SWARA – Bagi pemula di dunia investasi, kamu mungkin tidak familiar dengan Surat Utang Negara (SUN). SUN ini merupakan salah satu instrumen investasi untuk investor dengan profil risiko konservatif cenderung moderat.

 

Surat utang negara adalah surat berharga milik pemerintah Indonesia yang isinya berupa pengakuan utang, yang pembayaran pokok dan bunganya dijamin berdasarkan masa berlaku. SUN yang memiliki jangka waktu lebih dari 12 bulan serta memiliki sistem pembayaran kupon secara diskonto adalah bagian dari obligasi negara. 

 

Apa Itu Investasi Surat Utang Negara (SUN)?

 

Pemerintah memiliki beberapa alasan untuk menerbitkan SUN, yaitu untuk membiayai APBD yang defisit, menutupi defisit kas jangka pendek, serta mengelola portofolio utang negara. 

 

Setiap SUN memiliki masa berlaku yang berbeda-beda, mulai dari 3 bulan, 12 bulan, 3 tahun, bahkan sampai dengan 30 tahun. Selama jangka waktu tersebut, pemerintah akan mengembalikan dana yang sudah kamu investasikan. 

 

Imbal hasil pada SUN disebut dengan kupon atau bunga. Kupon ini merupakan keuntungan yang kamu dapatkan dari investasi SUN. Ibaratnya, kupon ini berfungsi seperti bunga pada investasi deposito.

 

Hanya saja, sebagai investor, kamu bisa memilih sistem pembayaran kupon yang diinginkan. Kupon bisa dibayarkan setiap beberapa bulan sekali meskipun jangka waktu SUN yang kamu pilih belum selesai.

 

Jadi, imbalan dari kupon ini bisa menjadi pendapatan pasif bagimu. Artinya, kamu bisa mendapatkan penghasilan tambahan dari kupon ini. 

 

Besaran kupon berbeda-beda pada setiap SUN. Nominalnya dihitung berdasarkan persentase terhadap jangka waktu satu tahun dan jumlah pokok utang. 

 

Memilih Berinvestasi dengan Surat Utang Negara (SUN)

 

Seperti yang sudah dipaparkan sebelumnya, investasi dengan Surat Utang Negara cocok untuk investor dengan profil risiko konservatif menuju moderat. Kamu bisa mendapatkan keuntungan dari investasi SUN, berupa:

 

  • Risiko cenderung rendah

 

Tidak seperti investasi dengan saham atau beberapa instrumen lainnya, investasi SUN memiliki risiko yang lebih rendah. SUN dikeluarkan secara resmi oleh pemerintah. Sistem pengembalian modal investasi dan pembayaran kupon juga telah diatur dalam undang-undang.

 

Oleh karena itu, ketika melakukan investasi dengan SUN, uang investasimu sudah terjamin akan dikembalikan sesuai jangka waktu. Selain itu, kamu juga akan mendapatkan kupon sesuai dengan informasi di awal. 

 

Hal ini tentunya bisa membuat para investor pemula menjadi lebih tenang ketika berinvestasi. Karena, tidak ada peluang dana investasimu habis atau tidak bisa dikembalikan. 

 

  • Kupon yang kompetitif

 

Meskipun risiko investasi Surat Utang Negara cenderung kecil, imbal hasil yang bisa kamu dapatkan tetap lebih besar dari investasi deposito. Besaran kupon SUN rata-rata berkisar antara 6,25 persen sampai dengan 12,05 persen.

 

Nilai kupon ini tentunya jauh lebih menguntungkan dibanding deposito. Karena, pada investasi deposito, rata-rata bunganya hanya sekitar 3-7 persen saja. 

 

Tidak hanya itu, kuponmu juga akan dibayarkan setiap bulan. Jadi, kamu bisa menikmati imbal hasil dari investasimu secara cepat, tanpa harus menunggu sampai jangka waktu investasi selesai. 

 

  • Kewajiban pajak

 

Investasi dengan SUN tetap dikenakan pajak. Hanya saja, bila dibandingkan dengan deposito, pajak yang harus kamu bayarkan jauh lebih rendah.

 

Di deposito, kamu harus membayar pajak sebesar 20 persen dari bunga deposito yang didapat. Tapi, pada Surat Utang Negara, pajaknya hanya sebesar 15 persen saja. Tentunya, hal ini membuat kamu berpeluang untuk mendapatkan lebih banyak keuntungan. 

 

Tips Investasi dengan Surat Utang Negara (SUN)

 

Walaupun masih pemula, bukan berarti kamu tidak bisa mendapatkan keuntungan dari investasi Surat Utang Negara. Berikut ini tips supaya investasimu tidak salah langkah:

 

  • Lakukan investasi secara online

 

Saat ini, investasi SUN juga sudah bisa dilakukan secara digital. Kamu hanya perlu melakukan pembelian SUN melalui platform online yang terpercaya dan resmi terdaftar di OJK.

 

Kamu bisa mengunjungi laman resmi OJK untuk mengetahui apa saja fintech investasi online yang bisa kamu pilih untuk membeli SUN. Dengan menggunakan platform online, kamu bisa berinvestasi secara fleksibel, mulai dari memilih SUN, melakukan pembayaran, sampai pencairan. 

 

  • Perhatikan rate suku bunga

 

Tidak seperti investasi lainnya, dalam investasi SUN, harga dari SUN tersebut bisa berubah-ubah secara berkala. Jadi, bukan suku bunganya yang bisa berubah dengan mudah. Jadi, sebelum membeli, cobalah memperhatikan suku bunga dengan mempertimbangkan harganya.

 

Ketika kamu membeli SUN melalui investasi obligasi, harga obligasi akan turun ketika suku bunga mengalami kenaikan, begitu juga sebaliknya. Perubahan suku bunga akan mempengaruhi imbal hasil yang kamu dapatkan. 

 

  • Perhatikan jatuh tempo

 

Tidak semua SUN memiliki waktu jatuh tempo yang sama. Jangka waktu ini juga perlu dijadikan bahan pertimbangan ketika membeli SUN.

 

Semakin pendek jangka waktunya, maka semakin kecil risikonya. Kamu bisa memprediksi apa yang akan terjadi pada kondisi ekonomi untuk jangka pendek. 

 

Sementara, SUN dengan jangka waktu yang panjang lebih sulit untuk diprediksi. Hal ini membuat SUN tersebut memiliki risiko yang cenderung lebih tinggi juga. 

 

Kalau kamu ingin mulai melakukan investasi dengan Surat Utang Negara (SUN), pastikan untuk melakukan riset dan persiapan yang matang. Hal ini penting, supaya pengalaman investasimu bisa mendatangkan keuntungan, bukannya malah merugikan.