SWARA – Vanilla Hijab barangkali sudah akrab di kalangan hijabers Indonesia. Online shop yang khusus menjual jilbab dan busana muslimah ini didirikan pertama kali oleh Atina Maulia (26) pada Maret 2013. Atina memulai bisnisnya tersebut pada usia tergolong muda, yakni 19 tahun. 

Sudah giat berbisnis sejak usia 19 tahun, yuk simak kisah kesuksesan di balik layar Vanila Hijab.

 

1. Mulai bisnis karena sakit

Motivasi Atina membangun bisnis sederhana sekaligus menginspirasi. Pada 2013, Atina yang berkuliah di Teknik Perminyakan Institut Teknologi Bandung didiagnosa mengidap penyakit autoimun, rheumatoid arthritis, yang menggerogoti kesehatan tulangnya. Atina pun harus kembali ke Jakarta bersama orangtuanya dan menjalani pengobatan. 

 

Di Jakarta, Atina berkuliah di salah universitas swasta. Saat itu Atina ingin mandiri membayar uang kuliah. Sebab, keuangan keluarganya telah terkuras untuk membiayai pengobatannya. Akhirnya, setelah brainstorming dengan sang kakak yang dipanggil Intan, Atina memutuskan terjun ke dunia fashion muslimah. 

 

Artikel Terkait: Muda, sukses, dan menginspirasi. 

  1. Youtuber plus Vokalis Band, Fathia Izzati Sukses Menginspirasi
  2. Ikuti Jejak Sukses Ben Simkin, Miliarder Muda Dunia
  3. Gugah Generasi Milenial Melek Literasi Finansial, Ini Sosok Pendiri Jouska, Perencana Keuangan di Jagat Sosial Media

 

2. Menekuni bisnis fashion muslim

Dari situlah Atina nekat berjualan hijab. Atina berburu bahan hijab ke Pasar Mayestik lalu mengunggahnya di media sosial. Jika ada yang memesan, barulah Atina memproduksi hijab. Sistem produksinya pun sangat sederhana. Atina membayar seorang tukang jahit keliling untuk membuat pesanan. 

 

3. Memiliki banyak pekerja

Namun, berkat kerja kerasnya, lama-kelamaan usaha Atina berkembang. Dalam waktu enam tahun, Vanilla Hijab telah memancangkan namanya sebagai sebuah brand fashion muslim yang populer bagi hijabers di Indonesia. Berawal dari satu penjahit, kini Atina telah mempekerjakan hingga 100 orang karyawan. Tim tersebut terdiri dari penjahit, tim quality control, packaging, finishing, serta admin media sosial. 

 

4. Aktif di media sosial

Hingga saat ini Vanilla Hijab memiliki followers Instagram sebanyak 1,3 juta. Nggak hanya promosi di media sosial, Vanilla Hijab pun melakukan event offline dengan  menggelar fashion show tunggal di Aquatic Stadium. Banyak selebriti dan influencer yang datang ke acara itu demi memberikan dukungan kepada Atina. 

5. Produk yang bervariasi

Produk dari Vanilla Hijab pun bervariasi, dibanderol dengan harga mulai dari Rp50.000 hingga Rp200.000. Dengan antusiasme pelanggan, Atina mampu meraup omzet milyaran rupiah setiap bulannya.

 

6. Terus berkreasi

Meskipun sukses, Atina tak lantas berhenti berkreasi. Atina selalu mencari cara untuk memutakhirkan produk Vanilla Hijab. Atina juga menggunakan strategi mengeluarkan koleksi premium untuk pelanggan setia. 

 

Koleksi premium tersebut, antara lain, signature collection (digital printing) yang khusus didesain dengan kisah yang berbeda-beda. Contohnya, koleksi Senja yang diluncurkan saat matahari terbenam. Ataupun koleksi Plura yang mengisahkan tentang kejamakan/pluralisme. 

 

7. Punya strategi yang tepat

Salah satu strategi lain yang dilakukan Atina adalah mewajibkan pembeli mendaftar sebagai member dan belanja pada waktu yang sudah ditentukan. Media sosial Vanilla Hijab pun selalu aktif untuk membagi informasi kepada pelanggan.

 

Artikel Terkait: Baca cerita sukses para miliarder dunia. 

  1.  Lima Miliarder yang Gelontorkan Dana untuk Hadapi Corona
  2. Gugah Generasi Milenial Melek Literasi Finansial, Ini Sosok Pendiri Jouska, Perencana Keuangan di Jagat Sosial Media
  3. Ikuti Jejak Pengusaha Sukses Startup, Ini Tempat Mereka Kuliah Dulu!

 

8. Mengembangkan bisnis hingga ke luar negeria

Nggak cuma di dalam negeri, Atina juga mengembangkan bisnis ke luar negeri lho. Atina mengaku menjual produk ke negara seperti Hong Kong, Singapura, Malaysia, Australia, dan Taiwan. Selain itu, Vanilla Hijab juga menjual tas, yang ternyata turut disukai para pelanggannya. 

 

Sosok Atina ini bisa jadi sosok inspiratif ya. Atina tak hanya memulai bisnis dari usia muda lalu sukses, tapi juga menunjukkan perjuangan dan nggak menyerah begitu saja kepada keadaan. Walau susah, Atina tetap maju menerjang tantangan. Toh, usahanya berbuah manis, seperti nama fashion line yang dia garap, Vanilla.