Kamu suka menunda pekerjaan hingga waktu deadline? Istilah ini memiliki penamaan sendiri yakni prokrastinasi. Perilaku ini tidak bisa dianggap remeh karena hal ini berhubungan dengan kontrol diri sendiri. Konsekuensi dari tindakan ini berpotensi negatif. Maka itu, sudah waktunya mengetahui bagaimana cara mengatasi prokrastinasi.

 

Bagaimanapun, tindakan negatif yang sudah menjadi kebiasaan akan berdampak kurang baik bagi pertumbuhan pribadimu. Dengan begitu, kamu perlu tahu penyebab, dampak, dan tips mengatasi prokrastinasi agar bisa perlahan keluar dari jebakan ini.

 

Apa itu Prokrastinasi?

Secara etimologi, prokrastinasi atau procrastination berasal dari dua suku kata dalam bahasa latin yakni ‘pro’ yang berarti maju dan ‘crastinus’ yang berarti hari esok. Jadi, prokrastinasi dalam artian sebenarnya adalah melakukan hari esok.

 

Dalam istilah psikologi, prokrastinasi diartikan sebagai kecenderungan menunda aktivitas atau pekerjaan yang penting secara sukarela tanpa mempertimbangkan dampak negatif yang mengikutinya.

 

Jadi, prokrastinasi, meskipun secara umum mungkin pernah kita lakukan namun berlawanan dengan nilai pada diri kita sendiri.

 

Tindakan prokrastinasi ini merugikan diri sendiri, menyadari kalau kamu suka menunda pekerjaan tapi tidak berusaha mengubahnya bisa membawa kamu dalam bahaya jangka panjang.

 

Kemungkinan besar, saat kamu menunda, kamu tidak hanya sadar kalau kamu menghindari tugas yang dimaksud tetapi juga menganggap kalau tugas tersebut tidak seharusnya ada meskipun akhirnya kamu tetap mengerjakannya.

 

Kecenderungan prokrastinasi dianggap tidak rasional oleh beberapa psikolog karena pada dasarnya tidaklah masuk akal untuk melakukan sesuatu berulang kali padahal kamu tahu akan tindakan tersebut memiliki konsekuensi negatif.

 

Bagi orang yang memiliki kecenderungan prokrastinasi kronis, tindakan ini lebih banyak berhubungan dengan ketidakmampuan untuk mengelola suasana hati yang negatif terkait tugas dan aktivitas tersebut.

 

Penyebab Prokrastinasi

Sebelum membahas cara mengatasi prokrastinasi, kita perlu tahu dulu tentang penyebab prokrastinasi. Berikut ulasan beberapa faktor yang menyebabkan kecenderungan untuk prokrastinasi.

 

1. Menganggap Pekerjaan itu Gampang

Kamu mungkin sering berasumsi bahwa suatu pekerjaan tidak akan memakan waktu lama untuk diselesaikan. Hal ini terkadang membuat perasaan nyaman yang sebenarnya bertentangan dengan nilai diri sendiri.

 

Salah satu faktor utama yang berkontribusi pada perilaku prokrastinasi adalah pemikiran bahwa kamu masih punya banyak waktu untuk menyelesaikan tugas-tugas tersebut.

 

2. Suasana Hati yang Tidak Baik

Faktor lain yang menyebabkan banyak orang menunda pekerjaan pentingnya adalah perasaan bahwa suasana hati harus baik jika ingin mengerjakan sesuatu. Alasan lain yang sering kita dengar adalah mood sedang jelek, belum mendapatkan inspirasi, atau sedang tidak bergairah untuk bekerja.

 

Kenyataannya, jika kamu menunggu sampai kamu benar-benar ingin mengerjakan tugas tersebut saat suasana hati kamu membaik, kemungkinan besar kamu tidak akan pernah mendapatkannya dan tugas tersebut akan terlambat untuk selesai.

 

3. Merasa Terbiasa Bekerja di Bawah Tekanan

Sebuah analisis meta tahun 2007 yang diterbitkan dalam Psychological Bulletin menemukan bahwa 80 persen hingga 95 persen mahasiswa sering menunda-nunda untuk menyelesaikan tugas kuliahnya.

 

Bagi mereka, kepercayaan bahwa menyelesaikan tugas pada menit-menit terakhir akan membuat pekerjaan mereka menjadi lebih baik sehingga hal ini menjadi kebiasaan.

 

Padahal, kelegaan sesaat yang dirasakan saat menunda tugas sebenarnya yang membuat siklus tersebut menjadi buruk. Perilaku dasar bahwa ketika kita dihargai untuk sesuatu yang berharga membuat kita cenderung melakukannya lagi.

 

Inilah tepatnya mengapa tindakan menunda kemungkinan tidak menjadi perilaku yang terjadi satu kali, tetapi siklus yang dengan mudah menjadi kebiasaan kronis.

 

4. Depresi

Prokrastinasi bisa juga terjadi karena kondisi psikologi yang mendahului yakni depresi. Perasaan putus asa, tidak berdaya dan kekurangan energi dapat membuat orang sulit untuk memulai dan bahkan menyelesaikan tugas yang paling sederhana.

 

Depresi juga dapat menyebabkan orang ragu pada kemampuan dirinya sendiri. Ketika kamu tidak dapat menemukan cara untuk menyelesaikan suatu proyek atau merasa tidak percaya diri dengan kemampuanmu, kamu cenderung merasa lebih mudah untuk menundanya dan mengerjakan tugas lain.

 

Dampak Prokrastinasi

Prokrastinasi adalah contoh bias terhadap kecenderungan dalam pemikiran kita untuk memprioritaskan kebutuhan jangka pendek daripada kebutuhan jangka panjang.

 

Dalam dunia psikologi dijelaskan bahwa manusia memang pada dasarnya tidak dirancang untuk berpikir ke masa depan yang lebih jauh karena kita perlu fokus pada apa yang kita miliki saat ini.

 

Manusia cenderung melihat dirinya di masa depan seperti orang asing daripada sebagai bagian dari dirinya sendiri. Sehingga, ketika kita menunda-nunda pekerjaan, bagian otak kita benar-benar berpikir bahwa tugas yang kita tunda serta perasaan negatif yang menyertainya adalah masalah kita di masa depan.

 

Lebih buruk lagi, kita bahkan kurang mampu membuat keputusan yang bijaksana dan berorientasi pada masa depan di tengah stres. Ketika dihadapkan dengan tugas yang membuat kita merasa cemas atau tidak aman, otak menganggap tugas itu sebagai ancaman nyata.

 

Dalam hal ini, tindakan tersebut bisa mengancam penilaian orang lain atas diri kita sendiri hingga kesehatan mental kita.

 

Seiring berjalannya waktu, prokrastinasi kronis tidak hanya sekedar masalah produktivitas, tetapi juga menimbulkan efek destruktif yang terukur pada kesehatan mental dan fisik kita.

 

Kesehatan mental yang terganggu akibat prokrastinasi bisa menyebabkan stres kronis, tekanan psikologis umum, kepuasan hidup yang rendah, gejala depresi dan kecemasan, gangguan kesehatan, penyakit kronis seperti hipertensi dan penyakit kardiovaskular yang disebabkan oleh depresi.

 

Ini Trik Kalau Kamu Lelah Menghadapi Rekan Kerja yang Pemalas

Ini Dia Jurus Jitu Hadapi Anak yang Malas

 

Tips Mengatasi Prokrastinasi

Mengatasi prokrastinasi sebenarnya sangat mudah untuk diucapkan namun susah untuk dilakukan. Meskipun begitu, menyadari kalau kamu pun memang terbiasa menyelesaikan pekerjaan dekat dengan waktu deadline dan mengetahui kalau itu adalah tindakan yang buruk adalah hal yang perlu diapresiasi.

 

Nah, beberapa hal yang bisa kamu mulai lakukan untuk bisa mengatasi prokrastinasi adalah sebagai berikut:

 

1. Buat daftar tugas

Untuk membantu kamu tetap di jalur yang tepat, pertimbangkanlah untuk membuat daftar tugas dekat dengan tempat kamu biasa bekerja seperti meja, dinding kubikel, sticky note di laptop dan lain sebagainya.

 

2. Ambil langkah-langkah kecil

Setelah membuat daftar tugas, ambillah langkah kecil untuk menyelesaikan tugas satu per satu sehingga tugas tidak akan menumpuk terlalu banyak dalam satu waktu.

 

3. Kenali tanda-tanda peringatannya

Perhatikan setiap pemikiran untuk melakukan penundaan dan lakukan yang terbaik untuk menahan keinginan itu. Jika kamu mulai berpikir untuk menunda-nunda, paksa diri untuk menghabiskan beberapa menit mengerjakan tugas Anda.

 

4. Jauhkan gangguan

Coba renungkan lagi apakah gangguan yang membuat kamu sering menunda pekerjaan? Media sosial, film atau serial atau game? Sebaiknya jauhkan distorsi tersebut dengan mematikan notifikasi pada smartphone untuk bisa fokus pada satu pekerjaan.

 

5. Apresiasi diri sendiri

Jika sudah mampu menyelesaikan pekerjaan secara perlahan tanpa terburu-buru, maka apresiasilah diri kamu sendiri. Caranya tidak perlu melibatkan materi seperti membeli makanan atau barang, cukup tepuk punggung dan ucapkan selamat kepada diri kamu sendiri. Setelahnya kamu bisa memanjakan diri seperti tidur atau menonton serial kesukaan kamu lebih lama.

 

Tidak sulit, bukan? Memang, tindakan prokrastinasi bisa menimbulkan pertanyaan tentang hak pilihan masing-masing orang. Tapi, kecenderungan ini adalah pengingat bahwa kita rentan terhadap perasaan hanya ingin senang karena pilihan yang kita buat. Meskipun, terkadang pilihan kita belum tentu benar.

 

Hati-hati, Self Rewards yang Salah Bisa Bikin Kamu Boros

 

Jadi, berusahalah untuk menghindari hal-hal yang sudah kamu sadari akan berdampak buruk pada diri kamu sendiri seperti prokrastinasi, ya.