Beranda > Finansial > 7 Kebiasaan yang Harus Kamu Hindari Kalau Nggak Mau Gaji Sudah Ludes di Awal Bulan

7 Kebiasaan yang Harus Kamu Hindari Kalau Nggak Mau Gaji Sudah Ludes di Awal Bulan

AGUSTO REYNALDOAgusto Reynaldo
7 Kebiasaan yang Harus Kamu Hindari Kalau Nggak Mau Gaji Sudah Ludes di Awal Bulanwatermark

TUNAIKU.COM – Saat-saat gajian adalah saat-saat yang paling ditunggu sebagian besar orang yang bekerja. Sama halnya seperti baterai yang butuh di-charge, sebagian orang juga menganggap momen gajian adalah momen men-charge diri.

 

Sayangnya, banyak kaum pekerja, khususnya yang masih muda-muda nih, kurang bisa menjaga gajinya. Alhasil, cuma sekedar lewat, alias sudah ludes meski masih awal bulan. Ini benar terjadi kepada teman-teman saya, lho, banyak malah.

 

Umumnya sih karena kebiasaan atau gaya hidup boros yang selalu mereka turuti. Ya, nafsu sesaat atau kegiatan impulsif yang sebenarnya kalau nggak dijalani pun nggak apa-apa. Cuma, memang saat gajian kan, pikiran tersugesti kalau uang di rekening sedang banyak, jadi ya biasanya toleransi untuk bertindak boros lebih tinggi.

 

Biasanya sering terucap sugesti pada diri “Ah nggak apa-apa baru gajian kok. Kan nggak setiap hari”. Akhirnya terus pakai alasan itu sampai pas cek rekening, kok tiba-tiba gaji sudah habis aja nih padahal masi awal bulan. Duh!

 

Sebenarnya ada beberapa kebiasaan yang bisa kamu hindari agar nggak seperti itu kejadiannya. Ini dia 7 kebiasaan yang harus kamu hindari kalau nggak mau gaji sudah ludes di awal bulan.

 

1. Belanja hal yang nggak perlu

Memang, ada saatnya kamu ingin menghadiahi diri kamu sendiri atas kerja keras yang kamu lakukan, seperti sekedar membeli sepatu yang kamu taksir atau sweater yang sedang hits.

 

Boleh sih menghadiahi diri sendiri barang yang kamu inginkan, tapi kamu juga harus realistis. Sadar akan pemasukan dan kebutuhan. Apakah barang itu hanya kamu inginkan atau memang benar-benar kamu butuhkan.

 

Sering kali banyak orang boros karena lapar mata atau nafsu sesaat membeli barang yang mereka inginkan walau sebenarnya nggak butuh. Jadi, coba lebih bijak, ya.

 

2. Makan-makan

Saat ini istilah “Bekerja untuk mencari sesuap nasi” sudah nggak begitu relevan. “Bekerja untuk mencari sepiring steak” atau “Bekerja untuk mencari segelas wine” mungkin lebih relevan ya. Hehehe.

 

Kembali lagi, sebenarnya boleh kok menghadiahi diri sendiri seperti ini. Tapi, mesti pintar kira-kira juga. Jangan karena tersugesti baru gajian, jadinya makan-makan mewahnya sering banget, bahkan hampir setiap hari di minggung pertama gajian.

 

Kalau begitu sih pasti gaji ludes. Coba deh kamu data pengeluaran bulananmu. Umumnya biaya terbesar itu adalah untuk makan dan pastinya akan makin besar lagi kalau makannya mewah terus. Jadi batasi saja sekitar satu atau maksimal tiga kali dalam sebulan lah makan mewahnya. Sesuaikan saja dengan pemasukan kamu ya.

 

Artikel terkait: Kebiasaan milennial yang mungkin kamu juga lakukan

  1. Inilah 5 Kebiasaan Millenial Dalam Membelanjakan Uang Serta Dampaknya Terhadap Perekonomian
  2. Ternyata Millenial Itu Suka Impulsif Sewaktu Belanja!
  3. Yuk, Perbaiki 5 Hal Ini Agar Tidak Merasa Jompo di Usia Muda

 

3. Nongkrong

Kalau cuma sekedar ngumpul di kafe atau warung makan yang sederhana sih nggak masalah ya. Yang jadi masalah kalau nongkrongnya harus di daerah kafe-kafe atau restoran mahal. Kalau di Jakarta sih, ya, seperti Kemang, Menteng, atau SCBD. Apalagi kalau seminggu bisa sampai dua atau tiga kali nongkrongnya.

 

Sekali nongkrong kan kamu setidaknya menghabiskan sekitar Rp300 ribu lah. Bisa-bisa seminggu habis Rp1 juta buat nongkrong doang. Coba ingat-ingat lagi digit gajimu. Kalau belum sampai dua, kayaknya perlu dikurangi nih gaya hidup seperti ini. Hehehe.

 

ajukan pinjaman tanpa agunan di tunaiku

 

4. Jalan-jalan

Diajak liburan ke luar kota atau luar negeri sama teman dan kamu susah menolaknya? Nggak apa-apa kok kalau kamu sesekali bilang ‘nggak’ sama ajakan seperti itu. Mungkin 3-5 bulan sekali bolehlah kamu jalan-jalan ke untuk menyegarkan otak.

 

Jadi dalam setahun kamu bisa dua sampai tiga kali jalan-jalan. Kalau lebih dari itu, saya rasa kamu akan kebingungan mengatur bujetnya. Apalagi kalau jalan-jalannya ke tempat-tempat yang sudah pernah kamu kunjungi, dilewat aja nggak apa-apa kok.

 

5. Gampang meminjamkan uang

Saya punya seorang teman, dia bukan tipe orang yang suka belanja heboh, nongkrong seperlunya dan nggak begitu suka jalan-jalan juga, tapi gajinya sering cepat habis. Kok bisa?

 

Ya, seharusnya orang seperti dia keuangannya aman, tenang dan kondusif karena nggak banyak pengeluaran. Masalahnya, dia orangnya terlalu baik, gampag banget minjemin uang sama orang lain. Teman atau saudara, kalau ada yang butuh dan minta pinjam sama dia, dia pasti nggak bisa nolak. Alhasil kadang dianya yang jadi bingung sendiri.

 

Maklum saja, seringnya orang-orang yang pinjam sama dia nggak bayar tepat waktu dan kembali karena terlalu baik, dia pun nggak berdaya untuk terus menagih. Nggak enakan gitu lah orangnya.

 

Kamu termasuk orang yang seperti ini? Kalau ya, kamu berhak banget untuk menolak permintaan peminjaman uang sama kamu. Nggak berarti jahat atau egois kok. Realistis aja, toh kamu juga kan punya kebutuhan yang harus dipenuhi.

 

Artikel terkait: Hemat pangkal kaya

  1. Mau Gaul tapi Hemat? Ini 5 Tips Asyik Buat Gaul Hemat!
  2. Berapa Sih Standar Gaji untuk Gaya Hidup Fancy? Yuk, Cermati Perkiraan Ini
  3. Gaji Pas-Pasan, Bukan Berarti Hidup Melarat. Ini Cara Pintar Untuk Tetap Bisa Hidup Enak!

 

6. Nggak membuat catatan keuangan

Mungkin buat kamu catatan pengeluaran dan pemasukan keuangan selama 1 bulan itu adalah sesuatu yang merepotkan, dan bahkan dianggap nggak perlu.

 

Padahal, sama seperti dengan catatan keuangan perusahaan, catatan yang kamu buat bisa menghindari pertanyaan seperti “kok duit gue tinggal segini ya? Perasaan cuma bla bla bla aja dipakenya”. Dan kamu juga bisa mengevaluasi keuangan kamu bulan ini dan nggak mengulangi pengeluaran yang nggak perlu di bulan selanjutnya.

 

7. Tagihan kartu kredit

Kebiasaan yang rasanya  mengasyikan tapi sebenarnya paling berbahaya. Mengasyikan karena kamu bisa membeli barang dengan pembayaran yang diangsur. Berbahaya karena dengan mengangsur seperti itu kamu nggak begitu menyadari tagihan kamu yang sebenarnya besar jika dibandingkan membeli tunai.

 

Mengangsur barang seharga Rp5 juta tentu akan terasa lebih ringan dibandingkan harus mengeluarkan Rp5 juta secara tunai. Tapi hal ini akan memberikan sugesti padamu kalau jadinya uang kamu masih ada, atau pagu kartu kreditmu masih ada sisa. Jadinya kamu mudah tergoda untuk kembali menyicil barang lainnya.

 

Alhasil kagetnya ya begitu tagihan bulanan keluar (yang biasanya sengaja dibuat mepet tanggal gajian). Perasaan senang karena nggak merasa ngeluarin uang saat belanja pakai kartu kredit pun berbuah mimpi buruk karena akhirnya sebagian besar gaji kamu ludes dipakai membayar tagihannya. Duh!

 

Gimana? Dari 7 kebiasaan di atas mana yang paling sering kamu lakukan? Nah, karena sekarang sudah tahu, berarti sudah bisa doang mulai ditinggalkan. Memang nggak akan gampang sih, tapi wajib dicoba demi kesejahteraan masa tuamu nanti. Ya, daripada cuma habis dipakai makan atau nongkrong, lebih baik kamu alokasikan dananya untuk investasi kan? Jadi, selamat berjuang ya!

 

Oh ya, untuk kamu yang sedang ada kebutuhan uang mendesak, nggak ada salahnya kamu coba ajukan pinjaman online di Tunaiku.

 

Yuk, ajukan pinjaman tanpa agunan, tanpa kartu kreditmu sekarang juga!

Hanya dengan modal KTP, kamu sudah bisa pinjam uang tunai sampai Rp 15 juta, lho. Tertarik? Ajukan piinjamanmu di sini!

 


 

Populer

Butuh Pinjaman Tunai, Cepat, dan Mudah?

Estimasi cicilan per bulan Nett.
Tanpa biaya apapun

Rp.0,-Nett

Butuh Pinjaman Tunai, Cepat, dan Mudah?

Estimasi cicilan per bulan Nett.
Tanpa biaya apapun

Rp.0,-Nett