaik seiring berjalannya waktu. Hal ini bisa diwujudkan apabila kita mampu melewati masa krisis ini dengan baik.

 

Supaya kamu tetap optimis menghadapi situasi krisis, cobalah perhatikan pelajaran seputar finansial yang bisa kamu dapatkan, seperti berikut: 

 

  • Pentingnya dana darurat

 

Banyak orang menyepelekan peran dana darurat. Padahal, para ahli keuangan selalu menekankan agar semua orang selalu mempersiapkan dana darurat yang bisa digunakan saat krisis ekonomi melanda.

 

Memiliki dana darurat yang memadai bisa membantu kamu melalui hari-hari ketika tidak memperoleh jumlah pendapatan yang cukup. Misalnya, saat kamu terkena PHK atau lay off dari perusahaan akibat pandemi, atau saat bisnis yang dijalankan tidak mendapatkan keuntungan sama sekali.

 

Orang-orang yang terbiasa menyisihkan sejumlah penghasilannya untuk dana darurat lebih mampu menghadapi situasi krisis. Biasanya, dana darurat yang dipersiapkan memiliki jumlah nominal setidaknya setara dengan enam bulan pendapatanmu.

 

  • Jangan biarkan utang menumpuk

 

Memiliki utang, khususnya utang kartu kredit atau cicilan yang menumpuk, menandakan bahwa kamu terbiasa membeli barang-barang di luar kemampuanmu. Ditambah lagi, kamu tidak berhasil melunasi setiap utang tepat waktu karena tidak mampu mengelola keuangan bulanan dengan baik.

 

Sikap yang seperti ini adalah sikap yang tidak sehat dalam hal membangun kebiasaan finansial. Bila dibiarkan dan tidak segera diatasi, utang-utang ini akan menjadi beban yang semakin memberatkan ketika kamu melalui masa krisis.

 

Beban utang harus tetap dibayarkan, baik ketika kamu terdampak dengan krisis ekonomi ataupun tidak. Padahal, saat krisis, kamu cenderung memiliki pendapatan yang lebih rendah dari sebelumnya, sementara bunga cicilan dan utang yang perlu dibayarkan semakin besar. 

 

Sebaiknya, selalu lunasi utangmu sebelum mengajukan pinjaman berikutnya. Dengan begitu, beban utang yang kamu miliki akan lebih sedikit dan bisa berkurang seiring berjalannya waktu. Selain itu, usahakan untuk tidak mengajukan pinjaman atau membeli barang dengan cara mencicil apabila kamu tidak benar-benar membutuhkan barang tersebut. 

 

  • Bijak dalam mengambil keputusan keuangan

 

Saat kondisi ekonomi sedang baik, kamu mungkin merasa lebih percaya diri untuk membuat berbagai keputusan keuangan baru. Misalnya, kamu lebih berani untuk melakukan investasi dengan risiko yang lebih tinggi, atau belanja lebih banyak barang dari biasanya.

 

Sikap yang seperti ini sebenarnya tidak bijak. Kamu hanya memikirkan masa sekarang ketika akan mengambil keputusan mengenai keuangan. Padahal, dalam hal finansial, segala transaks perlu dilakukan dengan mempertimbangkan kemungkinan di masa depan.

 

Pengambilan keputusan keuangan yang tidak bijak mungkin dipicu oleh rasa percaya diri kamu ketika memiliki penghasilan. Bila dibiarkan, ini bisa membuat kamu menjadi terlalu agresif dan kurang berpikir panjang. 

 

Ingatlah untuk selalu mempertimbangkan segala hal dengan bijaksana sebelum mengambil suatu keputusan, khususnya dalam hal finansial. Terlalu terburu-buru dalam mengeluarkan uang bisa berakibat fatal, membuat kamu sulit melalui masa krisis dengan dana yang mencukupi.

 

  • Pentingnya memiliki penghasilan tambahan

 

Selama ini, banyak dari kita merasa puas dan cukup dengan penghasilan bulanan yang didapatkan melalui satu pekerjaan. Tapi, ketika krisis, salah satu pelajaran seputar finansial yang bisa kita dapatkan adalah pentingnya memiliki pekerjaan sampingan.

 

Pekerjaan sampingan memungkinkan kita untuk mendapatkan penghasilan tambahan setiap bulannya. Adanya penghasilan tambahan bisa membantu meringankan berbagai beban, mulai dari beban membayar utang, keperluan menabung untuk dana pensiun, dan lain sebagainya.

 

Kamu bisa menggunakan penghasilan dari pekerjaan sampingan untuk keperluan lain di luar keperluan penting setiap bulannya. Di situasi normal, pendapatan dari pekerjaan sampingan bisa membantu untuk mempercepat mencapai tujuan keuangan. Sementara, dalam masa krisis, penghasilan tambahan ini bisa membantumu melewati situasi ekonomi yang tidak stabil.

 

Dengan adanya pekerjaan sampingan, kamu memiliki jaminan atau alternatif pemasukan apabila tiba-tiba mengalami lay off atau di-PHK. Kamu bisa mencari pekerjaan sampingan dengan bekerja secara part time, mencari pekerjaan freelance, atau dengan membangun bisnis kecil secara online.

 

  • Tidak semua orang pandai berinvestasi

 

Saat ini, masyarakat semakin menyadari pentingnya melakukan investasi. Walaupun siapa saja bisa memulai investasi, tapi tidak semua orang cukup pandai dan ahli untuk benar-benar mendapatkan keuntungan besar dari hasil investasi.

 

Di tengah masa krisis, pergerakan pasar sangat sulit diprediksi. Beberapa orang merasa takut akan mengalami kerugian besar, sehingga terburu-buru menjual seluruh investasi mereka. Namun, hal ini sebenarnya merupakan kesalahan besar.

 

Kamu perlu memahami bahwa investasi merupakan suatu langkah jangka panjang. Biarkan danamu tetap tersimpan dalam waktu yang sangat lama, bahkan sampai masa krisis selesai. Jangan terburu-buru mengambil keputusan mengenai investasi ketika krisis ekonomi sedang terjadi.

 

Dari poin-poin di atas, kita belajar mengenai macam-macam pelajaran seputar finansial yang bisa kita dapatkan sepanjang masa krisis ekonomi. Semoga, pemahaman ini bisa sumber literasi yang bermanfaat bagi kamu dalam rangka memperingati Bulan Inklusi Keuangan di bulan Oktober.

 

Sekedar informasi, inklusi keuangan adalah kesempatan bagi seluruh masyarakat untuk mendapatkan akses terhadap layanan keuangan. Dilansir dari Liputan6, selama Bulan Inklusi Keuangan, masyarakat diharapkan bisa mendapatkan akses informasi seputar keuangan guna meningkatkan pemahaman masyarakat tentang produk dan layanan jasa keuangan.