Saat ini kita memasuki era perubahan dimana proses analog berubah menjadi digital dengan menggunakan teknologi. Tentu bukan hal yang mudah untuk melakukannya. Perubahan ini tidak hanya membutuhkan sumber daya manusia yang kompeten tetapi juga dukungan infrastruktur yang memadai.

 

Untuk itu, STIKOM InterStudi sebagai salah satu kampus swasta yang telah mendukung digitalisasi ini menggelar Webinar bertajuk “Transformasi Digital dan Menembus Batas Era Podcast”.

 

Hal ini selaras dengan Agenda Transformasi Digital Nasional yang digaungkan pemerintah melalui Kementerian Komunikasi dan Informatika untuk memperluas akses dan peningkatan infrastruktur digital seperti penyediaan layanan internet di 12.500 desa/kelurahan serta di titik-titik pelayanan publik.

 

“Kebutuhan sumber daya manusia talenta digital harus disiapkan. Indonesia membutuhkan talenta digital kurang lebih 9.000.000 orang untuk 15 tahun ke depan atau sekitar 600.000 orang pertahun,” ungkap Dr. Ismail MT, Direktur Jenderal Sumber Daya dan Perangkat Pos dan Informatika, Kementerian Komunikasi dan Informatika.

 

Lebih lanjut, Ismail menjelaskan bahwa tantangan yang saat ini dihadapi Pemerintah menghadapi era transformasi digital adalah pembangunan infrastruktur agar dapat menjangkau 100% populasi, regulasi, data, platform dan aplikasi lokal serta kebutuhan digital talent.

 

Saat ini pemerintah sedang berupaya penuh untuk mewujudkan akselerasi transformasi digital dengan pengalokasian spektrum frekuensi untuk layanan 5G, Kebijakan TKDN, meningkatkan pelayanan publik, serta meningkatkan konektivitas telekomunikasi untuk memperkecil digital divide.

 

Sementara itu dari dunia Pendidikan, Suhendra Atmaja S.Sos. M.Si, Dosen Tetap STIKOM InterStudi, mengatakan sudah seharusnya dunia Pendidikan mengikuti arus tranformasi digital sesuai dengan arahan Presiden RI Joko Widodo. Yaitu untuk menciptakan SDM Unggul serta Kebijakan dari Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem A. Makariem

 

Program itu bernama Merdeka Belajar:Kampus Merdeka dengan proses utamanya adalah pembinaan, pembelajaran, dan penciptaan karakter mahasiswa perguruan tinggi.

 

“Ada 6 digitalisasi kampus yang harus dilakukan perguruan tinggi di era disrupsi ini, yaitu SPMB, sistem pembayaran online, e- learning, sistem akademik kampus, e-sertifikat, dan sistem keuangan online,” jelas Dosen yang akrab disapa Atma.

 

Pendidikan Tinggi sebagai penyedia sumber daya manusia bagi industri  sudah selayaknya menyesuaikan diri untuk memenuhi kebutuhan kompetensi Industri 4.0. Transformasi digital dipandang sebagai suatu keharusan, karena melalui hal ini dapat dibentuk inovasi dan pengetahuan teknologi.

 

Acara yang berlangsung selama 2 jam ini dibuka langsung oleh Prof. Dr. Martani Huseini, Ketua STIKOM InterStudi dengan pembicara Agung Suprio selaku Ketua Komisi Penyiaran Indonesia (KPI), Dr. Ismail MT selaku Direktur Jenderal Sumber Daya dan Perangkat Pos dan Informatika selaku Kementerian Komunikasi dan Informatika.

 

Ada juga David F Audy selaku Praktisi Start Up, Alvado Jales Nugroho selaku Praktisi Podcast dan YouTuber, Suhendra Atmaja S.Sos. M.Si selaku Dosen Tetap STIKOM InterStudi, Danang S. Buana SE.M.Si selaku Ketua Penyelenggara, serta Nadana Ezerdin Mahasiswi STIKOM InterStudi yang bertindak sebagai Moderator.

 

Swara Kamu merupakan wadah untuk menyalurkan inspirasi, edukasi, dan kreasi lewat tulisanmu. Kamu bisa menyampaikan pendapat, pemikiran, atau informasi menarik seputar finansial dan karier. Setiap artikel Swara Kamu menjadi tanggung jawab penulis karena merupakan opini pribadi penulis. Tim Swara tidak dapat menjamin validitas dan akurasi informasi yang ditulis oleh masing-masing penulis.

 

Ingin ikut berbagi inspirasi? Langsung daftarkan dirimu sebagai penulis Swara Kamu di sini!