SWARA – Dalam pengelolaan bisnis, adanya laporan keuangan sangatlah penting bagi keberlangsungan bisnis. Nah, kalau kamu baru mulai merintis bisnis sendiri, mungkin kamu bertanya-tanya apa itu laporan keuangan, fungsi, serta laporan keuangan ada berapa macamnya. 

 

Dengan adanya laporan keuangan, kamu bisa melihat catatan data finansial sebagai acuan kinerja, evaluasi, dan perencanaan bisnis ke depannya. Untuk itu, di artikel ini akan dibahas mengenai apa yang dimaksud dengan laporan keuangan, fungsi, serta laporan keuangan apa saja. Yuk, simak penjelasannya! 

 

Apa Itu Laporan Keuangan?

 

Laporan keuangan adalah dokumen yang berisi catatan dan ringkasan kondisi keuangan suatu perusahaan atau bisnis dalam periode tertentu. Di dalamnya terdapat informasi penting seperti jumlah aset, utang, modal, pendapatan, hingga pengeluaran.

 

Secara sederhana, laporan keuangan bisa diibaratkan sebagai “rapor keuangan” sebuah bisnis. Dari laporan inilah kamu bisa melihat apakah bisnis sedang untung, rugi, sehat secara finansial, atau justru sedang mengalami masalah keuangan.

 

Laporan keuangan biasanya dibuat secara berkala, misalnya setiap bulan, kuartal, atau tahunan. 

 

Baca Juga: 11 Cara Mengatur Keuangan Usaha dengan Lengkap!

 

Jenis Laporan Keuangan yang Ada dalam Bisnis

 

Apa saja laporan keuangan itu? Dibuat berdasarkan berbagai dokumen dan data finansial penting, umumnya laporan keuangan ada 5 jenis laporan, yaitu:

 

1. Laporan Laba Rugi (Income Statement)

 

Laporan laba rugi adalah laporan yang menunjukkan pendapatan dan beban perusahaan dalam periode tertentu, lalu menghitung apakah bisnis mengalami keuntungan (laba) atau kerugian (rugi). 

 

Di dalam laporan tersebut biasanya terdapat rincian pendapatan atau penjualan, harga pokok penjualan (HPP), beban operasional, beban pajak, dan laba atau rugi bersih. 

 

Laporan laba rugi menjadi indikator paling simpel tentang keberhasilan perusahaan mencatatkan laba atau seberapa besar kerugian yang dialami selama periode tersebut.

 

2. Laporan Neraca (Balance Sheet)

 

Laporan ini menyajikan informasi tentang aset, kewajiban, dan ekuitas perusahaan (dana yang dimiliki oleh pemilik perusahaan atau para pemegang saham) pada suatu waktu tertentu. Laporan neraca terdiri dari tiga komponen utama, yaitu: 

 

  • Aset (Harta): seperti kas, piutang, persediaan, aset tetap
  • Liabilitas (Utang): kewajiban yang harus dibayar
  • Ekuitas (Modal): hak pemilik atas aset setelah dikurangi utang

 

Laporan neraca biasanya digunakan pemilik perusahaan dan pemegang saham untuk meninjau seberapa sehat kondisi keuangan perusahaan dari sisi kekayaan dan kewajiban. 

3. Laporan Arus Kas (Cash Flow Statement)

 

Laporan Arus Kas mencatat pergerakan uang masuk dan keluar dalam bisnis selama periode tertentu. Umumnya, arus kas yang dicatat terdiri dari tiga bagian utama:

 

  • Arus kas operasional
  • Arus kas investasi
  • Arus kas pendanaan

 

Walaupun perusahaan terlihat untung di laporan laba rugi, belum tentu kasnya sehat. Oleh sebab itu, laporan arus kas sangat penting untuk memastikan bisnis memiliki cukup uang tunai untuk menjalankan operasional.

 

4. Laporan Perubahan Ekuitas (Statement of Changes in Equity)

 

Laporan Perubahan Ekuitas menggambarkan perubahan modal selama satu periode tertentu. Laporan perubahan modal berisi informasi tentang sumber modal, penggunaan modal, laba bersih, distribusi dividen, hingga catatan modal akhir selama periode tersebut.

 

Dengan adanya laporan ini, pemilik dan investor dapat memahami pergerakan hak kepemilikan mereka atas aset perusahaan secara lebih transparan. 

 

Informasi tersebut sangat penting untuk menilai kinerja perusahaan dari sisi pengelolaan modal dan strategi pembagian keuntungan.

 

5. Catatan Atas Laporan Keuangan (Notes to the Financial Statements)

 

Catatan atas laporan keuangan adalah informasi dan penjelasan tambahan yang disertakan dalam pencatatan keuangan suatu perusahaan. Fungsinya adalah membantu pembaca  memahami laporan keuangan secara menyeluruh. Beberapa catatan yang disertakan adalah: 

 

  • Penjelasan tentang metode akuntansi yang digunakan
  • Informasi tentang aset, kewajiban, ekuitas, pendapatan, dan biaya
  • Risiko dan komitmen terkait usaha di masa depan

 

Informasi tentang perubahan yang terjadi dalam struktur dan kebijakan perusahaan serta laporan operasional menyeluruh terkait sebuah usaha. 

 

Fungsi Laporan Keuangan dalam Bisnis

 

Setelah mengetahui jenis-jenis laporan keuangan ada berapa, berikut ini 3 fungsi utamanya yang tidak boleh disepelekan dalam menjalankan sebuah usaha, yaitu:

 

1. Mengetahui Kondisi dan Kinerja Keuangan  

 

Lewat laporan keuangan, pemilik bisnis dan para investor dapat memahami kondisi keuangan perusahaan. Selain itu, laporan keuangan juga menjadi indikator seberapa efektif dan baiknya operasional perusahaan.

 

2. Membantu Pengambilan Keputusan

 

Pencatatan data keuangan bisa menjadi dasar dalam menentukan strategi bisnis, potensi, dan risiko di masa depan. 

 

Lewat laporan keuangan di periode sebelumnya, pemilik bisnis dan para pemegang keputusan bisa merencanakan keputusan bisnis, evaluasi terkait kegiatan operasional, perencanaan keuangan, dan investasi apa yang akan dilakukan di masa depan.

 

3. Syarat Mendapatkan Pendanaan

 

Jika kamu ingin mengajukan pinjaman modal usaha, bank dan investor biasanya meminta laporan keuangan sebelum memberikan pinjaman atau menanamkan modal.

 

Melalui laporan keuangan, mereka dapat menilai kemampuan perusahaan untuk membayar utang, mengetahui tingkat risiko investasi, serta stabilitas dan pertumbuhan bisnis. Semakin rapi dan sehat laporan keuangan, semakin besar peluang mendapatkan pendanaan.

 

4. Memenuhi Kewajiban dan Bukti Pertanggungjawaban

 

Laporan keuangan juga berfungsi untuk memenuhi kewajiban administrasi dan perpajakan. Data dalam laporan keuangan akan menjadi dasar dalam perhitungan pajak, proses audit, dan juga pelaporan kepada pihak berwenang.

 

Tanpa laporan keuangan yang jelas, perusahaan bisa mengalami denda pajak atau masalah hukum yang mungkin terjadi. 

 

Baca Juga: Baru Mulai Usaha? Kenali 5 Pinjaman Modal Usaha Ini

 

Ajukan Pinjaman Aman di Tunaiku by Amar Bank 

 

Sekarang kamu sudah mengetahui laporan keuangan ada berapa serta apa yang dimaksud dengan laporan keuangan beserta fungsinya. 

 

Sebelum memulai usaha, ada baiknya kamu belajar membuat laporan keuangan untuk pencatatan data finansial yang bisa dijadikan patokan tentang kondisi finansial, memonitor perkembangan usaha, dan sebagai acuan pembuatan keputusan keuangan perusahaan di masa depan.

 

Sebagai perintis, nggak apa-apa loh untuk mulai usaha secara kecil-kecilan dulu. Pastikan kamu memiliki perencanaan bisnis serta pemahaman tentang industri, kompetitor, dan target market yang jelas. 

 

Sementara itu, kalau butuh solusi modal untuk memulai usaha, kamu bisa mengajukan pinjaman modal di Tunaiku by Amar Bank. Tunaiku adalah layanan pinjaman online resmi, terdaftar, dan diawasi oleh OJK, sehingga memiliki regulasi yang terjamin dan aman. 

 

Proses pengajuan pinjamannya mudah dan transparan, bisa dilakukan secara online. Kamu cukup menyiapkan KTP, NPWP, dan mengisi formulir, untuk mendapatkan pinjaman tanpa agunan hingga Rp30 juta dengan tenor panjang hingga 30 bulan. Cocok banget untuk calon pengusaha UMKM seperti kamu!

 

Percayakan kebutuhan finansial kepada Tunaiku by Amar Bank yang siap membantu  usahamu mendapatkan dana modal yang diperlukan untuk memulai atau mengembangkan bisnis.